HUT ke-22 Samosir Digelar Dua Hari, Anggaran Ratusan Juta Disorot Soal Transparansi
SAMOSIR.Mitanews.co.id ||
Pemerintah Kabupaten Samosir akan menggelar syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 selama dua hari, 26–27 Februari 2026, di kawasan Waterfront City (WFC) Segmen 5 Pangururan dengan target sekitar 5.000 pengunjung. Namun, besaran anggaran kegiatan mulai menjadi sorotan terkait transparansi penggunaan dana publik.
Ketua Panitia yang juga Asisten I Pemerintahan Kabupaten Samosir, Tunggul Sinaga, didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Imanuel Sitanggang, Kepala Dinas Pariwisata Tetti Naibaho, serta Plt Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Ferdinand Sitanggang, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dibiayai dari APBD Kabupaten Samosir.
Dalam keterangannya kepada wartawan pada konferensi pers di kantor Bupati Samosir, Rabu (25/2/2026), Tunggul menjelaskan bahwa perkiraan belanja utama sekitar Rp550 juta, ditambah biaya makan dan minum kurang lebih Rp200 juta. Sementara itu, beberapa komponen lain seperti cenderamata, alat tulis kantor (ATK), dan kebutuhan pendukung lainnya belum dirinci secara terbuka kepada publik.
“Angka tersebut masih bersifat kasar dan beberapa item belanja belum kami jelaskan secara detail,” ujarnya.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran daerah, mengingat kegiatan bersifat seremonial namun menggunakan dana publik yang cukup besar.
Target Pengunjung Didominasi Utusan Desa
Panitia menargetkan sekitar 5.000 pengunjung hadir dalam kegiatan tersebut. Namun, dari jumlah itu, sebagian merupakan utusan resmi desa dan kelurahan, yakni empat orang dari masing-masing 128 desa/kelurahan di Kabupaten Samosir.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan lanjutan terkait efektivitas kegiatan dalam menarik wisatawan umum, karena sebagian peserta merupakan undangan resmi yang difasilitasi pemerintah.
Dasar Pelaksanaan dan Kepanitiaan
Pelaksanaan kegiatan mengacu pada Surat Keputusan Bupati Samosir Nomor 13 Tahun 2026 tentang Pembentukan Panitia Hari Jadi Kabupaten Samosir ke-22 dengan struktur kepanitiaan terdiri dari 11 seksi.
Panitia juga mengakui masih mengalami kesulitan dalam menghimpun nama-nama tokoh pemrakarsa pembentukan Kabupaten Samosir untuk dimasukkan dalam rangkaian penghormatan pada momentum hari jadi tersebut.
Tema dan Rangkaian Acara
Kepala Dinas Pariwisata Tetti Naibaho menjelaskan tema perayaan tahun ini adalah “Samosir Rumah Kita,” yang dimaknai sebagai upaya meningkatkan daya tarik dan daya saing daerah melalui keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Rangkaian kegiatan hari pertama diisi festival kuliner khas Batak berbahan dali ni horbo (susu kerbau) seperti naniarsik dan naniura, serta penyediaan sekitar 25 stan UMKM. Selain itu, terdapat penampilan siswa berprestasi, tari tradisional, lomba seni, dan hiburan penyanyi lokal.
Puncak acara pada hari kedua diawali ibadah syukur dan dilanjutkan hiburan hingga malam hari dengan rencana kehadiran tamu undangan dari luar daerah.
Harapan dan Catatan Publik
Pemerintah berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kunjungan wisata dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.
Namun di sisi lain, publik menilai pemerintah perlu membuka rincian anggaran secara transparan agar masyarakat dapat mengetahui secara jelas penggunaan dana APBD, terutama untuk kegiatan seremonial yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah.
Transparansi tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan bahwa setiap pengeluaran daerah benar-benar memberikan manfaat nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Samosir.***
Baca Juga :
Temuan Ulat dan Cacing di Menu MBG di Sergai Viral di Medsos
