oleh

Dialog Kinerja Pemkab Sergai, Wabup Adlin Dorong Sinkronisasi Kinerja OPD untuk Kejar Target RPJMD 2025-2029

-Daerah-75 views

Dialog Kinerja Pemkab Sergai, Wabup Adlin Dorong Sinkronisasi Kinerja OPD untuk Kejar Target RPJMD 2025-2029

SERGAI.Mitanews.co.id ||


Wakil Bupati Serdang Bedagai (Wabup Sergai) H. Adlin Tambunan meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) menyelaraskan program dan target kerja agar sejalan dengan sasaran pembangunan daerah 2025-2029.

Penegasan itu disampaikannya dalam Dialog Kinerja Pemkab Sergai di Aula Sultan Serdang, Komplek Kantor Bupati Sergai, Sei Rampah, Kamis 9 April 2026.

Wabup Adlin menilai percepatan pencapaian target pembangunan daerah hanya dapat dilakukan jika kinerja organisasi dan kinerja individu di lingkungan pemerintahan berjalan selaras.

Menurut dia, hal itu menjadi penting untuk memastikan pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sergai 2025-2029 dapat tercapai.

"Dialog kinerja merupakan proses komunikasi antara pimpinan dan bawahan yang dilaksanakan secara intensif, terstruktur, berkelanjutan, dan terencana. Melalui dialog ini, pencapaian kinerja individu maupun perangkat daerah dapat diarahkan agar selaras dengan target kabupaten," ujarnya.

Ia menjelaskan, dialog kinerja dilakukan terhadap indikator kinerja utama (IKU) Pemkab Sergai, Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), IKU perangkat daerah, hingga indikator kinerja kunci masing-masing OPD.

Pemkab Sergai saat ini mengusung visi pembangunan 2025-2029, yakni “Penguatan Fondasi Transformasi Pembangunan untuk Sergai Maju, Tangguh, dan Berkelanjutan” dengan tagline “Dambaan Mantab”. Visi itu ditopang oleh lima misi pembangunan dan lima program prioritas yang disebut Panca Darma.

Kelima program prioritas tersebut meliputi pembangunan sumber daya manusia berdaya saing, penguatan ekonomi produktif, birokrasi dambaan, demokratisasi yang berbudaya dan ramah lingkungan, serta pembangunan infrastruktur terintegrasi.

Dalam kesempatan itu, lulusan program doktor Studi Pembangunan ini memaparkan sejumlah indikator kinerja utama daerah yang masih memerlukan percepatan. Untuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM), misalnya, target tahun 2026 ditetapkan 75,67 poin, sedangkan capaian saat ini baru 74,69 poin. Dengan demikian, masih terdapat selisih 0,98 poin yang harus dikejar.

Tingkat kemiskinan juga masih berada di atas target. Pemerintah daerah menargetkan angka kemiskinan turun menjadi 5,90 persen, sementara capaian saat ini masih 6,18 persen. Begitu pula dengan laju pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan 5,41 persen, namun baru mencapai 5,07 persen.

Di sektor ekonomi, pendapatan domestik regional bruto (PDRB) per kapita ditargetkan mencapai Rp 66,4 juta, sedangkan capaian sementara berada di angka Rp 66,02 juta. Adapun tingkat pengangguran terbuka ditargetkan turun menjadi 4,30 persen, tetapi saat ini masih berada pada 4,31 persen.

Sementara itu, beberapa indikator dinilai telah melampaui target. Rasio gini tercatat 0,216 poin atau lebih baik dibanding target 0,238 poin. Indeks reformasi birokrasi juga sudah mencapai 75,41 poin, melampaui target 74,34 poin.

Meski demikian, Ketua PW GP Ansor Sumatera Utara ini juga menegaskan bahwa capaian tersebut harus dipertahankan. Ia juga meminta perangkat daerah memperbaiki capaian nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang saat ini masih 70,79, atau terpaut 2,93 poin dari target 73,72.

Selain indikator makro, Pemkab Sergai menetapkan tujuh Program Hasil Terbaik Cepat pada 2026. Salah satunya ialah melanjutkan peningkatan jalan kabupaten dan penyelesaian pelebaran jalan nasional. Untuk program tersebut, persentase jalan mantab ditargetkan mencapai 61,38 persen. Namun, realisasi saat ini masih 59,95 persen.

Di bidang pendidikan, pemerintah menargetkan persentase Sekolah Mantab tingkat SD mencapai 50 persen dan SMP 63 persen. Namun, capaian sementara masing-masing baru 45 persen dan 60 persen. Pada sektor kesehatan, pemerintah daerah menargetkan cakupan universal health coverage (UHC) sebesar 99 persen. Capaian saat ini bahkan sudah mencapai 100 persen.

Kendati demikian, Wabup meminta seluruh jajaran mempertahankan tingkat keaktifan peserta di atas 80 persen agar status UHC prioritas tetap terjaga.

"Target UHC memang telah tercapai, tetapi yang harus dijaga adalah keaktifan peserta. Jangan sampai menurun karena akan memengaruhi status UHC prioritas," katanya.

Untuk sektor pertanian, produksi padi juga telah melampaui target. Dari target 317.007 ton, realisasi produksi mencapai 356.508 ton. Menurut Adlin Tambunan, capaian itu harus diikuti dengan upaya peningkatan produktivitas melalui intensifikasi, ekstensifikasi, dan mekanisasi pertanian.

Dalam kesempatan itu, Wabup Adlin meminta seluruh OPD dapat menyusun program dan kegiatan secara sinergis serta berbasis data yang akurat. Ia juga meminta perangkat daerah memperkuat kerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam penyediaan dan penyajian data.

"Saya minta seluruh perangkat daerah meningkatkan koordinasi, menyusun strategi pencapaian target, rencana aksi, serta langkah konkret untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi," ujarnya.

Terakhir, Wabup Sergai juga meminta dialog kinerja tidak berhenti pada forum tingkat kabupaten. Setiap perangkat daerah diminta melaksanakan dialog kinerja rutin setiap Rabu di lingkungan kerja masing-masing untuk memantau progres hingga tingkat individu.

Hadir dalam kegiatan ini di antaranya Kepala BPS Marine Sohadi Angkat, S.Si, M.Si, para Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, dan perwakilan OPD terkait.***

Baca Juga :
Ketua TP PKK Asahan Hadiri Pelantikan Bunda Literasi Meranti