oleh

Covid 19, Tidak Ada Dzikir Dan Do’a Bersama Ini Kata Mantan Sekretaris MUI Tapsel

MitaNews, PADANGSIDIMPUAN.-

Mengherankan, di masa pandemi Covid 19 atau biasa disebut Virus Corona yang juga merupakan bala bencana global dan telah menelan korban hingga 17.374.674 jiwa di berbagai negara di dunia, tidak terkecuali di Tanah Air Indonesia, namun tidak satu pun pernah ada digelarnya do’a dan dzikir bersama sebagai tolak bala.

Menanggapi hal demikian, mantan Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Drs. Fachruddin Hasibuan ketika berbicara dengan MitaNews di Padangsidimpuan, Ahad (30/08/2020) mengatakan,biasanya menjelang digelarnya pemilihan umum Kepala Daerah atau pilkada ada ada digelar dzikir akbar, itu didanai kandidat tertentu. 

“Tetapi bencana virus Corona sudah berlangsung lebih dari enam bulan, belum terdengar ada dzikir akbar dan doa tolak bala yang dilaksanakan,” kata Fachruddin yang juga mantan Sekretaris Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kota Padangsidimpuan tersebut.

Dikatakan, dulu jika datang wabah penyakit cacar, colera, kaum muslimin langsung mengadakan dzikir dan doa bersama sebagai tolak bala, jangankan dokter, perawat pun waktu itu jarang ditemukan. Artinya tanpa obat hanya dengan mendekatkan diri kepada Allah dengan berdzikir dan berdo’a, Al-Hamdulillah Allah mengijabah dzikir dan do’a kaum muslimin waktu itu.

“Jika musim kemarau panjang melanda, sekarang bahkan ada saja yang memandikan kucing. Padahal ada sunnah Rosul menyuruh dilaksanakan sholat istisqo, yaitu sholat sunnat minta hujan,” tambah Rachruddin dalam penjelasannya.

Menurutnya, beberapa hari yang lalu ada doa bersama di Medan, namun tidak diketahui secara pasti apakah dzikir dan do’a bersama yang dilaksanakan itu ada kaitan dengan Pemilihan Umum KDH Kota Medan, atau acaranya diseponsori dan atau “lagu permintaan” dari salah satu kandudat calon KDH. Wallohu a’lam bishshowab.

Berkaitan dengan hal tersebut, Fachruddin Hasibuan menyarankan ada baiknya, MUI membuat seruan agar di tiap masjid dan musholla ada zikir bersama dan doa tolak bala, memohon kepada Allah agar Covid 19 secepatnya berakhir sebelum korban makin banyak berjatuhan.

“Atau MUI menyebarkan teks doa tolak bala melalui Masjid atau pengurus Masjid hingga ke kelurahan dan desa agar masing-masing individu muslim di negeri ini berdoa, atau imam sholat jamaah menambah do’anya dengan doa tolak bala,” kata Fachruddin yang juga Wakil Ketua Koordinator Pemuka Agama Mitra Kamtibmas Polres Tapsel tersebut.

Yang mengkhawatirkan lagi, tambah Fachruddin, setelah covid 19, muncul lagi bala sast ini, yaitu happy hypoxia. Untuk mencegah virus ini, umat harus lebih berupaya mendekatkan diri kepada Allah Yang Maha Kuasa dengan selalu berdzikir dan berdoa dengan tawadhu’.

“Kata bala dalam berbagai bentuk dan makna disebut sebagai ujian, cobaan ditemui secara terulang di dalam Al Qur’an bahkan sampai 38 kali. Itu solusinya hanya dengan berdzikir dan berdo’a kepada Allah,” demikian Fachruddin Hasibuan mengakhiri. (Balyan kd).

Komentar

News Feed