oleh

PMNU Palas Kutuk Kekerasan Aparat Lukai Mahasiswa Pamekasan

MitaNews.PADANGLAWAS,-

Merasa sedih dan prihatin dengan derita kalangan mahasiswa di Kabupaten Pamekasan Madura, Provinsi Jawa Timur yang banyak cedera dan luka parah akibat kekerasan yang dilakukan aparat keamanan, Penggerak Muda NU (PMNU) Kabupaten Padanglawas (Palas), Provinsi Sumatera Utara atau Sumut mengutuk kekerasan yang dialami seratusan mahasiswa tersebut.

Diketahui, kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian itu terjadi saat aksi mahasiswa yang tergabung di wadah Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Pamekasan, pada Kamis (25/06/2020) pagi, di depan Kantor Bupati Pamekasan. Aksi kalangan kader PMII Pamekasan tersebut menolak kehadiran perusahaan tambang di daerah tersebut.

Ketua Umum PMNU Palas, Hamdan saat menyampaikan keterangan resminya yang diterima Mitanews.co.id Ahad (28/06/2020) malam mengungkapkan penilaiannya bahwa tindakan kekerasan terhadap sebuah proses penyampaian aspirasi menunjukkan kemunduran bagi negara demokrasi. Pasalnya, dalam penyampaian aspirasi itu tegas dilindungi Undang-undang (UU) nomor 9 Tahun 1998.

Hamdan menyatakan kutukan keras atas tindak kekerasan yang dialami sahabat-sahabat dari kelompok mahasiswa yang tergabung di organisasi PMII di Kabupaten Pamekasan Madura, Provinsi Jawa Timur. Karena cara-cara seperti dilakukan aparat seperti itu merupakan oelanggaran terhadap hukum.

“Kita sebagai pemuda merasa terpanggil untuk prihatin dari hati kecil sehingga mengecam keras Kapolres Pamekasan, karena anggotanya yang terkesan arogan terhadap mahasiswa yang menyampaikan aspirasi demi kepentingan rakyat,” kata Hamdan sedih.

Hamdan menyebutkan, kepolisian itu adalah institusi penyayom masyarakat, tetapi yang terjadi saat adanya aksi mahasiswa, justru sudah lupa akan peran dan fungsinya sebagai institusi pengayom masyarakat tersebut. Mahasiswa cedera, bahkan ada yang luka parah akibat cara aparatur yang tidak santun dan tidak profesional itu.

“Seharusnya pihak kepolisian bertugas mengayomi dan memberikan rasa aman dan nyaman terhadap rakyat dalam hal ini mahasiswa yang menyampaikan pendapat. Namun, justru melakukan tindakan represif terhadap aksi PMII di Pamekasan,” ujar Hamdan serius.

Berkaitan dengan hal ini, PMNU Palas sebagai rakyat dan pemuda mendesak Kapolri, Jendral Polisi Idham Aziz untuk mencopot Kapolres Pamekasan. Perku diketahui negeri ini jelas butuh pemuda yang siap menjadi penyampai aspirasi dan cikal bakal pemimpin regenerasi ke depan.

Menurut Hamdan, Kapolres Pamekasan merupakan pihak yang harus jawab atas tindakan represif pengamanan massa aksi mahasiswa yang notabene sebagai kader PMII Pamekasan sebagai mahasiswa yang pro aktif menyuarakan aspirasi raktat di daerah tersebut.(MN.03).

Komentar

News Feed