oleh

Bupati Batu Bara Gunduli Hampir Ratusan Jama’ah Haji Kurang dari 3×60 menit.

Arab Saudi, Mina.Mitanews.co.id | Bupati Batubara Ir. H. Zahir M.AP, jadi tukang cukur Jama’ah Haji yang tergabung dalam kelompok haji Kloter 3 dari Sumatera Utara, Kabupaten Batu Bara, Kota Padangsidimpuan dan Kabupaten Simalungun, Senin (11/07/2022) Waktu Arab Saudi.

Laporan Balyan Kadir Nasution Wartawan Mitanews.co.id dari Mina, Arab Saudi yang saat ini sedang menunaikan ibadah haji.

Tahallul, potong rambut atau cukur untuk bebas dari larangan niat ihram pasca Jumrotul Aqobah pelaksanaan tahapan haji tahun 2022 kali ini menjadi unik.

Dengan kerendahan hati Bupati Batu Bara, Ir. H. Zahir M.AP yang menyatakan diri siap mencukur siapa saja jama'ah haji yang tergabung di Kloter 3 Sumatera Utara (Kabupaten Batu Bara, Kabupaten Simalungun dan Kota Padangsidimpuan).

Salah seorang yang dicukur Bupati Batu Bara, Ir. H. Zahir M.AP adalah Harpan Nasution, jama'ah haji Kota Padangsidimpuan saat ditanya awak Mitanews.co.id mengatakan, dia mau membuktikan apa benar Bapak Ir. H. Zahir M. AP sebagai Bupati pilihan mayoritas warga Kabupaten Batu Bara sebegitu rendah hatinya bahkan sampai mau menjadi tukang cukur warga tiga Kabupaten/Kota yang tergabung di kelompok haji Kloter 3 Sumatera Utara.

"Ternyata benar, baru ini bisa ketemu dengan orang yang pejabat tinggi kabupaten mau menjadi pekerja tukang cukur warga, bahkan bukan saja warga di kabupaten yang dipimpinnya tetapi warga Kabupaten Simalungun dan Kota Padangsidimpuan juga beliau cukur".

Sedikitnya 3x60 menit, Bupati Zahir telah merampungkan mencukur hampir ratusan kepala warga jama'ah haji Kloter 3 Sumatera Utara ba'da Melontar Jumrohtul Aqobah perdana.

Biasanya jika sudah punya jabatan, bahkan tidak bermanfaatpun jabatannya di tengah masyarakat orang sudah pada merasa lebih mulai dari orang sekelilingnya.

Contohnya, banyak Masjid di pedesaan bahkan Masjid besar tidak punya organisasi berupa Badan Kemakmuran/Kenaziran Masjid (BKM) yang artinya jama'ah merasa tidak ada guna BKM karena mereka tanpa BKM pun mereka mampu memanajemen pengumpulan dana pembangunan Masjid sampai ratusan juta rupiah, bahkan ada yang Masjidnya dibangun rampung sampai bernilai milyaran rupiah.

Tetapi Ketua BKM yang Masjidnya terbangun rampung sebelum tahun 2020 terpilih pada awal 2022 merasa amat mulia dan merasa Masjid yang dibangun umat dengan susah payah merupakan Masjid milik pribadinya, dia tidak memperbolehkan ada jama'ah yang tenang melaksanakan sholat Sunat qobliyah 'Isya. Dia suruh muadzin langsung iqomah padahal masih ada yang sholat belum salam.

"Apakah seperti ini figur pemimpin yang benar dan sesuai syari'at Islam sebagai agama yang dianut," kata salah seorang jama'ah yang menyaksikan tahallul dengan mencukur rambut yang berlangsung khidmat dan meriah di bawah terik matahari panas itu.

Rendah hati yang dicontohkan Bupati Zahir tersebut sangat patut dicontoh semua kaum muslimin yang ingin menjadi orang sholeh pengikut Baginda Nabi, bukan pengikut tradisi tidak sesuai dengan tuntunan Islam yang sebenarnya.

Sikap merasa lebih mulia bahkan salah satu cirinya saat sholat tidak melihat tempat sujud tetapi melihat ke atas dinding Masjid justru alan menjadi orang hina di mata Allah. Apalagi waktu jalan tidak pernah melihat jalan yang akan dilalui kaki tetapi menatap ke atas juga kakinya akan terperosok lobang yang membuat diri jatuh seperti keledai bodoh meminjam ilmuan Belanda penjajah hina itu.

Mari meneladani sikap rendah hati Baginda Rasulullah Muhammad Shollohu'alaihi Wasallam sebagaimana ditunjukkan Bupati Batu Bara yang tidak memposisikan diri sebagai pemimpin tetapi menjadi tamu Allah sebagaimana jemaah yang bahkan berangkat Naik Haji dari hasil pertanian yang terkumpul sedikit demi sedikit. Wallohu'alam.(MN.03)

Baca Juga : Polres Palas Bagikan 250 Bungkus Daging Kurban

News Feed