oleh

Dijadikan Simbol Perjuangan HPA di RI, Masjid dan Ponpes HPAIC Merapi Dibiayai Bisnis HPAI

-Daerah-1,739 views

MERAPI YOGYAKARTA.Mitanews.co.id ||


Masjid dan Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an HPAIC Merapi, Yogyakarta adalah simbol perjuangan PT. Herba Penawar Al-Wahida (HPA) di Indonesia. Bangunan Masjid yang begitu megah, Pesantren dan segala operasional fasilitasnya dibiayai dari hasil kegiatan Bisnis HPA di Indonesia. Para santri/santriwatinya dididik secara gratis untuk menjadi para penghafal Al-Qur'an yang juga menguasai ilmu pertanian dan herbalis sehingga menjadi entrepreneur handal.

Masjid dan pesantren ini dibangun berlokasi dan beralamat di Desa Wonokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Yogyakarta 55551. Sejarah Singkat HPAI Centre di kawasan Gunung Merapi Jogjakarta (Desa Sidosari, Turi, Sleman Yogyakarta) merupakan ide cemerlang Tuan Haji Ismail dalam melanjutkan perjuangan dakwah Islam dan pendidikan yang berkualitas di Indonesia.

Dimulai dengan tim kecil yang dibentuk Tuan Haji Ismail Bin dan juga wakaf tanah pertapakan dari Ibu Supiyati (warga setempat), pembangunan Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an HPAIC dimulai pada tahun 2017. Pondok Pesantren ini memiliki fokus Tahfizhul Qur'an, Thibbun Nabawi, Wirausaha di bidang herbal dan pertanian hidayah.

Owner PT. HPA International Tuan Haji Ismail melalui Kantor Cabang HPA Padangsidimpuan, Provinsi Sumatera Utara, Julistina Lubis, S.Pd. I saat memberikan keterangan kepada awak media, Selasa (04/07/2023) malam mengatakan, dengan kondisi seadanya pesantren mulai beroperasi tahun 2018 dengan kekuatan 27 santri (yang merupakan keluarga dari sebagian member PJS HPA). 

Seiring dengan gerakan pembangunan beberapa fasilitas yang terus mendesak (masjid, asrama, ruang belajar dan sebagainya), jumlah santri meningkat menjadi 250 pada tahun 2019), 400 santri pada tahun 2020, dan pada tahun 2021 jumlah santri sudah genap 500 orang santri.

Alhamdulillah, pada tahun 2019, Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an HPAIC Merapi Yogyakarta mendapatkan izin operasional dari Kementrian Agama dengan NSPP (Nomor Statistik Pesantren) 512334040107, sehingga memiliki bukti legal sebagai salah satu lembaga pendidikan Pondok Pesantren di Indonesia.

Kini, dengan dukungan immaterial dan material dari Tuan Haji Ismail, HPA (Herba Penawar Al-Wahida) Industries Sdn. Bhd dan seluruh keluarga besar anggota HPA, Pesantren HPAIC Merapi telah menghasilkan para penghafal al-Qur'an dan penyuluh-penyuluh pertanian di seluruh Indonesia.

Lagi-lagi syukur Alhamdulillah, Pondok Pesantren Tafizhul Qur'an HPAIC Merapi Yogyakarta telah mendapatkan lahan di Lhokseumawe dan Tegal sebagai bagian dari rencana perluasan dakwah ini. Ini merupakan komitmen HPA untuk terus menghasilkan sumber-sumber daya manusia bermutu prima di bidangnya sebagai sumbangsih bagi pembangunan Indonesia, sesungguhnya.

Tidak saja di Tanah Jawa, bendera dakwah yang dikibarkan Tahfizhul Qur'an HPAIC Merapi berkibar dan bergema, tetapi dakwah itu juga telah mulai merekrut calon Tahfizh Qur'an di bagian pinggiran Provinsi Sumatera Utara, tepatnya di Kota Padangsidimpuan.

Hikmah Harahap dan Hidayah Harahap, keduanga masih berusia 12 tahun merupakan anak kembar dari ibu Annalely yang bukan dari keluarga berada, tetapi sebaliknya Annalely adalah janda miskin dan bahkan jauh di bawah bentuk keberuntungan materi. Pekerjaan Annalely sebagai petani dibarenginya dengan ikut bisnis HPA sebagai member.

Akan tetapi anak gadis kembarnya telah mulai menunjukkan kemampuan di bidang hafalan Al-Qur'an sampai membawa keduanya diterima menjadi santri Tahfizhul Qur'an HPAIC Merapi yang akan dididik dan diberi ilmu serta belanja hidup secara gratis beberapa tahun ke depan. (MN.03).

Baca Juga :
Punya Rencana Nonton Konser di Luar Negeri? Ini Beberapa Hal yang Perlu Kamu Siapkan!

News Feed