Demo PKL dan Mahasiswa di Kantor Wali Kota Binjai Ricuh, Gerbang Utama Roboh Didorong Massa
BINJAI.Mitanews.co.id ||
Aksi demonstrasi ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Forum Pedagang Kaki Lima (PKL) Kota Binjai di depan Kantor Wali Kota Binjai, Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Binjai Kota, Senin (27/4), berujung ricuh.
Massa merobohkan dua pintu gerbang utama kantor pemerintahan setelah terjadi aksi dorong-mendorong dengan petugas keamanan.
Aksi yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB itu diwarnai orasi menggunakan spanduk, bendera, serta pengeras suara. Massa menyuarakan protes terhadap penertiban dan penggusuran PKL oleh Satpol PP di kawasan Jalan Bandung dan Jalan Olahraga. Mereka juga menyinggung janji kampanye yang dinilai belum terealisasi.
Salah seorang pedagang, Firman, mengaku terdampak langsung akibat penertiban tersebut. Ia menyebut telah 25 hari tidak dapat berjualan sehingga kesulitan memenuhi kebutuhan keluarga.
"Kami bukan teroris, kami bukan pemberontak. Kami siap ditata, tapi tolong beri kami ruang. Sudah 25 hari kami tidak berjualan, bagaimana nasib keluarga kami,” ujarnya.
Ketegangan meningkat ketika massa tidak mendapat respons langsung dari Wali Kota Binjai.
Massa menolak ditemui perwakilan pemerintah dan bersikeras meminta Wali Kota hadir.
Situasi memanas hingga terjadi aksi saling dorong dengan aparat, yang berujung pada robohnya gerbang utama dan massa masuk memadati halaman kantor.
Hingga pukul 12.30 WIB, massa masih bertahan di lokasi dan sempat memblokade jalan di sekitar area kantor.
Berdasarkan informasi, Wali Kota Binjai tengah menjalankan tugas dinas luar kota.
Perwakilan massa, Edward Gurki, menyatakan pihaknya bersedia berdialog dengan Sekretaris Daerah (Sekda) dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dengan syarat Wali Kota ikut serta melalui sambungan virtual.
“Kami bersedia bertemu Sekda dan OPD, tapi Wali Kota harus ikut melalui video call untuk mengambil keputusan,” tegasnya.
Rapat Dengar Pendapat (RDP) kemudian digelar di ruang rapat III dan dipimpin Sekda Kota Binjai, Chairin Simanjuntak.
Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota dihubungi melalui sambungan telepon.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Binjai, Ikhsan, menyampaikan bahwa Wali Kota menyampaikan permohonan maaf karena belum dapat hadir langsung.
Saat ini, Wali Kota tengah mengikuti kegiatan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 di Palembang.
“Wali Kota menyampaikan permohonan maaf dan menjadwalkan pertemuan dengan para pedagang pada Rabu mendatang. Namun, saat ini beliau masih menjalankan tugas di luar kota,” ujar Ikhsan.
Meski dialog telah dilakukan, pertemuan berlangsung alot tanpa menghasilkan kesepakatan.
Massa tetap menolak rencana relokasi ke Stadion Binjai dan menuntut agar dapat kembali berjualan di lokasi semula.***
Baca Juga :
Kepala UPTD Wilayah I Stabat Apresiasi Pemilik Lahan Kembalikan Kawasan Hutan Lindung Kepada Pemerintah
