Mengapa Rico Waas Ingin “Cobra” Jadi Label PWPM? Ada Pesan Besar di Balik Julukan Edison Ginting
MEDAN.Mitanews.co.id ||
Ada sesuatu yang menarik ketika sebuah julukan pribadi mulai ditarik ke wilayah yang lebih luas: menjadi karakter sebuah organisasi.
Itulah yang terjadi ketika Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memberi makna khusus terhadap julukan “Cobra” yang melekat pada Ketua Persatuan Wartawan Pemko Medan (PWPM), Muhammad Edison Ginting.
Rico Waas bahkan berharap “Cobra” membawa semangat kejelian, kelenturan, dan kekuatan bagi PWPM. Pernyataan itu disampaikan ketika membuka Rapat Kerja Pertama PWPM periode kepengurusan 2026–2029 di Hotel Madani Medan, Rabu (19/8/2026).
Di titik ini, “Cobra” tidak lagi sekadar nama panggilan seorang ketua organisasi wartawan. Ia mulai diposisikan sebagai label karakter yang diharapkan melekat pada seluruh jajaran PWPM.
Bagi sebuah organisasi, label memang bukan perkara sepele. Label yang positif dapat menjadi identitas sekaligus standar perilaku. Ia memberi arah tentang seperti apa sebuah organisasi ingin dikenal, bagaimana pemimpinnya bekerja, dan nilai apa yang hendak diwariskan kepada anggotanya.
*Rico Waas tampaknya menangkap peluang itu*.
Ia berharap wartawan yang tergabung dalam PWPM bukan wartawan biasa, melainkan wartawan yang hebat, profesional, jeli, cermat, serta mampu menghasilkan karya yang memberi manfaat setidaknya kepada tiga pihak: Pemerintah Kota Medan, masyarakat Kota Medan, dan masyarakat yang lebih luas hingga tingkat nasional bahkan internasional.
Pesan tersebut menarik karena wali kota tidak menempatkan pers hanya sebagai penyampai keberhasilan pemerintah. Sebaliknya, ia membuka ruang bagi kritik konstruktif yang berbasis fakta, disertai saran dan pendapat untuk perbaikan.
Dalam perspektif demokrasi, sikap demikian penting. Pemerintahan yang sehat tidak membutuhkan pers yang hanya memuji.
Pemerintahan membutuhkan pers yang mampu melihat persoalan dari berbagai sisi dan berani mengingatkan ketika sebuah kebijakan membutuhkan koreksi.
Di sinilah filosofi “Cobra” yang selama ini kita bedah menemukan makna baru.
(*Ketajaman)*
Cobra bukan simbol untuk menakut-nakuti. Ia dapat dimaknai sebagai ketajaman membaca keadaan, kewaspadaan, kelenturan menghadapi perubahan, sekaligus kekuatan untuk mempertahankan prinsip. Dalam dunia jurnalistik, karakter tersebut harus diterjemahkan menjadi ketelitian melakukan verifikasi, keberanian mengungkap fakta, dan kedisiplinan memegang etika profesi.
Lebih jauh, Rico Waas memberikan tantangan yang menarik: PWPM diharapkan melahirkan wartawan penulis.
Bukan sekadar menulis berita kegiatan, tetapi menghasilkan artikel, analisis, dan karya jurnalistik bermutu yang menggugah masyarakat untuk memahami serta berpartisipasi dalam pembangunan.
Medan menyediakan bahan yang hampir tidak ada habisnya. Sejarah kota, budaya, perkembangan ekonomi, kuliner, kehidupan sosial, pelayanan publik hingga dinamika pembangunan dapat menjadi bahan karya jurnalistik yang memperkaya wawasan masyarakat.
Jika gagasan itu benar-benar diwujudkan, maka “Cobra” tidak berhenti sebagai label. Ia berubah menjadi etos kerja jurnalistik.
Keistimewaan lain Raker pertama PWPM kali ini adalah gagasan pemberian apresiasi kepada anak-anak wartawan yang berprestasi, yang diserahkan langsung oleh Rico Waas. Ini memperlihatkan bahwa organisasi wartawan tidak hanya berbicara tentang profesi, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan dan kekeluargaan.
Pada akhirnya, tantangan Muhammad Edison Ginting justru semakin besar. Jika “Cobra” telah diberi makna oleh wali kota sebagai identitas PWPM, maka tugas berikutnya adalah membuktikannya melalui karya.
Sebab label terbaik bagi organisasi pers bukanlah nama yang terdengar hebat, melainkan karya jurnalistik yang tajam, objektif, mencerdaskan, dan bermanfaat bagi publik.
Dan mungkin itulah pesan paling dalam dari “Cobra” Rico Waas: PWPM jangan menjadi wartawan biasa. Jadilah wartawan yang punya karakter, karya, dan keberanian untuk membuat pemerintah lebih baik, masyarakat lebih cerdas, dan Kota Medan lebih hebat.( Zulfikar Tanjung bersertifikat wartawan utama dewan pers)***
Baca Juga :
Perkuat Sinergi, Wali Kota Terima Kunjungan Kepala Kejari Sibolga yang Baru
