oleh

Asren Nasution Berulang Titikkan Air Mata di Hadapan Guru Senior : “Guru tidak akan Tergantikan”

-Daerah-639 views


Asren Nasution Berulang Titikkan Air Mata di Hadapan Guru Senior : “Guru tidak akan Tergantikan”

 
MEDAN.Mitanews.co.id ||


Kepala Dinas Pendidikan Sumut Dr H Asren Nasution MA berulang menitikkan air mata di hadapan sejumlah guru senior pada Syukuran dan Doa untuk Guru Pahlawan Bangsaku, Selasa 28 November 2023.

Acara ini intinya silaturrahmi, mempertemukan para guru senior dengan guru-guru saat ini.

“Guru tidak akan tergantikan,” kata Asren sembari menyeka air mata pada acara dengan Ketua Panitia Drs Yeddy Efendi Sipayung MPd, Kabid GTK.

            Setelah beberapa guru senior menyampaikan nasihat, pesan dan harapan, antara lain Prof Dr Usman Pelly (89 tahun), Prof Dr HM Hatta dan Ibu R Sitorus (84 tahun, mantan guru SMAN 1 Medan), Asren Nasution mengaku semua itu sangat penting untuk introspeksi bagi dirinya maupun seluruh guru saat ini.

Para pejabat Dinas Pendidikan, kepala cabang, kepala sekolah maupun para guru yang hadir tampak tekun mendengarkan pesan guru-guru senior itu.

Mereka mengaku bangga atas komitmen para guru tempo dulu yang dalam serba keterbatasan mampu menghasilkan peserta didik menjadi orang-orang hebat saat ini.

Suasana acara di halaman kantor dinas di Jalan Cik Ditiro Medan tersebut benar-benar bermakna.

Hadir juga antara lain Al Ustadz KH Zulfikar Hajar Lc, Ustadz Dr H Amhar Nasution MA dan Ustadz Buya KH Amiruddin MS.

            Para guru senior intinya menyatakan para guru sekarang patut bersyukur karena berbagai fasilitas termasuk kesejahteraan guru dewasa ini sudah sangat baik dibanding guru masa lalu.

Bahkan Prof Usman Pelly mengisahkan saat itu sangat kepingin membeli sepatu ‘branded’ yang bagus, namun tidak mampu. “Syukur lah kemudian sepatu Impian saya itu dibelikan oleh anak saya setelah saya tua. Namun anak saya bisa membelikan sepatu itu karena anak saya sudah menjabat salah satu Dirjen,” tuturnya.

            Begitu juga Ibu R Sitorus yang pada acara serangkaian Hari Guru ini mendapat aplus luar biasa.

Katanya Ketika awal-awal dia menjadi guru di SMAN 1 Medan bisa dibilang tidak mengenal beras bagus. Cukup lama mereka hanya makan beras catu bahkan tidak jarang makan campur jagung.

“Sekarang guru sudah Sejahtera. Hanya yang tidak boleh berbeda adalah semangat dan komitmen kita mengabdi menjadi guru untuk keberhasilan murid kita selaku generasi penerus,” ujar Ibu R Sitorus yang muridnya sudah banyak menjadi orang hebat dan jenderal antara lain Letnan Jenderal TNI (Purn) Edy Rahmayadi dan Letjen TNI (Purn) Rizal Nurdin yang kedua kemudian menjabat Gubernur Sumut.

            Prof Dr Usman Pelly dan Prof HM Hatta juga menyatakan yang tidak boleh berubah adalah komitmen menjadi guru adalah pengabdian tanpa pamrih. Bukan soal gaji dan lainnya.

Keduanya menyatakan Bahagia dan bangga apabila muridnya kemudian menjadi orang hebat dan jauh lebih hebat dibanding diri mereka. Ini lah kebahagiaan hakiki seorang guru, menyaksikan muridnya menjadi orang yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.

