oleh

Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani Pastikan Akan Pecat Oknum ASN Pemkab Tapteng yang Memalsukan Surat Keterangan Hasil Rapid Test.

MitaNrews.Tapteng,-

Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani memastikan akan segera memecat oknum ASN Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah (Tapteng) yang telah berani dan lancang memalsukan Surat Keterangan Hasil Rapid Test para penumpang kapal yang akan melakukan penyeberangan dari Pelabuhan Penyeberangan Sibolga menuju Pelabuhan Penyeberangan Gunung Sitoli.

Hal ini diungkapkan Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani dalam Konfrensi Persnya kepada awak media di Rumah Dinas Bupati Tapanuli Tengah, Jl. M. H. Sitorus No. 4 Sibolga, Minggu (28/06/2020) siang.

Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah meminta kepada Pihak Kepolisian agar tetap memproses dan menindak tegas oknum ASN yang telah berani melakukan pemalsuan Surat Keterangan Hasil Rapid Test itu.

“Kami telah mendapat informasi terkait pemalsuan dokumen dan pemalsuan tanda tangan hasil Rapid Test penumpang kapal yang akan menyeberang dari Pelabuhan Sibolga menuju Pelabuhan Gunung Sitoli pada hari Jum’at malam (26/06/2020) dan telah diamankan oleh Polres Sibolga. Sekarang, oknum ASN tersebut berada di Polres Tapanuli Tengah,” kata Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani.

“Kami yakinkan, ini pekerjaan yang sangat keterlaluan dan telah mencoreng nama baik Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah. Saya telah perintahkan kepada Kepala BKD Tapteng membentuk Tim Investigasi atas kejadian ini dan hasilnya, kami akan segera memproses ASN tersebut sesuai dengan peraturan yang berlaku dan akan kami pecat dari ASN Pemkab Kabupaten Tapanuli Tengah,” tegas Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani.

Bupati Tapanuli Tengah juga mengingatkan agar proses hukum terkait kasus ini agar tetap berjalan dan jangan ada lagi yang coba-coba untuk memalsukan dokumen tersebut.

“Ini bukan hal yang sembarangan dan ini tindakan yang sangat luar biasa beraninya dan sangat membahayakan orang lain. Apabila test kesehatannya terindikasi Covid-19 atau hasil Rapid Testnya Reaktif, tapi tidak dilakukan dengan sebenarnya, maka hal ini akan sangat membahayakan banyak orang,” kata Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani.

“Sebagai Pimpinan, kami akan melakukan tindakan tegas dan proses hukum harus tetap dilakukan karena ini bukan tindakan yang main-main. Dalam menghadapi Covid-19 ini, kami sudah bekerja dengan maksimal tapi masih saja ada oknum yang berani berbuat hal seperti ini untuk kepentingan dan keuntungan pribadinya. Untuk itu, kembali saya ingatkan kepada seluruh ASN Pemkab Tapanuli Tengah agar jangan ada yang main-main dan jangan menjadi contoh yang tidak baik bagi yang lainnya, apalagi dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini. Kita sebagai Pemimpin menjadi penentu disaat situasi yang tidak menentu,” tegas Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani.

Adapun awal kronologis kejadian sehingga hal ini terungkap, dijelaskan oleh dr. Evi Natalia Purba, M.Ked (Clin Path) Sp. PK, kepada awak media dihadapan Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani.

” Awalnya, ada masuk pesan melalui WA (WhatsApp_red) yang disampaikan oleh Direktur RSUD Pandan kepada saya yang menyatakan apakah betul ada orang yang melakukan pengecekan Kesehatan ke Laboratorium RSUD Pandan. Kemudian saya melakukan pengecekan melalui Buku Registrasi Laboratorium dan ternyata orang tersebut tidak ada melakukan pengecekan kesehatan dan surat keterangannya tidak ada dikeluarkan dari RSUD Pandan dan tanda tangan yang digunakan atas nama saya kepada Calon Penumpang tujuan Gunung Sitoli itu tidak benar.,” beber dr. Evi Natalia Purba, M.Ked (Clin Path) Sp. PK.

“Kemudian, saya menelepon Saudari Etty dan dia mengakui perbuatannya. Lalu, hal tersebut saya sampaikan kepada Direktur RSUD Pandan. Kemudian, atas perintah dari Bapak Bupati Tapanuli Tengah, malam itu juga saya didampingi Bapak Wakil Bupati Tapanuli Tengah, Direktur RSUD Pandan, dan KTU RSUD Pandan melaporkan kejadian pemalsuan Tanda Tangan dan Dokumen ini ke Polres Tapteng.

Dalam Konfrensi Pers ini juga turut dihadiri Kadis Kesehatan Tapteng, Kepala BKD Tapteng, Direktur RSUD Pandan dan KTU RSUD Pandan.( mn.16 )

Komentar

News Feed