oleh

Bawa 1 Kilogram Sabu-sabu, 2 Mahasiswa Asal Aceh Disidang

MEDAN- mitanews.co.id | Bawa 1 kilogram narkotika jenis sabu-sabu, dua mahasiswa asal Aceh disidang di Pengadilan Negeri Medan, Selasa, (4/5/2021).

Dua terdakwa yang masih berstatus mahasiswa asal Aceh dimaksud ialah Abdurazak alias Radak dan Khairil Maulana Alias Maulana.

Dalam sidang perdana yang digelar secara online, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Maria menuturkan perkara yang menjerat kedua terdakwa berawal pada Bulan November 2020 lalu, saat terdakwa Abdur dihubungi oleh Cik Nanda dan disuruh datang ke rumahnya karena ada pekerjaan.

“Lalu para terdakwa berangkat dari rumah menuju ke rumah Cik Nanda,” kata jaksa, di Ruang Cakra 9 PN Medan.

Selanjutnya, sesampai di rumah, para terdakwa pun ditawari kerja yakni berangkat mengantar sabu-sabu dari Aceh ke Bandara Kualanamu Medan, untuk selanjutnya naik pesawat ke Lombok NTB.

“Tiket pesawat akan dikirim ke Aplikasi WhatsApp masing-masing,” beber jaksa.

Selanjutnya, kata jaksa, paket sabu-sabu pun disiapkan oleh Cik Nanda dan disimpan dalam sepatu kemudian, diserahkan kepada terdakwa dan dalam sepatu tersebut berisi 4 paket sabu-sabu.

“Malamnya diberi uang jalan oleh Cik Nanda sebesar Rp4,5 juta dan masing-masing terdakwa mendapat Rp2,5 juta” kata Jaksa.

Jaksa menjelaskan, apabila kedua terdakwa berhasil membawa paket sabu tersebut ke Lombok, akan diberi upah masing-masing Rp13 juta sehingga kedua terdakwa pun tergiur dengan upah tersebut.

“Kemudian pada Sabtu 14 November para terdakwa berangkat ke Medan dan menginap di hotel,” jelasnya.

Kemudian, tutur jaksa, pada Minggu 15 November 2020 tiket pesawat pun dikirim ke WhatsApp para terdakwa. Lalu para terdakwa berangkat dari hotel ke Bandara Kualanamu.

“Saat terdakwa tiba di Bandara Kualanamu, tiba-tiba datang petugas kepolisian melakukan penangkapan terhadap terdakwa,” tutur jaksa.

Perbuatan kedua terdakwa, sebagaimana diatur dan diancam pidana pasal 114 ayat (2) UU RI no. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Usai membacakan dakwaan, majelis hakim yang diketahui Denny Lumbang Tobing pun melanjutkan sidang dengan mendengarkan keterangan saksi polisi yang melakukan penangkapan terhadap kedua terdakwa.

Seluruh keterangan dari saksi kepolisian pun tidak dibantah oleh kedua terdakwa, bahwa keduanya nekat mengantuk sabu ke Lombok atas suruh Cik Nanda demi upah yang dijanjikan Rp13 juta per orang. (mn.09).

Baca juga : Ombudsman Minta PDAM Tirtanadi Batalkan Pencatatan Berbasis Digital

Komentar

News Feed