oleh

Balai Pelestarian Cagar Budaya Kemendikbud Gelar Sosialisasi Situs Bongal Dan Pembinaan Juru Pelihara

Mitanews.co.id | PANDAN – Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Aceh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), yang memiliki wilayah kerja di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara menggelar Sosialisasi Situs Bongal Desa Jago-jago Kecamatan Badiri Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Pembinaan Juru Pelihara Cagar Budaya Tahun 2021 bertempat di Ball Room PIA Hotel Pandan, Rabu (10/03/2021). Hal ini disampaikan Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah Samrul Bahri Hutabarat, S.Ag, MA, saat dikonfirmasi MitaNews.co.id, pada Jum’at (12/03/2021).

Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Tapteng Drs. Hendri Susanto Lumbantobing, M.Si secara resmi membuka sosialisasi ini. SekdaTapteng menyampaikan salam dari Bupati Tapanuli Tengah kepada Kepala BPCB Provinsi Aceh Kemendikbud, Drs. Nurmatias beserta jajaran dan peserta sosialisasi dan pembinaan ini.

Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekda Tapteng menjelaskan bahwa diketahui selama ini, Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah merupakan daerah tertua di Nusantara sebagai Pelabuhan atau Bandar yang terkenal di jaman kuno dulu, bahkan Barus memungkinkan sebagai salah satu pusat perdagangan dunia. Hal ini ditunjukkan oleh Situs Barus yang bukan hanya kata-kata bahkan merupakan literatur. 

“Ternyata situs yang lebih tua dari Barus ditemukan di Kabupaten Tapanuli Tengah, yaitu Situs Bongal di Desa Jago-jago Kecamatan Badiri. Hal ini saya ketahui dari Balai Arkeologi Medan,” kata Bupati Tapanuli Tengah yang dibacakan oleh Sekda Tapteng.

“Kami juga ucapkan terima kasih kepada Kepala Balai Arkeologi Sumatera Utara dan jajaran, serta PT. Media Literasi Nesia yang didampingi Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah telah melakukan ekskavasi, serta inventaris benda-benda yang didapat dari Situs Bongal, seperti koin, keramik, arca dan banyak benda lainnya. Hal ini awal yang baik untuk menumbuhkembangkan semangat pelestarian budaya yang berkembang dan tumbuh di masyarakat kita,” ungkap Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani.

Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani juga menegaskan dukungannya dalam melestarikan Situs Bongal dan telah menginstruksikan jajaran OPD terkait hingga Camat dan Kepala Desa serta untuk melakukan koordinasi dengan TNI/POLRI dan pihak terkait lainnya melalui Surat Edaran Bupati Tapanuli Tengah Nomor 432/734/2020 tentang Penyelamatan Situs Bongal Desa Jago-jago Kecamatan Badiri. Hal ini juga dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran dan pemahaman kepada masyarakat untuk menjaga dan melestarikan Situs Bongal yang memiliki nilai sejarah yang besar yang tersimpan di Kawasan Bukit Bongal tersebut. Situs Bongal berpotensi menjadi obyek wisata sejarah, cagar budaya yang dapat meningkatkan kunjungan wisata di Tapteng.

Bupati Tapanuli Tengah juga mengapresiasi Kepala BPCB Provinsi Aceh Kemendikbud, Drs. Nurmatias dan jajaran yang menggelar Sosialisasi Situs Bongal dan Pembinaan Juru Pelihara Cagar Budaya karena di Tapteng belum ada Tenaga Ahli Cagar Budaya. 

Sementara itu, Kepala BPCB Provinsi Aceh Kemendikbud, Drs. Nurmatias menjelaskan bahwa ditemukannya Situs Bongal di Tapteng sangat fenomenal, dengan menjadi cagar budaya tentu ini merupakan karakter kita. Sosialisasi dan pembinaan Juru Pelihara Cagar Budaya ini digelar agar keberadaan Situs Bongal dapat terjaga dan dilestarikan, serta ke depan menjadi salah satu obyek wisata yang penting dengan kekayaan sejarah dan peradabannya, juga pembekalan melalui pembinaan kepada para Juru Pelihara Cagar Budaya yang ada di Tapteng dan Tapanuli Selatan.

“Pemanfaatan Cagar Budaya ini ada 2 tujuan yang berlaku pada bagian hulu itu untuk tuntunan pendidikan dan hilir untuk tontonan pariwisata. Kita harus bersinergi untuk menyelamatkan situs ini karena pada 7 (tujuh) masehi berkaitan dengan peradaban Islam dan sangat banyak temuan-temuannya,” kata Kepala BPCB Provinsi Aceh Kemendikbud, Drs. Nurmatias.

Pemaparan materi pada kegiatan ini disampaikan oleh Narasumber Dr. Sowedewo dari Balai Arkeologi Medan, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Tapteng Samrul Bahri Hutabarat, S.Ag, MA, serta narasumber dari BPCB Provinsi Aceh, yaitu Dra. Hj. Dahliah, MA dan Toto Harriyanto, M. Hum.

Turut hadir, yaitu Kepala Balai Arkeologi Sumatera Utara Dr. Ketut Wiradnyana, Dandim 0211/TT diwakili Kapten Inf. Hamser Sirait, Kapolres Tapteng diwakili oleh Kapolsek Pinangsori, Danlanal Sibolga diwakili Pasop Lanal Sibolga, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Tapteng Drs. Erwin Marpaung,, Camat Badiri dan sekitar 40 orang Juru Pelihara Cagar Budaya Tapteng-Tapsel. Kegiatan ini digelar dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.( mn.16).

Komentar

News Feed