Wali Kota Sibolga Pimpin Apel Gabungan Evaluasi Kinerja Tahunan PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin Pegawai dan Bebas Pungli
SIBOLGA.Mitanews.co.id ||
Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazry Penarik, memimpin Apel Pagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Sibolga.
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Simare-mare, Kota Sibolga, pada Kamis (20/08/2026) pagi tersebut, menjadi momentum pembinaan sekaligus penguatan kedisiplinan dan integritas aparatur, sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri PANRB Nomor 9 Tahun 2026 tentang PPPK Paruh Waktu.
Apel gabungan tersebut diikuti oleh seluruh PPPK Paruh Waktu di lingkungan Pemko Sibolga, yang terdiri atas tenaga teknis, tenaga pendidik (guru), dan tenaga kesehatan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Sibolga, Pantas Maruba Lumban Tobing, Sekretaris Daerah Kota Sibolga, Drs. Herman Suwito, M.M., para Asisten dan Staf Ahli Wali Kota, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta para Camat dan Lurah se-Kota Sibolga.
Dalam arahannya, Wali Kota menegaskan bahwa proses evaluasi kinerja tahunan merupakan sebagai salah satu syarat perpanjangan Surat Keputusan (SK) bagi 846 pegawai PPPK Paruh Waktu di lingkungan Pemko Sibolga yang harus dilaksanakan secara transparan dan tanpa pungutan biaya (pungli).
Selain itu, Wali Kota juga mengingatkan seluruh pegawai maupun pimpinan perangkat daerah agar tidak mempercayai pihak yang mengaku dapat membantu proses perpanjangan SK tersebut dengan imbalan tertentu.
“Saya pastikan pada saat evaluasi perpanjangan SK PPPK Paruh Waktu, tidak ada pengutipan atau pungutan satu rupiah pun. Jika terbukti ada yang memberikan uang kepada oknum tertentu untuk memperpanjang SK, walaupun kinerjanya baik, saya yang akan langsung memberhentikannya. Begitu juga pimpinannya, akan kita evaluasi dan minta Inspektorat untuk memeriksa,” tegas Wali Kota.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga membagikan pengalamannya yang pernah mengawali karier sebagai pegawai honorer dan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).
Pengalaman tersebut disampaikannya untuk memotivasi para PPPK Paruh Waktu agar memanfaatkan kesempatan bekerja dengan penuh tanggung jawab, menjaga etika profesi, serta menunjukkan dedikasi dan kinerja terbaik tanpa bergantung pada dukungan atau “backing” dari pihak tertentu.
Selain menekankan integritas, Wali Kota juga menggarisbawahi sejumlah hal penting terkait kedisiplinan dan kesejahteraan pegawai.
Pertama, peningkatan status dan kesejahteraan pegawai. Pemko Sibolga terus berupaya memperjuangkan peningkatan kesejahteraan aparatur, termasuk mengawal kebijakan pemerintah pusat terkait peluang peningkatan status PPPK Paruh Waktu menjadi PPPK penuh waktu sesuai ketentuan yang berlaku.
Kedua, kedisiplinan selama jam kerja. Seluruh pegawai diminta mematuhi ketentuan jam kerja dan tidak berada di warung, kafe, maupun tempat lainnya untuk nongkrong atau sarapan pada saat jam kerja. Pembelian makanan dan minuman diperbolehkan sepanjang dibawa kembali ke kantor untuk dikonsumsi di tempat kerja.
Ketiga, penguatan pembinaan kerohanian. Para pegawai diimbau aktif mengikuti program pembinaan mental dan spiritual yang dilaksanakan oleh Pemko Sibolga, seperti Salat Dzuhur berjama'ah bagi ASN beragama Islam serta pendalaman Alkitab bagi ASN beragama Kristen.
Menutup arahannya, Wali Kota Sibolga mengajak seluruh aparatur Pemko Sibolga untuk menjaga integritas, meningkatkan kedisiplinan, serta mematuhi ketentuan jam kerja, dan memberikan pelayanan publik secara optimal.
“Bekerjalah dengan baik, jaga integritas dan disiplin. Jangan mencari-cari backing. Tunjukkan bahwa kita mampu bekerja dan memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat,” pesan Wali Kota.
Melalui apel tersebut, Pemko Sibolga menegaskan komitmennya untuk membangun aparatur yang berintegritas, disiplin, profesional, serta berorientasi pada pelayanan publik demi mendukung kemajuan Kota Sibolga.***
Baca Juga :
Mengapa Rico Waas Ingin “Cobra” Jadi Label PWPM? Ada Pesan Besar di Balik Julukan Edison Ginting




















