oleh

Alexander Sinulingga Gaspol Buktikan Komitmen Pendidikan Gratis Bobby Nasution

-Daerah-10 views

Alexander Sinulingga Gaspol Buktikan Komitmen Pendidikan Gratis Bobby Nasution

Oleh Ir Zulfikar Tanjung

Mitanews.co.id ||
Temu pers yang difasilitasi Kepala Diskominfo Sumut Erwin Hotmansah Harahap, dipandu Kabid IKP Porman Mahulae, Rabu (16/9/2026), membuka cakrawala optimisme pendidikan Sumut.

Ini menggambarkan komitmen politik dalam pembangunan pendidikan pada akhirnya tidak cukup diukur dari pidato dan janji.

Ukuran sesungguhnya adalah seberapa jauh kebijakan diterjemahkan menjadi program yang dirasakan siswa, orang tua, guru dan sekolah.

Di titik inilah perhatian kini tertuju kepada Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara Alexander Sinulingga. Program Unggulan Bersekolah Gratis (PUBG), sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution, telah memasuki tahap yang menuntut kerja lebih cepat, terukur dan terbuka.

Gambaran mengenai progres itu disampaikan bukan oleh Alexander Sinulingga secara langsung, melainkan melalui Sekretaris Dinas Pendidikan Sumut Terang Dewi Susanti Ujung dalam temu pers di Kantor Gubernur Sumut, Rabu (16/9/2026). Data yang dipaparkan cukup konkret: Rp49,533 miliar telah disalurkan kepada 293 SMA, SMK dan SLB Negeri di 10 kabupaten/kota, dengan penerima manfaat 104.426 siswa.

Angka tersebut tentu penting. Namun, bagi Alexander Sinulingga, angka hanyalah titik awal. Tantangan berikutnya adalah memastikan uang negara benar-benar berubah menjadi akses pendidikan yang lebih ringan dan layanan sekolah yang lebih baik.

Terang menjelaskan, Disdik Sumut melakukan pendampingan mulai dari penyusunan rencana kegiatan sekolah, penginputan, pencairan hingga pengawasan. Program mulai efektif pada Oktober 2026 dan dirancang diperluas secara bertahap hingga 2029.

Di sinilah komitmen Alexander Sinulingga perlu “gaspol” dalam pengertian kerja nyata: memastikan implementasi tidak tersendat, informasi mudah diakses publik, sekolah memahami mekanisme, dan pengawasan berjalan dari tingkat provinsi hingga satuan pendidikan.

Apalagi PUBG tidak berdiri sendiri. Pada hari yang sama, Disdik Sumut juga memaparkan percepatan rehabilitasi 187 ruang kelas, pembangunan 120 ruang kelas baru, SMA Unggulan Sukma Nias, serta pemenuhan listrik dan internet di seluruh SMA, SMK dan SLB Negeri.

Dengan demikian, agenda Alexander Sinulingga bukan sekadar mengawal sekolah gratis. Ia harus mengintegrasikan pembebasan biaya, kualitas sarana, konektivitas digital dan mutu pembelajaran dalam satu ekosistem pendidikan.

Rencana perluasan PUBG hingga 2029 juga menuntut konsistensi. Kepulauan Nias dan daerah terdampak bencana menjadi tahap awal, kemudian cakupan diperluas secara bertahap ke wilayah lain. Dokumen perencanaan Sumut memang menempatkan PUBG sebagai program pendidikan yang diperluas bertahap sampai 2029.

Maka, saatnya Alexander Sinulingga membuktikan komitmennya melalui kerja yang dapat dilihat, data yang dapat diperiksa dan hasil yang dapat dirasakan.

Bila itu berjalan konsisten, konferensi pers tidak berhenti sebagai penyampaian angka. Ia menjadi laporan pertanggungjawaban publik tentang bagaimana sebuah gagasan diterjemahkan menjadi perubahan di ruang kelas.(penulis bersertifikat wartawan utama dewan pers)***

Baca Juga :
4 Orang Pria Diamankan Polisi, Satu disebut berprofesi sebagai wartawan; penyidik didorong menelusuri kemungkinan adanya pihak lain

News Feed