“Logika Tanpa Logistik Dikali Nol”, Refleksi Peserta dalam Temu Pers di Pangururan
SAMOSIR.Mitanews.co.id ||
Sebuah pernyataan reflektif bernuansa satir mengemuka dalam kegiatan temu pers yang berlangsung di kawasan Pangururan, Sabtu (14/6). Kalimat tersebut datang dari salah seorang peserta kegiatan, Boris Situmorang, yang menyampaikan pandangannya mengenai hubungan antara gagasan, pelaksanaan, dan dukungan sumber daya dalam berbagai kegiatan.
Kegiatan yang digelar di lokasi pertemuan di area Gedung Foodcourt lantai 1, bawah kawasan Lamongan WFC Pangururan itu berlangsung dalam suasana diskusi dan pertukaran pandangan.
Dalam kesempatan tersebut, Boris menyampaikan sebuah ungkapan yang kemudian menarik perhatian peserta.
“Logika tanpa logistik dikalikan nol,” ujarnya.
Menurut Boris, gagasan yang baik tetap membutuhkan dukungan agar dapat diwujudkan secara nyata. Ia menilai dalam berbagai kegiatan, baik skala lokal, nasional bahkan yang disebut bertaraf internasional sekalipun, aspek pendanaan dan dukungan operasional tetap menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan.
“Setiap kegiatan tentu memiliki kebutuhan. Ide, konsep, dan semangat penting, tetapi dalam pelaksanaan tetap dibutuhkan dukungan agar tujuan kegiatan bisa berjalan dengan baik,” kata Boris.
Dengan gaya penyampaian yang santai namun penuh makna, ia menggambarkan bahwa logika dan perencanaan yang matang perlu ditopang oleh kesiapan sumber daya agar tidak berhenti hanya pada wacana.
Boris juga menyinggung pentingnya memperhatikan berbagai pihak yang terlibat dalam ekosistem kegiatan, termasuk peran insan pers di daerah.
“Apa pun bentuk kegiatannya, semua membutuhkan dukungan. Pertanyaannya kemudian, bagaimana manfaat dan ruang itu juga bisa dirasakan oleh wartawan di Samosir,” ujarnya.
Pernyataan tersebut memunculkan beragam respons dari peserta yang hadir. Sebagian menilai ungkapan tersebut sebagai pengingat bahwa keberhasilan sebuah agenda tidak hanya ditentukan oleh ide besar, tetapi juga kemampuan menghadirkan dukungan yang konkret dan terukur.
Di tengah dinamika pelaksanaan berbagai kegiatan, pesan yang ingin disampaikan terlihat sederhana: semangat dan logika tetap penting, namun keberlanjutan sebuah program juga membutuhkan kesiapan sumber daya agar tidak berhenti menjadi sekadar rencana.
Sebab pada akhirnya, gagasan yang besar akan lebih bermakna ketika dapat diwujudkan menjadi manfaat yang nyata.***
