oleh

Mahasiswa Praktikum II – IKS FISIP USU Terapkan Gaya Hidup Sehat Pada Anak Taman Baca Kampung Nelayan Indah

Mitanews.Medan -Disaat pandemi Covid-19, Yeni Oktavia sebagai mahasiswi melakukan kegiatan praktikum II selama satu semester dengan menerapkan gaya hidup sehat kepada anak-anak di Taman Baca, Kampung Nelayan Indah, dengan Supervisor Randa Putra Kasea S.Sos, M. Kesos.

“Kegiatan ini dilakukan agar anak-anak bisa tetap sehat dan menjaga kebersihan di masa pandemi covid-19 dengan menerapkan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak)” tutur Yeni.

Dengan keluarnya surat edaran perihal belum bolehnya kegiatan pembelajaran tatap muka secara langsung, maka anak-anak dianjurkan untuk sekolah dirumah, dengan metode pembelajaran secara online (daring). Begitu juga anak-anak yang ada di sekitaran taman baca, mereka datang ketaman baca untuk mengikuti kegiatan yang ada di taman baca.

Taman Baca atau yang disebut sebagai Taman Segitiga adalah suatu tempat untuk meningkatkan semangat serta budaya membaca anak nelayan, sehingga dengan selalu membaca dapat membuka jendela dunia bagi kaum nelayan, khususnya para anak yang membutuhkan kecerdasan, selain asupan gizi yang mereka peroleh yang bersumber dari ikan.

Berdasarkan observasi dan assessment yang dilakukan oleh Yeni selaku mahasiswi praktikum melihat bahwa anak-anak di taman baca kurang memperhatikan kebersihan. “Banyak anak-anak disini yang kurang menjaga kebersihan, seperti datang ketaman baca belum mandi, kuku yang kurang dirawat, tidak memakai masker, tidak mencuci tangan, kurang semangat dalam proses kegiatan yang berlangsung, dan kurang menjaga kebersihan pondok belajar “ tutur Yeni.

Dari hasil observasi dan assessment tersebut, Yeni berinisiatif membuat program yang diberi nama “Menerapkan Gaya Hidup Sehat Disaat Pandemi Covid-19” yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anak-anak taman baca akan pentingnya arti kebersihan yang dimulai dari diri sendiri. Kegiatan dari program tersebut adalah :
1. Senam bersama;
2. Memberi pendidikan (edukasi) cara menjaga kebersihan tubuh;
3. Pendampingan belajar;
4. Membuat permainan (games) untuk meningkatkan kreatifitas dan kecerdasan.

Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah group work yang menjadi salah satu metode pekerjaan social untuk memperbaiki dan meningkatkan fungsi social individu. Dimana menggunakan media dan pengalaman dalam kelompok untuk membantu anak-anak dalam menemukan dan mencari solusi permasalahan yang mereka alami, agar dapat melaksanakan fungsi sosialnya secara wajar. Untuk kegiatan senam dilakukan sebelum berjalannya proses pembelajaran. Begitu juga dengan kegiatan edukasi menjaga kebersihan tubuh, Yeni berperan sebagai educator dengan menjelaskan 7 cara menjaga kebersihan diri, diantaranya: mandi, mencuci tangan, mencuci rambut, mencuci kaki, memotong kuku, memakai pakaian yang rapi, dan menyikat gigi. Setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan membagikan 1 paket sikat dan pasta gigi serta memotong kuku anak-anak yang kurang dirawat.

Untuk meningkatkan kreatifitas dan kecerdasan anak-anak, Yeni memberikan kertas origami sebagai media pembelajarannya. Kegiatan ini dilakukan agar anak-anak bisa lebih kreatif dalam menghasilkan sesuatu. “Benda yang kami hasilkan dari kreatifitas kertas origami seperti kotak pensil. Kotak pensil tersebut bisa digunakan untuk menyimpan alat tulis mereka.” Demikian Yeni menjelaskan. Untuk Games dilakukan dengan permainan Estafet Gelang.

Sebuah permainan outdoor sederhana yang akan melatih kekompakan dan kerjasama tim, kehati-hatian, kecepatan, dan kompetisi yang sportif. Dalam games ini dibagi dalam beberapa kelompok, dan kelompok yang menang akan mendapatkan hadiah dalam bentuk barang dan makanan.

Dampak yang didapat setelah berjalannya program tersebut, anak-anak di taman baca sudah mulai rajin mencuci tangan dengan baik dan benar, memakai pakaian yang rapi, kuku yang bersih, memulai aktif dan semangat selama kegiatan berlangsung. Pada tahap terminasi, Yeni melakukan perpisahan kecil-kecilan dengan anak-anak di taman baca dengan menuliskan kesan mereka terhadap praktikan selama ada di taman baca, dan terakhir praktikan memberikan bingkisan kepada anak-anak. “Saya berharap anak-anak semakin semangat untuk mengikuti kegiatan di taman baca seperti biasanya dan tidak lupa menerapkan gaya hidup sehat yang telah diajarkan dan juga terimakasih kepada Anggota Karang Taruna yang sudah membantu selama kegiatan praktikum berlangsung“ demikian Yeni menutup paparannya.

Hari terakhir dalam pelaksanaan praktikum II, Yeni memberikan sebuah kenangan kecil untuk pertinggal kepada anak-anak di taman baca yang diserahkan kepada Ketua Karang Taruna (Beni Rambe) berupa tikar untuk alas di pondok belajar, keset kaki, dan galon untuk mencuci tangan. (-SP)

Komentar

News Feed