Syahrul Pasaribu: Pengajian BKMT Bukan Sekadar Ceramah, tetapi Pilar Pembinaan Umat dan Pemberdayaan Ekonomi
TAPSEL.Mitanews.co.id ||
Mantan Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) dua periode, H. Syahrul M. Pasaribu, menegaskan bahwa pengajian yang digelar Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) memiliki fungsi strategis sebagai benteng moral masyarakat.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi ruang memperdalam ilmu agama, tetapi juga sarana memperkuat persatuan umat, membangun karakter, serta mendorong kemandirian ekonomi jamaah.
Pernyataan itu disampaikan Syahrul saat menghadiri Pengajian Rutin BKMT Kabupaten Tapanuli Selatan di Kampung Dolok, Desa Pardomuan, Kecamatan Arse, Ahad (28/6/2026).
Kehadiran pendiri BKMT Tapsel itu disambut hangat oleh ratusan jamaah yang telah memadati lokasi sejak pagi. Suasana penuh keakraban pun tercipta ketika Syahrul menyapa dan bersalaman dengan para jamaah yang telah lama mengenalnya.
Dalam sambutannya, Syahrul mengingatkan bahwa majelis taklim tidak boleh dipandang hanya sebagai tempat mendengarkan ceramah agama.
Menurutnya, pengajian merupakan wadah pembinaan umat yang berperan membentuk akhlak, mempererat silaturahmi, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menumbuhkan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.
"Pengajian bukan hanya tempat mendengarkan ceramah agama. Di sinilah kita belajar, saling mengingatkan dalam kebaikan, mempererat silaturahmi, memperkuat ukhuwah Islamiyah, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama," kata Syahrul.
Sebagai pendiri BKMT Kabupaten Tapanuli Selatan pada 2011, Syahrul mengaku bangga karena organisasi yang dibangunnya tetap bertahan dan berkembang hingga sekarang.
Ia memberikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan anggota BKMT yang dinilai tetap kompak dan istiqamah melaksanakan berbagai program pembinaan keagamaan selama lebih dari satu dekade.
Syahrul menjelaskan, sejak awal BKMT dibentuk dengan tujuan memperluas wawasan keagamaan masyarakat, meningkatkan kualitas iman dan takwa (Imtaq), serta mempererat hubungan silaturahmi antara masyarakat maupun dengan pemerintah.
Menurut Bupati Tapsel periode 2010–2015 dan 2016–2021 itu, tujuan tersebut tetap relevan untuk menjawab tantangan sosial yang semakin kompleks.
Syahrul juga mengapresiasi konsistensi BKMT Kabupaten Tapanuli Selatan dan BKMT Kecamatan Arse yang terus menggelar pengajian akbar setiap bulan.
Baginya, keberlanjutan kegiatan tersebut menjadi bukti nyata komitmen organisasi dalam menjaga syiar Islam dan membina umat secara berkesinambungan.
Selain menekankan pentingnya pembinaan spiritual, Syahrul mengajak seluruh anggota BKMT untuk terus memperkuat kemandirian ekonomi.
Ia menilai organisasi keagamaan akan semakin kokoh apabila memiliki program pemberdayaan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Syahrul menyerahkan iuran sebesar Rp3,5 juta sebagai anggota kehormatan Koperasi Mawaddah Amaliyah Akbar BKMT Arse.
Koperasi yang saat ini memiliki kas sekitar Rp650 juta tersebut diharapkan terus berkembang menjadi wadah pemberdayaan ekonomi berbasis semangat gotong royong.
Penyerahan iuran itu mendapat apresiasi dari pengurus BKMT dan pengelola koperasi. Mereka menilai Syahrul selalu konsisten memenuhi kewajibannya setiap menghadiri pengajian akbar BKMT Arse.
Dukungan tersebut dinilai menjadi motivasi bagi anggota untuk terus mengembangkan koperasi sebagai instrumen peningkatan kesejahteraan jamaah.
Pengajian rutin tersebut dihadiri ratusan jamaah dari berbagai desa di Kecamatan Arse. Selain diisi pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan tausiyah, kegiatan juga menjadi wadah mempererat hubungan antara ulama, tokoh masyarakat, pemerintah, dan anggota BKMT.
Di akhir sambutannya, Syahrul berharap BKMT terus menjadi benteng moral masyarakat, memperkuat persatuan umat, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan kehidupan yang religius, harmonis, dan sejahtera.
Ia kemudian mengajak seluruh jamaah mengumandangkan Shalawat Badar, yang menggema dengan khidmat di lokasi pengajian.
Turut hadir dalam kegiatan itu Wakil Bupati Tapanuli Selatan Jafar Syahbuddin Ritonga, Anggota DPRD Tapsel Mhd. Rawi Ritonga, Camat Arse Partahian, para lurah dan kepala desa se-Kecamatan Arse, serta para ulama dan tokoh masyarakat.***




















