oleh

Dua Anak Jadi Korban KDRT di Samosir, Pemkab Turun Tangan Beri Pendampingan

-Daerah-52 views

Dua Anak Jadi Korban KDRT di Samosir, Pemkab Turun Tangan Beri Pendampingan

SAMOSIR.Mitanews.co.id ||


Kasus kekerasan dalam rumah tangga kembali mengguncang Kabupaten Samosir. Dua anak perempuan yang masih duduk di bangku sekolah dasar diduga menjadi korban kekerasan, memicu respons cepat Pemerintah Kabupaten Samosir dengan memberikan pendampingan langsung kepada korban.

Kunjungan dilakukan Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk ke rumah keluarga korban di Kecamatan Simanindo, Kamis (9/4/2026), sebagai bentuk dukungan moril sekaligus memastikan hak-hak anak tetap terpenuhi.

Dua korban masing-masing berinisial ES (10), siswi kelas V SD, dan MS (9), siswi kelas III SD. Peristiwa kekerasan tersebut diketahui terjadi pada Selasa (7/4/2026) sore saat ayah mereka tidak berada di rumah.

Saat rombongan pemerintah daerah datang, kedua anak tersebut tampak mulai kembali ceria. Pemerintah berharap kehadiran mereka dapat memberikan rasa aman sekaligus membantu pemulihan psikologis anak-anak tersebut.

Pemkab Tegaskan Kekerasan Tidak Bisa Ditoleransi

Dalam pertemuan dengan keluarga korban, Ariston menegaskan bahwa kekerasan terhadap anak merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.

Menurutnya, selain melanggar norma kemanusiaan, tindakan tersebut juga memiliki konsekuensi hukum yang serius.

> “Kekerasan terhadap anak maupun perempuan tidak bisa ditoleransi. Ini harus menjadi pelajaran bagi seluruh keluarga di Kabupaten Samosir agar kejadian serupa tidak terulang,” tegas Ariston.

Ia juga menekankan bahwa negara melalui berbagai regulasi telah memberikan perlindungan khusus terhadap anak.

Guru Jadi Garda Awal Perlindungan Anak

Wakil Bupati turut memberikan apresiasi kepada seorang guru berinisial DR, wali kelas ES, yang pertama kali merespons kondisi korban dan melaporkan kasus tersebut kepada pihak berwenang.

Menurut Ariston, keberanian guru tersebut menunjukkan pentingnya peran tenaga pendidik dalam mendeteksi serta mencegah kekerasan terhadap anak.

> “Kami sangat mengapresiasi keberanian ibu guru yang melaporkan kejadian ini. Peran guru sangat penting dalam melindungi anak-anak,” ujarnya.

Pemerintah Pastikan Pemulihan Anak

Selain memberikan motivasi dan bantuan kepada korban, pemerintah daerah juga memastikan kebutuhan pendidikan kedua anak tetap terpenuhi.

Ariston menyatakan bahwa pemerintah siap membantu kebutuhan pendidikan korban hingga menyelesaikan sekolah dasar.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan emosional dari keluarga agar anak-anak dapat pulih dari trauma.

> “Anak-anak ini tentu mengalami tekanan psikologis. Karena itu perhatian dari keluarga sangat penting agar mereka bisa kembali menjalani kehidupan secara normal,” katanya.

Pendampingan Hukum dan Psikologis

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Samosir Priska Situmorang menyatakan pihaknya terus melakukan pendampingan intensif terhadap korban.

Pendampingan tersebut mencakup bantuan medis, psikologis, hingga proses hukum terhadap kasus yang terjadi.

Menurut Priska, kedua anak telah menjalani pemeriksaan medis termasuk visum untuk kepentingan penanganan kasus.

> “Kami akan terus mendampingi hingga kasus ini tuntas. Fokus utama saat ini adalah pemulihan kesehatan dan kondisi psikologis anak,” ujarnya.

Peran Keluarga Jadi Benteng Utama

Ketua PKK Kabupaten Samosir Kennauli Ariston Tua Sidauruk menegaskan bahwa keluarga harus menjadi benteng pertama dalam melindungi anak dari segala bentuk kekerasan.

Menurutnya, anak merupakan amanah yang harus dijaga dengan penuh kasih sayang.

> “Anak adalah titipan Tuhan yang harus dijaga dan dilindungi. Jangan sampai kejadian seperti ini terjadi lagi,” katanya.

Di sisi lain, Dinas Pendidikan Kabupaten Samosir memastikan kedua korban tetap mendapatkan hak pendidikan secara penuh selama masa pemulihan.

Pemerintah Kabupaten Samosir menegaskan komitmennya untuk menindak setiap kasus kekerasan terhadap anak secara serius serta memastikan perlindungan maksimal bagi korban.

Kunjungan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Asisten III Arnod Sitorus, Kepala Dinas Kominfo Immanuel Sitanggang, Plt Kepala Dinas Sosial dan PMD Dumosch Pandiangan, serta Camat Simanindo Hans Rikardo Sidabutar bersama jajaran organisasi perangkat daerah terkait.***

Baca Juga :
Semarak HUT Kabupaten Aceh Barat Daya ke 24, Agama Tapeukong, Budaya Tajaga Menuju Abdya Maju