oleh

Kasus Laka Kerja BHL Nur Haidah, PT. VAL Tak Indahkan Wasnaker Wil. V Sumut

MitaNews.PADANGLAWAS,-

Membandel ??? Meski surat Kepala Unit Pelaksana Teknis Pengawasan Ketenagakerjaan (UPT Wasnaker) Wilayah V Sumatera Utara sudah terbit pada 19 Mei 2020 dan sudah disampaikan kepada pihak PT. Voctorindo Alam Lestari (VAL) Kebun Aliaga, Kecamatan Hutaraja Tinggi, Kabupaten Padanglawas (Palas), namun perusahaan tersebut hingga saat ini tidak menyelesaikan kewajiban tanggungjawab terhadap korban kecelakaan kerja atau laka kerja, Nur Haidah Hasibuan.

Peristiwa laka kerja yang menimpa Nur Haidah Hasibuan tersebut terjadi Rabu, 22 April 2020 yang lalu saat korban berangkat ke lokasi pekerjaan pemupukan di areal afdeling II PT. VAL Aliaga dengan menumpang angkutan truk perusahaan. Setahu bagaimana tiba-tiba Nur Haidah terjatuh dari atas mobil truk pengangkut pekerja BHL milik perusahaan disaksikan teman-temannya sesama BHL yang bersama-sama diangkut truk tersebut menuju ke areal pekerjaan.

Proses demi proses dari awal perawaran terhadap korban di Puskesmas Ujungbatu I hingga sekitar dua jam mendapatkan perawatan medis, Nur Haidah Hasibuan sadar dari pingsannya dan selanjutnya security PT. VAL Aliaga membawanya pulang ke rumah untuk dilakukan perawatan jalan terhadap korban. Anehnya perawatan jalan itu dilakukan dengan biaya yang ditanggung keluarga korban Nur Haidah sendiri.

Berselang 10 hari lebih perawatan jalan secara medis kondisi korban tidak ada peningkatan, artinya sakit yang diderita Nur Haidah akibat laka kerja itu tidak kunjung sembuh, Selasa (05/05/2020), pihak keluarga membawa Nur Haidah Hasibuan ke RS Permata Madinah Sibuhuan dengan jalur pasien umum karena korban yang sudah sembilan tahun menjadi Buruh Harian Lepas (BHL) itu belum menjadi peserta BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, seyogyanya perawatan di RS Permata Madinah tersebut merupakan tanggung pihak perusahaan PT. VAL Kebun Aliaga.

Atas sikap abai PT. VAL Aliaga itu, Jamkeswatch Korda Tabagsel mengadukan kasus tersebut kepada Kepala Disnaker Provsu C/q Ka. UPT Wasnaker Wilayah V, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Padangsidimpuan, Ketua KC FSPMI Korda Tabagsel melalui surat nomor 011/DPD JW TABAGSEL/V/2020 tanggal 07 Mei 2020.

Menyikapi pengaduan Jamkeswatch Korda Tabagsel yang disusul dengan terbitnya surat Kepala UPT. Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah V Sumatera Utara nomor 090/85 – 7/DTK-SU/WIL. V/2020 perihal Jaminan Kecelakaan Kerja An. Nur Haidah Hasibuan tanggal 19 Mei 2020 pihak pengusaha menemui korban Nur Haidah dan menyatakan akan menyanggupi kebutuhan biaya perobatan korban selama dalam perawatan hingga sembuh.

Kenyataannya hingga Rabu (03/06/2020) ini PT. VAL terkesan tidak juga menunjukkan iktikad baik berupa memenuhi tanggungjawab sesuai ketentuan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 82 tahun 2019 yang mengatur bahwa biaya perobatan korban laka kerja, sepenuhnya ditanggung BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja yang sudah didaftarkan kepesertaannya. Namun bagi pekerja yang tidak didaftarkan kepesertaannya di BPJS Ketenagakerjaan, itu biaya perobatan korban kecelakaan kerja sepenuhnya dibebankan kepada perusahaan sampai korban sembuh dari sakit akibat kecelakaan itu.

Terkait kasus ini, Ketua Jamkeswatch Korda Tabagsel, Uluan Pardomuan Pane yang ditemui Mitanews.co.id untuk minta tanggapannya, Rabu (03/06/2020) pagi mengatakan, merasa terkejut dengan informasi dari pihak korban yang menyebut hingga saat ini belum ada iktikad baik yang ditunjukkan perusahaan, dalam hal ini PT. VAL terhadap korban kecelakaan kerja BHL perusahasn itu An. Nur Haidah Hasibuan.

“Hingga saat ini tidak ada penyelesaian dari pihak PT.VAL Kebun Aliaga untuk jaminan pembiayaan perobatan Nur Haidah Hasibuan, padahal PT. VAL sudah menerima surat Kepala UPT. Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah V Sumatera Utara nomor 090/85 – 7/DTK-SU/WIL. V/2020 perihal Jaminan Kecelakaan Kerja An. Nur Haidah Hasibuan tanggal 19 Mei 2020,” tegas Uluan Pardomuan menjawab Mitanews.co.id.

Manager PT. VAL Kebun Aliaga, M. Ramadhan yang dikonfirmasi Mitanews.co.id terkait kasus ini melalui chatting aplikasi WhatsApp (WA), hingga dua kali 60 menit tidak ada mengirimkan jawaban atas permintaan konfirmasi dari Mitanews.co.id tersebut.(MN.03).

Komentar

News Feed