oleh

Dari Tepian Danau Toba, Nainggolan Mengirim Pesan: “Kami Siap Bangkit Lewat Ipen Solu Bolon”

-Daerah-323 views

Dari Tepian Danau Toba, Nainggolan Mengirim Pesan: “Kami Siap Bangkit Lewat Ipen Solu Bolon”

SAMOSIR.Mitanews.co.id ||


Di tengah geliat pembangunan pariwisata kawasan Danau Toba, masyarakat Kecamatan Nainggolan mulai menyuarakan tekad untuk mengambil bagian. Bukan dengan sekadar menunggu, melainkan dengan menghadirkan sebuah gagasan yang lahir dari semangat gotong royong: Ipen Solu Bolon atau perlombaan Dragon Boat sebagai agenda tahunan masyarakat.

Bagi warga, gagasan ini bukan sekadar menyelenggarakan sebuah festival. Lebih dari itu, Ipen Solu Bolon dipandang sebagai simbol kebangkitan Kecamatan Nainggolan, sekaligus upaya memperkenalkan potensi wisata, budaya, dan ekonomi lokal kepada khalayak yang lebih luas.

Gagasan tersebut disampaikan tokoh masyarakat Benhad Lumban Siantar kepada wartawan di Pangururan, Sabtu (11/7/2026).

Menurut Benhad, keinginan itu lahir dari diskusi bersama masyarakat, para kepala desa, tokoh adat, generasi muda, sejumlah wakil rakyat di DPRD Kabupaten Samosir, hingga putra-putri Nainggolan yang kini menetap di berbagai daerah perantauan.

> "Kami ingin menjadi bagian dari kemajuan pariwisata Samosir. Nainggolan memiliki potensi yang besar. Sudah saatnya potensi itu diperkenalkan melalui kegiatan yang lahir dari semangat masyarakat sendiri," ujarnya.

Ia mengatakan, selama ini warga merasakan perlunya ruang yang lebih luas untuk memperkenalkan potensi Kecamatan Nainggolan sebagai bagian dari kawasan Danau Toba. Karena itu, masyarakat bersepakat membangun sebuah gerakan yang mampu menyatukan seluruh elemen, mulai dari pemerintah desa, tokoh masyarakat, pemuda, hingga perantau.

Menurut Benhad, pembangunan tidak selalu harus dimulai dari proyek besar. Sebuah ide yang lahir dari kebersamaan dapat menjadi awal perubahan apabila mendapat dukungan semua pihak.

"Kami tidak datang membawa keluhan semata. Kami datang membawa gagasan. Kami percaya kemajuan daerah akan lebih cepat terwujud apabila masyarakat dan pemerintah berjalan seiring," katanya.

Ia berharap Ipen Solu Bolon tidak hanya menjadi ajang olahraga air, tetapi juga menjadi panggung bagi seni, budaya, kuliner, produk UMKM, dan kreativitas generasi muda Nainggolan. Dengan demikian, manfaatnya tidak berhenti pada sebuah perlombaan, melainkan mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat.

Benhad juga mengajak seluruh putra-putri Nainggolan di perantauan untuk ikut berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing.

> "Kami memohon dukungan seluruh keluarga besar Nainggolan di mana pun berada. Kampung halaman membutuhkan perhatian, gagasan, dan kebersamaan. Jika kita bersatu, saya yakin Nainggolan akan tumbuh menjadi salah satu tujuan wisata yang membanggakan," ujarnya.

Apabila mendapat dukungan dari berbagai pihak, masyarakat berharap Ipen Solu Bolon dapat ditetapkan sebagai agenda tahunan Kecamatan Nainggolan. Selain memperkuat identitas budaya lokal, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperluas pemerataan manfaat sektor pariwisata di Kabupaten Samosir.

Bagi warga Nainggolan, kebangkitan tidak selalu dimulai dari langkah besar. Terkadang, perubahan lahir dari sebuah gagasan sederhana yang dipelihara dengan semangat persatuan, gotong royong, dan kecintaan terhadap kampung halaman.

Kini, harapan itu mulai didayung bersama. Dari tepian Danau Toba, Nainggolan mengirimkan pesan bahwa masyarakatnya siap menjadi bagian dari masa depan pariwisata Samosir yang lebih inklusif, lebih merata, dan lebih menyejahterakan.***

Baca Juga :
Ketika Filosofi “Cobra” Bertemu Visi Rico Waas: Membangun Kemitraan Pers Sehat dan Mencerdaskan

News Feed