oleh

Bupati Samosir Terima Hibah Aset Rp37 Miliar dari Kementerian PU, Dorong Pariwisata dan Infrastruktur Lingkungan

-Daerah-73 views

Bupati Samosir Terima Hibah Aset Rp37 Miliar dari Kementerian PU, Dorong Pariwisata dan Infrastruktur Lingkungan

SAMOSIR.Mitanews.co.id ||


Pemerintah Kabupaten Samosir menerima hibah aset Barang Milik Negara (BMN) senilai sekitar Rp37 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia sebagai bagian dari penguatan infrastruktur dan pengembangan kawasan strategis pariwisata di wilayah Danau Toba.

Penyerahan hibah dilakukan oleh Yenni Mulyadi selaku Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Sumatera Utara Direktorat Jenderal Cipta Karya kepada Vandiko T. Gultom di Kantor Bupati Samosir, Selasa (14/4/2026).

Aset yang dihibahkan mencakup pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tahun anggaran 2023–2024, penyediaan alat berat untuk pengelolaan persampahan dan air limbah tahun 2024, serta penataan lanskap kawasan Sibea-bea yang merupakan bagian dari Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Danau Toba.

Dalam keterangannya, Yenni Mulyadi menyebutkan nilai total aset tersebut mencapai kurang lebih Rp37 miliar dan diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah daerah.

“Aset ini diharapkan memberi dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam peningkatan kualitas lingkungan dan pengembangan kawasan wisata,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan rencana penyerahan lanjutan sejumlah proyek strategis, termasuk pengembangan kawasan Water Front City serta penataan lanjutan Sibea-bea. Selain itu, proyek penataan kawasan Tano Ponggol juga telah direncanakan, dengan catatan dukungan pemerintah daerah dalam aspek perizinan dan dokumen lingkungan.

Sementara itu, Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat yang dinilai sangat krusial bagi percepatan pembangunan daerah.

“Bantuan ini sangat berarti bagi kami, khususnya dalam mengatasi persoalan mendasar seperti pengelolaan sampah serta mendukung sektor pariwisata yang terus berkembang,” kata Vandiko.

Menurutnya, kehadiran TPA menjadi solusi atas persoalan pengelolaan sampah yang selama ini menjadi tantangan di Kabupaten Samosir. Di sisi lain, penataan kawasan Sibea-bea dinilai telah memberikan wajah baru bagi destinasi wisata unggulan di Sumatera Utara.

Vandiko juga menyoroti keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam membiayai pembangunan skala besar, sehingga sinergi dengan pemerintah pusat menjadi kunci utama.

“Tanpa dukungan pusat, akan sulit bagi daerah untuk melakukan percepatan pembangunan seperti ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Pemkab Samosir berharap percepatan realisasi penataan kawasan Tano Ponggol serta serah terima pengelolaan kawasan Sibea-bea dan Water Front City dapat segera dilakukan agar manfaatnya dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.

Selain itu, pemerintah daerah juga mengusulkan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat serta meminta pendampingan teknis dalam penyusunan Detail Engineering Design (DED).

Menutup pernyataannya, Vandiko menegaskan kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar menjaga dan merawat aset yang telah dihibahkan sehingga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Langkah ini menandai penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong pembangunan berkelanjutan, khususnya di kawasan strategis nasional Danau Toba yang menjadi salah satu destinasi prioritas pariwisata Indonesia.***

Baca Juga :
Kejaksaan Negeri Deliserdang Didesak Bebaskan 4 Guru Honorer

News Feed