oleh

Dari Tanah Samosir, Hanura Menyalakan Asa: “Rakyat Tidak Boleh Hanya Menjadi Penonton di Negeri Sendiri”

-Politik-143 views

Dari Tanah Samosir, Hanura Menyalakan Asa: “Rakyat Tidak Boleh Hanya Menjadi Penonton di Negeri Sendiri”

SAMOSIR.Mitanews.co.id ||


Dari tepian Danau Toba, semangat baru Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) mulai dikobarkan. Musyawarah Cabang (Muscab) Hanura Kabupaten Samosir Tahun 2026 tidak sekadar memilih ketua baru, tetapi menjadi panggung lahirnya komitmen untuk membangun politik yang lebih dekat dengan denyut kehidupan masyarakat.

Forum yang berlangsung di Hotel Sitiotio, Pangururan, Sabtu (4/7/2026), secara resmi menetapkan Freddy Lamhot P. Situmorang, S.H., M.H. sebagai Ketua DPC Hanura Kabupaten Samosir.

Di bawah kepemimpinannya, Hanura menargetkan penguatan organisasi hingga ke sembilan kecamatan, seluruh desa, dan kelurahan sebagai langkah awal membangun kembali kepercayaan masyarakat.

Bagi Freddy, partai politik tidak cukup hanya hadir menjelang pemilihan umum. Kehadiran partai harus dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

> "Kalau rakyat haus akan harapan, Hanura harus datang membawa setetes air yang menyegarkan. Kalau rakyat menghadapi kesulitan hidup, Hanura harus ikut mencari jalan keluarnya. Politik tidak boleh berhenti pada pidato dan janji, tetapi harus hadir dalam tindakan yang nyata," ujarnya.

Ia menilai masyarakat membutuhkan politik yang memberi solusi, bukan sekadar mempertajam perbedaan.

Menurutnya, rakyat harus ditempatkan sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar objek yang dicari ketika musim pemilu tiba.

> "Kami ingin menghadirkan politik yang mendengar sebelum berbicara, bekerja sebelum meminta dukungan, dan hadir sebelum dipanggil. Rakyat tidak boleh hanya menjadi penonton di negeri sendiri. Mereka harus menjadi bagian dari setiap proses pembangunan," tegas Freddy.

Komitmen tersebut mendapat dukungan dari Ketua DPD Hanura Sumatera Utara El Adrian Shah, yang menilai Muscab menjadi momentum penting untuk mengonsolidasikan kekuatan partai di Kabupaten Samosir.

Menurutnya, Hanura pernah memiliki keterwakilan di DPRD Kabupaten Samosir. Karena itu, seluruh kader didorong bekerja lebih keras agar kepercayaan masyarakat dapat diraih kembali melalui kerja politik yang konsisten dan dekat dengan kebutuhan rakyat.

Dengan mengusung semangat "Bangkit – Jaya – Menang", kepengurusan baru Hanura Kabupaten Samosir menargetkan tidak hanya memperkuat struktur organisasi, tetapi juga membangun budaya politik yang lebih terbuka, partisipatif, dan responsif terhadap aspirasi masyarakat.

Bagi Freddy, kemenangan yang sesungguhnya bukan hanya bertambahnya kursi di parlemen, melainkan ketika masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari kehadiran partai politik.

> "Kami ingin Hanura menjadi rumah perjuangan rakyat. Tempat lahirnya gagasan, tempat menyampaikan keluhan, dan tempat mencari solusi. Jika rakyat percaya, kami akan menjaganya dengan kerja. Jika rakyat memberi amanah, kami akan menjawabnya dengan pengabdian," katanya.

Di akhir penyampaiannya, Freddy mengajak seluruh kader meninggalkan politik yang hanya mengejar kekuasaan dan mulai membangun politik yang berakar pada pelayanan.

"Mari kita hadir bukan hanya membawa bendera partai, tetapi juga membawa harapan. Sebab ketika rakyat merasa didengar, dihargai, dan diperjuangkan, di situlah politik menemukan makna yang sesungguhnya."

Dari Samosir, Hanura memulai langkah baru dengan sebuah cita-cita: menghadirkan politik yang tidak sekadar berbicara tentang kemenangan, tetapi tentang bagaimana harapan rakyat dapat tumbuh, didengar, dan diperjuangkan bersama.***

Baca Juga :
PWI Sibolga – Tapteng Hadiri Family Gathering PWI Sumut di Objek Wisata Jona Garden Langkat, Diikuti 1.250 Peserta

News Feed