oleh

Pembangunan Saluran Drainase Jalinsum Lintas Sibuhuan – Sosopan Diduga Asal Jadi

MitaNews.Padanglawas ,-

Sejumlah titik jalan lintas Sumatera utara ( Jalinsum ) di wilayah Padanglawas ( Palas ) selalu digenangi air ketika musin hujan.

Dapat dicontohkan Jalinsum Sosopan yang berada antara desa Paringgonan – Paringgonan Julu Kec.Ulu Barumun Kab.Padanglawas( Palas ) Provsu.

Dilokasi ini , sedang proses pembangunan Drainase (saluran pembuangan air) atau gorong gorong guna menyalurkan air hujan agar tidak menggenangi badan jalan.

Sebagaimana pemberitaan sebelumnya terbitan Kamis (02/07/2020)Keberadaan proses pembangunan ini ,patut disyukuri masyarakat sekitar lokasi khususnya dan para pengguna jalan umumnya.

Sayangnya , proses pengerjaan proyek ini diduga tidak transparansi ,terbukti pemajangan papan informasi ( Plang merek proyek ) baru terlihat pada Jum’at petang (03/07/2020) setelah adanya pemberitaan di media ini.

Padahal , kewajiban memasang plang/papan nama tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2010 dan Perpres Nomor 70 Tahun 2012.

Selain itu , juga diatur pada Permen PU No.12 Tahun 2014 tentang pembangunan drainase kota,infrastruktur,jalan dan proyek irigasi. Regulasi ini mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek .

Sejumlah masyarakat di sekitar proyek , ketika ditemui MitaNews dan sejumlah awak media lain ,Sabtu (04/07/2020) mengakui kecewa terhadap keberadaan proses pengerjaan pembangunan Drainase tersebut.

Pembangunan saluran drainace/ gorong gorong Pekerjaan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Pemerintah Sumatera Utara ini di duga asal jadi.

” Proyek Drainase/ gorong gorong sesuai Nomor Kontrak 602/UPTJJ-GT/DBMBK/KPA/230/SP /2020 tertanggal 18 Juni 2020, Penyedia Jasa CV. Hikmah Jaya Bersama , dengan Nilai Kontrak Rp. 1.200.000.000.00 (termasuk PPN) 150 Hari Kerja, sangat jelas kelihatan pekerjaan yang sedang dilaksanakan cukup amburadul dan kuat dugaan tidak sesuai bestek” .Ungkap warga bermarga Nasution.

Dikatakannya , ukuran ketebalan pondasi dan ketebalan diatas telah sesuai namun ketebalan pasangan batu di tengah sangat tipis.. malah ada yang terlihat besaran kepala dari pada badan.

“Bagi yang melihat dan memperhatikan pasangan tersebut, otomatis akan goyang kepala, hal ini apakah tidak adanya pengawasan dari pihak terkait atau memang dasar ketidak pedulian akan kwalitas bangunan”.ungkapnya.

Melihat kondisi pengerjaan. , warga Paringgonan ini sangat kecewa.
Sesuai pantauan dan kenyataan dilapangan yang dikerjakan tersebut banyak kejanggalan.

Penuturan beberapa pekerja yang tidak bersedia menyebut indentitasnya ketika di konfirmasi , mereka menjelaskan ukuran tebal pondasi 30 cm, ukuran ketebalan diatas 20 cm sementara ketinggian melihat kondisi badan jalan, jelasnya.

Pihak Pengawas maupun pihak pelaksana kegiatan ketika hendak di konfirmasi awak media dari pukul 13.00 Wib hingga pukul 15.00 Wib bertahan di lokasi belum berhasil dijumpai maupun di hubungi.

Sementara itu para pekerja diproyek ini , tidak ada yang bersedia memberitahu terkait penanggungjawab lapangan proyek kepada awak media.

” Kami tidak mengenal yang mana pengawas, hanya tadi pagi yang datang mandornya, namun kami tidak mengetahui apakah mandor tersebut akan datang lagi sore ini, atau tidak “jelas mereka .

Sebelumnya , pihak UPT Bina Marga Provsu di Gunungtua ,ketika dikonfirmasi kontributor MitaNews wilayah tugas Padanglawas utara,kamis (02/07/2020 ) didapat keterangan bahwa UPT Binamarga belum ada aktivitas pekerjaan di daerah Palas.

Sementara itu , didapat informasi bahwa mandor lapangan Pak Pane ketika dikonfirmasi via telp seluler nomor
+62 812-6454xxxx menyatakan salah sambung.
(mn.05/red).

Komentar

News Feed