oleh

Bola Kita Hebat Tanpa Sekat

-Daerah-137 views


Bola Kita Hebat Tanpa Sekat

Oleh Asren Nasution/Manajer PSAD NTB 8 Besar Antar Klub Nasional 1996

Mitanews.co.id || Para penutur kebijaksanaan mengatakan bahwa pada tubuh yang sehat akan terbangun jiwa yang sehat “al-‘aqlu al-salîmi fí jismi al-salîmi”. Ungkapan inilah yang telah menjadi salah satu dasar mengapa selain mengolah otak, jiwa, dan spiritual, setiap orang juga dianjurkan untuk mengolah dan mengelola raganya.

Menarik, ketika dalam konteks di Negara kita NKRI, dimana olah raga tidak sekedar terkorelasi dengan kesehatan jiwa, tetapi lebih jauh telah terkorelasi dengan hal paling substantif dari kehidupan berbangsa yakni dengan rasa persatuan dan rasa nasionalisme.

Olah raga dalam konteks ini dapat dilihat sebagai suatu media yang dapat mengasah kembali kesadaran anak bangsa untuk mengokohkan rasa persataun dan semangat nasionalisme dimana hal ini tampak sangat jelas pada olah raga sepak bola dan tentu saja pada olah raga jenis lainnya.

Kemenangan Timnas U-19 atas Tim Yordania dan Australia baru-baru ini, telah dapat dilihat sebagai fenomena dan fakta menarik yang dapat menyatukan dukungan, semangat, bahkan do’a segenap anak bangsa bagi suatu kepentingan Bangsa atau Kelentingan Nasionalisme yakni untuk menang dan dihormati.

Ragam yel-yel, slogan, uangkapan disampaikan anak-anak bangsa dari berbagai tempat dengan berbagai cara dan bahasa untuk satu tujuan yakni memberi semangat, dukungan, dan asa agar Timnas Merah Putih dapat memenangkan pertandingan demi harga diri dan kebangsaan Bangsa Indonesia.

Magnet pertandingan sepak bola, seolah mampu mengalihkan paling tidak sejenak perhatian dan konsentrasi anak bangsa dari kompetisi politik, kompetisi bisnis, serta kompetisi lain dan mampu mendudukkan bahwa kepentingan Bangsa atau Kepentingan Nasional di atas kepentingan lainnya dalam konteks kehidupan berbangsa.

Dalam catatan sejarah Bangsa Indonesia, fenomena ini bukan baru terjadi sekarang, tetapi sudah sejak lama, bahkan dalam satu literatur dapat diperoleh informasi bahwa salah satau alasan mengapa Bung Karno memutuskan untuk membangun stadion megah bersakala Internasional di tengah-tengah ekonomi bangsa yang saat itu belum juga kuat, serta memutuskan memberi nama “Gelora Bung Karno”, adalah karena adanya kesadaran bahwa dalam sepak bola ada magnet yang cukup kuat untuk mempersatukan Anak Bangsa yang bahkan menyamai keinginan untuk merdeka.

Data dan fakta ini sesungguhnya sudah lebih dari cukup untuk menjadi alasan bagi Bangsa Indonesia atau Pemerintah Indonesia, untuk terus berbenah, fokus, dan bersatu untuk memajukan sepak bolah tanah air. Merumuskan, konsep, kebijakan, hingga startegi secara sistematis dan komprehensif untuk membangun, membina, serta menumbuh kembangkan sepak bola di seluruh penjuru tanah air.

Barangkali kita dapat berkaca kepada negara-negara yang cukup sukses membina sepak bolanya seperti Argentina, Sapnyol, Italia, Jerman, dan Belanda yang mana salah satu strateginya adalah dengan menjadikan sepak bola sebagai bagian dari budaya bangsa yang dihormati.

Sehingga ia bukan hanya sebatas salah satu jenis olah raga, melainkan menjadi salah satu wadah pembinaan jiwa, mental, karakter, dan sikap yang dibutuhkan dalam memajukan suatu Bangsa.

Selain itu juga fakta sepak bola juga dapat mempersatukan bangsa dari konflik yang terjadi pada suatu bangsa, seperti peran Didier Drogba mantan pemain Chelsea yang juga kapten timnas Pantai Gading yang pernah menjadi penengah masyarakat Pantai Gading yang pernah terlibat dalam konflik perang bersaudara, maka dari itu sepak bola tidak hanya sekedar hegemoni olahraga tetapi hegemoni yang dapat mempersatukan serta memperkuat kesatuan dan persatuan Bangsa

Karenanya, penting untuk tidak lagi sekadar memandang sepak bola sebagai sebatas salah satu jenis olah raga dunia, tetapi memandangnya sebagai sebuah wadah sekaligus laboratorium pemupukan rasa persatuan, kebersamaan, dan nasionalisme, dimana hal ini sangat kita butuhkan dalam memajukan Bangsa Indonesia.

Untuk upaya itu, kita perlu membangun sebuah strategi jangka pendak, menengah, dan jangka panjang bagaimana menjadikan sepak bola dapat menjadi salah satu budaya bangsa yang disenangi masyarakat. Penting juga diingat, bahwa sepak bola sebagai budaya tidak hanya penting bagi pemupukan solidaritas, persatuan, dan Nasionalisme, tetapi secara ekonomi ia telah menghantarakan beberapa pemainnya menjadi orang-orsng tersukses secara ekonomi seperti bintang-bintang sepak bola di Brazil, Afrika, Iran, Kamerun, dan lainnya.

Lewat upaya ini diharapkan kita akan mendapatkan dukungan yang lebih utuh secara moral, secara budaya, dan secara politik dalam memajukan persepakbolaan tanah air, dan sekaligus akan membuka peluang untuk dapat aktif berkompetisi dalam even-even internasional yang dapat membagakan Bangsa dan Negara.

Dengan kata lain Hiruk pikuk politik tenggelam runtuh oleh goal goal berkelas dunia oleh anak muda bangsa dan sesungguhnya kita Hebat…bola kita hebat ..terkadang hingar bingar politik meredam prestasi BOLA KITA.

Sekat etnis suku agama ras antar gelongan dan sekat politik terbebas. Bola merdeka target utama adalah goal dan terserah siapa menggoalkan. Pemain nomor bèrapa terserah. Posisi pemain yang mnggoalkan terserah. Happynya adalah goal tercipta….BOLA adalah MERDEKA TANPA SEKAT.(MN.01)***

Baca Juga :
Sekda Nias Sambut Danpuspomal Dan Kadisbintalal

News Feed