oleh

Untuk Tahun 2020/2021, Pesantren HPAIC Merapi Terima Santri

MitaNews.MERAPI,-

Dalam rangka kesinambungan program pencetakan kader dakwah Islam yang berkualitas dan berakhlaqul karimah, Pesantren Herba Penawar Al-Wahida Internasional Center (HPAIC) Merapi telah membuka masa penerimaan Santriwan/Santriwati sejak pertengahan Januari 2020 yang baru lalu.

Tn. Haji Ismail Ahmad, Founder/Owner Herba Penawar Al-Wahida (HPA) International melalui Kantor Cabang HPA International di Kota Padangsidimpuan, Julistina Lubis, S. Pd. I kepada MitaNews, Ahad (19/01/2020) petang mengatakan, peserta didik Pesantren HPAIC Merapi menyelenggarakan program pendidikan selama enam tahun dengan materi utama adalah Al-Qur’an, Al-Hadits.

“Selain Al-Qur’an, Al-Hadits, di pesantren ini juga ada bidang study Thibbun Nabawi, Pertanian, Bahasa. Khusus bahasa terdiri dari Arab, Inggris dan Mandarin. Kemudian ada bidang study Bisnis, Industri dan Pengabdian pada Masyarakat,” kata Julistina.

Terkait dengan adanya perbedaan dari kebiasaan pesantren lainnya, Julistina lebih jauh mengatakan, Pesantren HPAIC Merapi ini merupakan salah satu Pondok Pesantren yang menerapkan metode pembelajaran tahfidz dan pembelajaran ilmu-ilmu agama yang sangat dibutuhkan para regenerasi bangsa. Penerapan methode ini bertujuan agar lulusannya menjadi ulama yang memang sangat
dibutuhkan masyarakat.

Ditambahkannya, sejauh ini Pondok Pesantren HPA Internasional Center telah banyak melahirkan muhaffidz dan muhaffidzah. Bahkan sudah melaksanakan wisuda yang pertama kalinya 22 hafidz dan hafidzoh Al-Qur’an 30 juz.

“Pondok Pesantren HPAIC Merapi memiliki suatu sistem kegiatan belajar mengajar (KBM) yang berbeda dengan lembaga pendidikan lainnya. Lama tempuh pendidikan di HPAIC adalah enam tahun, yang untuk tahun pertama terfokus pada tahfidzu-l-qur’an. Selanjutnya pada tahun kedua ini terfokus pada pengobatan thibbun nabawiy dan pertanian,” kata Tn. Haji Ismail Ahmad sebagaimana dikutip Julistina.

Menurutnya, pada tahun ketiga terfokus pada pendalaman bahasa yaitu mencakup bahasa Arab, Inggris dan Mandarin. Lalu pada tahun keempat terfokus pada bisnis (perniagaan) dan industri. Pada tahun terakhir adalah pengabdian, di mana santri harus siap ditempatkan di manapun untuk berdakwah.

“HPAIC Merapi memiliki suatu sistem tahfidzul qur’an yang sangat terkenal, yaitu dengan menghafal 30 juz dalam 30 hari,” katanya pada akhir penjelasannya tersebut. (balyan kadir).

Komentar

News Feed