Donatur Merasa Ketenangan Batin Berinfak ke Masjid Agung Medan: Indra Utama Akui Tenang Pikiran
MEDAN.Mitanews.co.id ||
Suasana berbuka puasa bersama di Masjid Agung Medan pada hari ke-9 Ramadan 1447 H, Jumat (27/2/26), kembali dipenuhi ratusan jamaah. Diperkirakan sekitar 650 orang hadir memadati lantai dasar masjid kebanggaan Sumatera Utara tersebut.
Seperti hari-hari sebelumnya, Sekretaris Badan Kenaziran, H. Yuslin Siregar, turun langsung menyambut dan menyapa jamaah.
Ia memastikan seluruh rangkaian persiapan berbuka berjalan lancar dan tertata dengan baik.
Pada kesempatan itu, salah seorang donatur tetap Ramadan, H. Indra Utama, turut hadir.
Tidak hanya berkomitmen mendukung pembiayaan berbuka selama satu bulan penuh, pada hari ke-9 ia juga menambah donasinya dengan membawa 500 nasi kotak.
Paket makanan tersebut dibagikan kepada jamaah dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan.
Menjelang azan Maghrib, doa bersama dipimpin oleh Imam Al Ustadz Al Hafiz H. Irham Taufik, S.Pd.I., M.Si., yang juga Pengasuh Ma’had Tahfizhil Qur’an Daarut Taufiq Medan.
Suasana khusyuk menyelimuti jamaah ketika lantunan doa dipanjatkan, memohon keberkahan bagi umat dan para dermawan.
Dalam wawancara singkat, H. Indra Utama mengungkapkan perasaannya tentang nikmatnya bersedekah.
“Alhamdulillah, tenang pikiran, tenang hati, bahagia kita menyalurkan rezeki dari Allah,” ujarnya dengan wajah sumringah.
Ketika ditanya mengenai alasannya menyalurkan infak melalui Badan Kenaziran Masjid Agung Medan, ia menyampaikan adanya keyakinan dan kebanggaan tersendiri.
“Kita merasa dengan penuh keyakinan dan ada perasaan kebanggaan supaya makin berjaya Masjid Agung Medan ini dan dapat dirasakan jamaah manfaatnya,” tambahnya.
H. Yuslin Siregar menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan para donatur, di antaranya H. Musa Idishah (Dodi Anif), H. Indra Utama, H.T. Soelaiman, H. Yuslin Siregar, H.T. Dzulmi Eldin, H. Suhardi SE (Aroma), H. Aldi Subartono, H. Muslim Siregar, H. Chandra Lubis (ALS), dan Azis Balatif.
Menurutnya, kepercayaan yang terus tumbuh dari para donatur menjadi energi moral bagi kenaziran untuk menjaga pengelolaan yang amanah, transparan, dan sepenuhnya berpihak pada pelayanan jamaah.
Bagi jamaah yang hadir, berbuka di Masjid Agung bukan sekadar menikmati hidangan. Lebih dari itu, ada rasa kebersamaan, kepedulian, dan ketenangan batin yang mengalir—baik bagi yang menerima maupun yang memberi.
Ramadan pun menjadi momentum memperkuat simpul ukhuwah, di mana keikhlasan dan kepercayaan berjalan beriringan dalam naungan rumah Allah.***
Baca Juga :
Kadis Pendidikan Asahan Pimpin Tim Safari Ramadhan Kunjungi Masjid Nurul Hidayah Piasa Ulu



















