oleh

Bobby Nasution Bisa “Tidur Nyenyak”, Sutan Tolang Lubis Dorong PAD Sumut, Tembus 26 Persen

-Daerah-64 views

Bobby Nasution Bisa “Tidur Nyenyak”, Sutan Tolang Lubis Dorong PAD Sumut, Tembus 26 Persen

Mitanews.co.id ||


Kinerja pendapatan daerah Sumatera Utara pada awal 2026 menunjukkan tren yang menguat. Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak bahkan telah melampaui 26 persen pada triwulan pertama, sebuah capaian yang tidak hanya melampaui angka apresiasi awal pemerintah pusat, tetapi juga memberi sinyal kuat terhadap stabilitas fiskal daerah.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumut Sutan Tolang Lubis menyebutkan, dari target pajak daerah tahun 2026 sebesar Rp6,2 triliun, realisasi hingga akhir April telah mencapai Rp1,6 triliun atau 26,09 persen.

“Realisasi penerimaan PAD di sektor pajak daerah menunjukkan posisi yang baik. Ini menjadi indikator positif terhadap kinerja fiskal kita,” ujar Sutan dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Sumut, Rabu (29/4/2026).

Capaian ini melampaui angka 24 persen yang sebelumnya mendapat apresiasi dari Menteri Dalam Negeri dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2026. Dengan tren yang terus meningkat, optimisme pemerintah daerah untuk mencapai target tahunan pun semakin terbuka.

Secara sektoral, kontribusi penerimaan pajak daerah menunjukkan variasi yang relatif stabil. Pajak bahan bakar kendaraan bermotor mencatatkan realisasi tertinggi dengan capaian 28,97 persen atau Rp522 miliar dari target Rp1,8 triliun. Disusul pajak air permukaan sebesar 29,23 persen dari target Rp147 miliar.

Sementara itu, pajak rokok mencapai 27,97 persen atau Rp384 miliar dari target Rp1,3 triliun. Pajak kendaraan bermotor terealisasi sebesar 22,92 persen atau Rp415 miliar dari target Rp1,8 triliun, sedangkan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) berada di angka 23,88 persen atau Rp261 miliar.

Adapun pajak alat berat masih dalam tahap awal realisasi sebesar 1,05 persen, sementara opsen pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) mencapai 18,55 persen.

Capaian ini tidak berdiri sendiri. Sejak dilantik pada 9 Maret 2026, Sutan Tolang Lubis langsung mengonsolidasikan kekuatan di sektor pendapatan, terutama melalui penguatan sinergi antarinstansi di lingkungan Samsat. Kolaborasi antara Bapenda, Kepolisian, dan Jasa Raharja menjadi fokus utama dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak.

Selain itu, sejumlah inovasi mulai dijalankan, seperti rencana Gebyar Pajak 2026 dan pengembangan layanan Samsat malam di beberapa titik untuk memudahkan masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan.

Langkah-langkah ini dinilai sejalan dengan visi Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution yang menekankan pentingnya kolaborasi dalam memperkuat pembangunan daerah melalui konsep “Kolaborasi Sumut Berkah”.

Dalam perspektif fiskal, capaian PAD di atas 26 persen pada triwulan pertama memberikan ruang gerak yang lebih luas bagi pemerintah daerah dalam menjalankan program pembangunan. Stabilitas pendapatan menjadi fondasi utama bagi keberhasilan berbagai agenda strategis, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga peningkatan layanan publik.

Dengan tren yang terus menguat dan konsolidasi yang semakin solid, capaian ini memberi pesan optimisme: bahwa pengelolaan pendapatan daerah Sumatera Utara berada pada jalur yang tepat.

Jika ritme ini mampu dijaga, maka bukan berlebihan jika dikatakan bahwa fondasi fiskal pemerintahan saat ini cukup kokoh—memberi ruang bagi Gubernur Bobby Nasution untuk “tidur nyenyak”, setidaknya dalam memastikan bahwa mesin pendapatan daerah bekerja dengan baik di bawah kendali tim yang solid.(zulfikar tanjung bersertifikat wartawan utama dewan pers)***

Baca Juga :
Lapangan Merdeka Binjai Diduga Jadi Ladang Praktik Ilegal, Angkringan Terseret Isu Curi Listrik hingga Pungli Parkir