Merah Putih Dipasang, Amanah Dipertanyakan: 65 Bendera Menyentil Integritas Pejabat Samosir
SAMOSIR.Mitanews.co.id ||
Ada cara berbeda untuk mengingatkan tentang kemerdekaan di tengah rapat paripurna HUT ke-81 Republik Indonesia di Kabupaten Samosir.
Jumat (14/8/2026), sejumlah wartawan memilih tidak sekadar meliput jalannya agenda kenegaraan. Mereka bergerak dari satu kendaraan ke kendaraan lainnya, membagikan bendera Merah Putih kepada kendaraan pejabat pemerintah dan anggota DPRD yang belum memasangnya.
Lokasinya di sekitar Kantor DPRD Kabupaten Samosir, Parbaba, Kecamatan Pangururan.
Sedikitnya 65 lembar bendera dibagikan. Ketua Trisula Integritas, Boris Situmorang, S.H., menyebut kegiatan itu sebagai bentuk kepedulian sekaligus pengingat sederhana menjelang peringatan kemerdekaan.
Tidak ada panggung.
Tidak ada pengeras suara.
Tidak ada aksi massa.
Hanya bendera Merah Putih yang berpindah dari tangan wartawan ke kendaraan para pejabat.
Namun, di balik kesederhanaan itu terselip pesan yang lebih dalam.
Bendera sebagai Pengingat Amanah
Boris mengatakan, semangat kemerdekaan seharusnya tidak berhenti pada upacara, rapat paripurna, maupun pemasangan bendera sebagai simbol seremonial.
Menurutnya, generasi sekarang perlu kembali mengingat daya juang para pendahulu yang merebut dan mempertahankan kemerdekaan dengan pengorbanan.
“Kita harus memiliki daya juang dengan mengingat perjuangan orang tua kita. Sekarang, ketika sudah menjadi abdi negara, jangan sampai semangat itu justru menurun,” kata Boris.
Ia menyinggung posisi aparatur dan pejabat negara yang pada dasarnya memperoleh fasilitas serta menjalankan tugas melalui sistem yang dibiayai dari kontribusi masyarakat.
Karena itu, menurut Boris, semakin besar amanah yang diterima, semakin besar pula tuntutan terhadap integritas.
“Negara hadir karena perjuangan orang-orang terdahulu. Negara juga hadir membentuk pegawainya. Kalau kemudian integritas dalam bernegara mulai dipertanyakan, tentu menjadi pertanyaan yang perlu dievaluasi,” ujarnya.
DPRD Juga Tak Luput
Aksi berbagi bendera tersebut tidak hanya menyasar kendaraan pejabat Pemerintah Kabupaten Samosir.
Beberapa kendaraan anggota DPRD Kabupaten Samosir juga mendapat bendera karena belum memasang Merah Putih.
Sejumlah kendaraan yang berada di kawasan Kantor DPRD menjadi bagian dari sasaran pembagian tersebut.
Bagi para wartawan, pesan yang ingin disampaikan sederhana: Merah Putih adalah simbol negara, tetapi menghormatinya tidak berhenti pada kain yang berkibar.
Ada tanggung jawab yang lebih besar di baliknya.
Integritas.
Pengabdian.
Kejujuran.
Dan kesetiaan terhadap amanah rakyat.
Kapolsek: Halus, Tetapi Mengena
Kapolsek Pangururan memberikan apresiasi terhadap cara yang dipilih para wartawan.
Menurutnya, kegiatan tersebut menarik karena tidak disampaikan melalui aksi keras ataupun konfrontasi.
“Ini sangat menarik dan menggugah hati. Caranya halus, tetapi pesannya menusuk,” ujar Kapolsek.
Pernyataan itu menggambarkan bagaimana sebuah tindakan sederhana dapat membawa pesan sosial yang kuat.
Sebab, ketika sebuah kendaraan pejabat ditempeli Merah Putih, yang sebenarnya sedang dipasang bukan hanya simbol negara.
Ada sebuah pertanyaan yang ikut menyertainya:
Sejauh mana semangat kemerdekaan itu hadir dalam pelaksanaan tugas dan amanah yang diemban?
HUT ke-81 RI akhirnya tidak hanya menjadi momentum mengenang masa lalu.
Di halaman Kantor DPRD Samosir, Merah Putih menjadi cara para wartawan mengetuk kesadaran—tanpa gaduh, tanpa menghakimi.
65 bendera dibagikan.
65 kali pula sebuah pesan disampaikan:
Kemerdekaan diperoleh dengan perjuangan.
Jabatan diperoleh dengan kepercayaan.
Dan kepercayaan rakyat hanya akan tetap berdirijika dijaga dengan integritas.
Merah Putih boleh berkibar di kendaraan.
Tetapi merah putih yang sesungguhnya
harus terlebih dahulu berkibar di dalam hati mereka yang mengaku sebagai abdi negara.***
Baca Juga :
Bupati Nias Buka Kegiatan Perkemahan Pramuka




