            Kadis Pendidikan Sumut Dr H Asren Nasution MA menanggpi semua nasihat tersebut menyatakan benar-benar terharu.

Bahkan ketika menanggapi pesan-pesan Prof HM Hatta yang merupakan gurunya, Asren Nasution tak kuasa menahan haru.

Dengan suara terbata-bata beliau menyatakan terima kasih atas jasa Prof HM Hattta yang pernah mendidik dan membimbingnya.

“Sesungguhnya Bapak Prof M Hatta lah yang menemukan saya, beliau lah yang menemukan jati diri saya. Prof Hatta adalah asli guru walau pada ujungnya beliau adalah seorang professor. Beliau menemukan saya dari titik nol, dari seorang anak tamatan Aliyah swasta yang sekolahnya di Panti Asuhan di Jalan Ismailiyah. Tamat dari situ lah saya masuk kuliah dan ditemukan oleh Prof M Hatta. Beliau menemukan murid dan saya menemukan guru. Beliau menemukan saya dan menempa jati diri saya hingga menjadi sekarang ini,” tutur Asren sambil menyeka air matanya.

Prof HM Hatta juga terlihat tekun menyimak pernyataan Asren Nasution yang dikenal sudah cukup banyak menduduki jabatan penting saat masih di TNI maupun setelah beralih menjadi aparatur sipil negara (ASN).

Saat Asren mengaku dirinya ditemukan dari nol kelihatan Prof Hatta melepas kacamata dan mengambil sapu tangan dari sakunya, kemudian menyeka matanya juga.

Asren berulang menyatakan Guru pahlawan bangsaku. Bagaimana hebatnya guru membangun karakter peserta didik, semua sudah tau dan luar biasa.

“Ini yang harus ada pada diri guru hingga sekarang. Guru bukan hanya mengajarkan ilmu pengetahuan melainkan mendidik karakter dan jatidiri peserta didik. Tempa lah peserta didik hingga menjadi karakter dan jati diri yang hebat. Nanti peserta didik ini pula lah yang akan menyanjung kita setelah mereka menjadi orang hebat dan inilah kebahagiaan sejati seorang guru,” katanya.

Asren memotivasi seluruh guru Sumut agar terus mempertebal komitmen pengabdian selaku guru dan yakinlah satu atau dua hal yang bisa disampaikan kepada peserta didik kemudian membentuk karakter dan jatidiri mereka menjadi orang besar dan orang hebat maka itulah nanti yang akan menjadi kebanggan bagi seorang guru.

Dia mengajak para guru terus bersemangat melahirkan generasi1 besar dan akan menjadi orang hebat.

Katanya tugas pokok guru adalah mengajar,mendidik, dan melatih. Tugas mengajar berkaitan dengan transformasi pengetahuan kepada anak didiknya. Tugas mendidik berkaitan dengan menanamkan sikap atau nilai-nilai kepribadian maupun spritual kepada peserta didik. Sedangkan tugas melatih berkaitan dengan memberikan keterampilan tertentu yang harus dikuasai peserta didik, biasanya berkaitan dengan kegiatan motorik.

Seorang guru akan merasa puas apabila salah satu dari ketiga ranah tersebut dapat dicapai oleh peserta didiknya. Kebanggaan seorang guru jika murid-murid yang diajar dan dididiknya dulu masuk perguruan tinggi negeri favorit, itu hal yang sangat membanggakan.
Apalagi jika ada muridnya yang sukses menjadi Dokter, Insinyur, Guru,Dosen, dan profesi-profesi lainnya, bahkan pemimpin bangsa dan negara. Itu guru luar biasa bangganya.

Semoga semua guru di Sumut dapat menjadi guru yang profesional dan menjadi teladan yang baik bagi murid-muridnya.(MN.01)***

Baca Juga :
Diguyur Hujan 1 Jam, Jalanan SDN 013 Pangkalan Kerinci Langsung Terendam Air

News Feed