Krisis Bio Solar Petani Sergai Terancam Gagal Panen, Pemuda Muhammadiyah Angkat Bicara
SERGAI.Mitanews.co.id ||
Iqbal Alkindi (foto) Ketua Bidang Buruh, Tani, dan Nelayan Pemuda Muhammadiyah Sumatera Utara angkat bicara atas kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Bio Solar yang terjadi belakangan ini.
Akibatnya mulai menimbulkan dampak serius terhadap sektor pertanian di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara dimana berpotensi mengganggu proses pengairan sawah dan mengancam keberhasilan musim tanam yang sedang berlangsung.
Sejumlah petani di berbagai sentra pertanian mengaku kesulitan memperoleh Bio Solar yang selama ini digunakan untuk mengoperasikan mesin pompa air.
Akibatnya, banyak lahan persawahan mengalami kekurangan pasokan air karena pompa tidak dapat beroperasi secara optimal.
Kondisi ini menjadi ancaman nyata bagi produktivitas pertanian di Sergai yang dikenal sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Sumatera Utara.
Jika permasalahan tersebut tidak segera diatasi, petani khawatir tanaman padi yang saat ini sedang memasuki masa pertumbuhan akan mengalami penurunan hasil bahkan gagal panen.
Para petani menilai kelangkaan Bio Solar telah menempatkan mereka pada situasi yang sulit.
Di satu sisi, kebutuhan air untuk lahan pertanian harus terus terpenuhi agar tanaman dapat tumbuh dengan baik.
Namun di sisi lain, keterbatasan pasokan BBM subsidi membuat mereka tidak mampu mengoperasikan pompa air secara maksimal.
Alternatif menggunakan BBM non-subsidi juga dianggap bukan solusi yang ideal. Harga yang jauh lebih tinggi dinilai akan meningkatkan biaya produksi pertanian secara signifikan.
Bagi petani dengan modal terbatas, kondisi tersebut tentu akan semakin mempersempit margin keuntungan yang diperoleh saat panen nanti.
Iqbal Alkindi, Minggu 14 Juni 2026 kepada sejumlah media mendesak pemerintah pusat maupun daerah untuk segera mengambil langkah konkret dalam mengatasi persoalan kelangkaan Bio Solar.
Menurut Iqbal, keberadaan BBM subsidi bagi sektor pertanian memiliki peran yang sangat vital dalam mendukung produktivitas pangan nasional.
Ia menegaskan bahwa pemerintah perlu memberikan perhatian serius terhadap kebutuhan para petani, terutama di tengah upaya mewujudkan program swasembada pangan yang menjadi salah satu agenda prioritas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
“Petani saat ini sangat membutuhkan perhatian pemerintah. Jangan sampai mereka kesulitan mendapatkan Bio Solar untuk mengoperasikan pompa air, sementara lahan pertanian terus mengalami kekeringan.
Jika kondisi ini terus berlanjut, maka potensi gagal panen di sejumlah wilayah Kabupaten Serdang Bedagai sangat besar terjadi pada musim tanam kali ini,” ujar Iqbal.
Ia menjelaskan bahwa ketersediaan air merupakan faktor utama dalam budidaya tanaman padi. Ketika pompa air tidak dapat beroperasi akibat keterbatasan bahan bakar, maka risiko kekeringan lahan akan semakin tinggi.
Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh petani, tetapi juga dapat memengaruhi stabilitas produksi pangan daerah.
Selain meminta pemerintah segera mengambil langkah penanganan, Iqbal juga mendorong aparat penegak hukum untuk memperketat pengawasan terhadap distribusi BBM subsidi.
Menurutnya, pengawasan yang efektif diperlukan agar penyaluran Bio Solar benar-benar tepat sasaran dan dapat dinikmati oleh kelompok masyarakat yang berhak, termasuk petani.
“Kami meminta pihak kepolisian untuk memberikan perhatian khusus terhadap distribusi solar subsidi.
Jangan sampai BBM yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kecil dan petani justru menjadi ladang keuntungan bagi para mafia BBM subsidi.
Jika pengawasan lemah, maka yang menjadi korban adalah para petani yang saat ini sedang berjuang menjaga ketahanan pangan daerah,” tegasnya.
Lebih lanjut, Iqbal berharap pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi Bio Solar, khususnya di wilayah-wilayah sentra pertanian yang sangat bergantung pada pasokan BBM untuk kebutuhan pengairan sawah.
Menurutnya, keberhasilan program swasembada pangan tidak hanya ditentukan oleh kerja keras petani di lapangan, tetapi juga membutuhkan dukungan nyata dari pemerintah dalam menjamin ketersediaan berbagai sarana produksi pertanian.
Salah satu kebutuhan yang tidak dapat diabaikan adalah pasokan BBM subsidi yang menjadi urat nadi operasional pompa air di lahan pertanian.
Di tengah tantangan yang dihadapi sektor pertanian saat ini, para petani berharap pemerintah dapat segera menghadirkan solusi konkret sebelum dampak yang lebih besar terjadi.
Pasalnya, jika kelangkaan Bio Solar terus berlanjut dan pengairan sawah terganggu dalam waktu yang lama, bukan hanya petani yang merugi, tetapi juga ketahanan pangan daerah dapat ikut terancam.
Dengan luas areal persawahan yang menjadi salah satu penopang produksi beras di Sumatera Utara, Serdang Bedagai membutuhkan perhatian serius agar persoalan kelangkaan Bio Solar tidak berkembang menjadi krisis pertanian yang berujung pada menurunnya hasil panen dan terganggunya pasokan pangan masyarakat.
Pemerintah, aparat penegak hukum, serta seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat bersinergi untuk memastikan kebutuhan petani terpenuhi demi menjaga keberlanjutan sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional.***
Baca Juga :
Wali Kota Binjai Hadiri Sertijab Danyon Arhanud 11/WBY, Tekankan Penguatan Sinergi dengan Pemerintah Daerah















