oleh

2 Oknum Polres Padangsidempuan Lolos dari Hukuman Mati

Mitanews.MEDAN-Sebanyak dua oknum Polres Padangsidimpuan lolos dari hukuman mati dan seumur hidup di Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Alhasil, Bripka Witno Suwito oknum dan Edi Anto Ritonga alias Gaya hanya dijatuhi dengan pidana 20 tahun penjara oleh Majelis Hakim dalam sidang vonis tuntutan di PN Medan, Selasa, (12/1/2021).

Kedua terdakwa lolos dari hukuman mati, karena terbukti bersalah atas kepemilikan ganja seberat 327 kilogram.

Sementara, Aiptu Martua Pandapotan divonis 13 tahun penjara, yang dinilai ketiga terdakwa oleh hakim terbukti melanggar Pasal 114 ayat 2 Jo pasal 132 ayat 1 UU No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Masih dalam kasus yang sama, enam terdakwa lainnya Bripka Andi Pranata, Brigadir Dedi Azwar Anas Harahap, Bripka Rudi Hartono, Brigadir Antoni Fresdy Lubis, Brigadir Amdani Damanik, dan Briptu Rory Mirryam Sihite divonis masing-masing selama 10 tahun penjara, denda Rp1 miliar subsider 6 bulan dan 4 bulan penjara.

Keenam oknum Polres Padangsidempuan ini, dinilai terbukti melanggar Pasal 115 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Sebelumnya, JPU Anita menuntut Bripka Witno Suwito dan Edi Anto Ritong alias Gaya dengan pidana mati.

Sementara, Aiptu Martua Pandapotan dituntut seumur hidup. Kemudian, enam terdakwa lainnya dituntut masing-masing selama 20 tahun penjara.

Dalam amar putusan yang dibacakan bergantin oleh hakim ketua, Jarihat Simarmata dan Martua Sagala itu, ke sembilan terdakwa ini juga didenda Rp1 miliar subsider 6 bulan dan 4 bulan penjara.

Mengutip dakwaan JPU Abdul Hakim Harahap, pada 28 Februari 2020, AKP Charles Jhonson Panjaitan selaku Kasat Reserse Narkoba Polres Padangsidempuan mengumpulkan anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Padangsidempuan yang terdiri dari terdakwa, Aiptu Martua Pandapotan, Bripka Andi Pranata, Brigadir Dedi Azwar Anas Harahap, Bripka Rudi Hartono, Brigadir Antoni Fresdy Lubis, Brigadir Amdani Damanik dan Briptu Rory Miryam Sihite.

Lalu, AKP Charles Jhonson Panjaitan memberikan arahan kepada anggota Team Reserse Satuan Narkoba Polres Kota Padangsidempuan agar melakukan penangkapan terhadap peredaran gelap Narkotika di wilayah Polres Kota Padangsidempuan.

Singkat cerita, setelah diserahkan empat karung ganja tersebut, Witno menghubungi Aiptu Martua Pandapotan (Kanit) meminta tolong untuk bawa mobil naik ke Gunung Kampung Darek.

Sesampainya di sana, Aiptu Martua Pandapotan bersama Brigadir Dedi Azwar Anas Harahap langsung mengangkat dan memasukkan empat buah karung plastik yang berisi daun ganja kering tersebut ke dalam mobil dinas.

Setelah itu, Witno dan Amdani mengikuti dari mobil dinas, dan sesampainya disalah satu gang, Gaya kembali memberhentikan mobil milik yang ditumpangi oleh Martua. Gaya menyuruh mobil dinas itu dengan cara mundur ke sebuah rumah, dan mobil yang dibawa oleh Witno menutupi gang.

Setelah seluruh karung plastik yang berisi ganja kering dimasukkan ke dalam mobil, para oknum polisi ini langsung menuju posko polisi di Jalan Padangsidempuan-Sibolga. Sesampainya di posko tersebut, terdapat beberapa polisi lain dan Briptu Rorry Mirryam Sihite, dan disetting agar ganja tersebut dijadikan barang temuan.

Selanjutnya, mereka menyetting telah menemukan 19 karung ganja di salah satu perkebunan milik negara.

Namun, pada tanggal 2 Maret 2020 dilakukan penimbangan terhadap 19 karung plastik seberat 327 kilogram. (mn.09)

Komentar

News Feed