oleh

FPI Sidimpuan Siapkan Khatib Jum’at Tanpa Harus Direncanakan

MitaNews. PADANGSIDIMPUAN,-

Front Pembela Islam (FPI) Padangsidimpuan menggelar Pelatihan Khatib Jum’at bagi warga kota Padangsidimpuan. Pelatihan tersebut berlangsung di Masjid Babul Falah Kampung Darek, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, kota Padangsidimpuan yang dibuka Sabtu (21/09/2019) malam.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) FPI Padangsidimpuan, Raihan Siregar dalam sambutannya pada pembukaan pelatihan khutbah Jum’at tersebut, mengatakan kegiatan pelatihan khutbah Jum’at ini adalah salah satu rangkaian dari kegiatan DPW FPI PadangSidempuan yang bertujuan untuk menjawab persoalan yang tiba-tiba muncul saat khatib yang dijadwalkan Badan Kenaziran Masjid (BKM) berhalangan hadir.

“Jika ada di salah satu Masjid saatnya tiba waktu sholat Jum’at ternyata tiba-tiba khatib yang sudah terjadwal tak hadir atau berhalangan, lulusan pelatihan ini diharapkan tampil direncanakan. Melalui pelatihan ini kiranya bisa melahirkan kader Islam yang siap menjadi khatib yang sudah bisa terjun langsung menggatikan khatib yang berhalangan itu,” kata Raihan Siregar.

Ketua Pembina FPI Padangsidimpuan, Drs. H. Muhammad Asroi Hasibuan dalam sambutannya pada kesempatan itu mengatakan, FPI ingin menjawab tuntas tuntutan umat terkait kader da’i yang siap menjadi khatib Jum’at saat khatib yang sudah terjadwal tiba-tiba berhalangan hadir menyampaikan khutbahnya.

“Untuk memenuhi tuntutan umat itulah FPI Kota Padangsidimpuan menggelar Pelatihan Khatib Jum’at yang mengambil peserta dari utusan setiap BKM yang ada di kota Padangsidimpuan. Harapan kita, dari pelatuhan ini, sholat Jum’at tetap terlaksana walau khatib yang terjadwal tiba-tiba berhalangan hadir. Artinya kader dakwah harus lahir di tubuh setiap BKM,” kata Asro Hasibuan.

Ustad H. Yasir Arafat Nasution, salah seorang tutor pelatih saat menyampaikan ceramah pada pelatihan khutbah Jum’at tersebut mengatakan, jangan biarkan pelaksanaan sholat Jum’at tidak maksimal hanya karena ustad yang sudah terjadwal menjadi khatib bergiliran di suatu Masjid.

“Sebagai umat Islam kita butuh kader dakwah yang siap tampil menjadi khatib Jum’at tanpa persiapan dan tanpa direncanakan saat khatib yang terjadwal tiba-tiba berhalangan hadir menyampaikan khutbahnya di hadapan jemaah sholat Jum’at. Beberapa orang atau salah seorang dari jemaah harus siap tampil menggantikan ustad yang berhalangan hadir itu,” kata Yasir Arafat.

Menurutnya, rukun khatib itu dimulai dengan pendahuluan berupa ucapan syukur Al-Hamdulillah dan penyampaian sholawat kepada Rosululloh serta mengajak para jemaah untuk tekun mengikuti khutbah karena hal ini merupakan ajakan untuk meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah.

Dari pendahuluan sampai kepada isi khutbah, berupa penyampaian materi yang berkaitan dengan seluruh aspek ibadah dan ajaran Islam terutama yang terkandung dalam kitab suci Al-Qur’an dan Hadits Rosululloh. Penting juga diperhatikan, agar memilih materi yang berkaitan dengan suasana umat atau Hari Besar Islam.

Yasir menambahkan, dalam penyampaian materi khutbah, khatib diwajibkan untuk mengutip beberapa ayat Al-Qur’an dan Hadits sebagai dalil dari ajaran Islam atau aspek ibadah yang disampaikan sebagai materi khutbah sehingga khutbah yang disampaikan benar-benar berfungsi mencerahkan dan menambah ilmu para jemaah sholat Jum’at

“Namun perlu juga diingatkan bahwa Rosululloh selalu menekankan agar para kader dakwah termasuk khatib, untuk berdakwah sesuai dengan kadar pemahaman para jemaah. Artinya jika berada di tengah jemaah yang sifatnya awam, khatib harus hindari kalimat atau kata-kata yang terlalu ilmiah. Intinya, berdakwahlah kepada kaum sesuai dengan kadar akal mereka. Itu salah satu bunyi hadits Rosululloh,” kata Yasir dalam paparannya itu.

Sekretaris Dpw FPI kota Padangsidimpuan, Dimas Prayuga selaku Ketua Panitia Pelatihan Khatib Jum’at tersebut mengatakan, pelatihan yang diikuti lebih dari 55 orang peserta ini hanya berlangsung satu malam, tetapi akan tetap digelar setiap Sabtu malam beberapa waktu ke depan dengan merekrut peserta baru kembali. (Balyan Kadir).

Komentar

News Feed