oleh

Kakak dan Adik Dicabuli , Dukun Cabulnya Kena Ciduk Polisi

PALAS -mitanews.co.id| Seorang pelaku cabul berinsial  AH(34) warga Paran Tonga,Kecamatan Aek Nabara Barumun,Kabupaten Padanglawas(Palas) diciduk polisi.

Pelaku ditangkap di rumahnya di Desa Paran Tonga,Kecamatan Aek Nabara Barumun,Kamis(24/6/2021) sekira pukul 23.30 WIB.

Kapolres Padanglawas,AKBP Jarot Yusviq Andito.SIK melalui Kasat Reskrim,AKP Aman Putra Bangunsyah.SH mengatakan pelaku AH yang  mengaku dirinya sebagai dukun melakukan pencabulan terhadap kakak beradik sebut saja nama Melati dan Mawar disebuah kamar penginapan di Desa Surodingin,Kecamatan Lubuk Barumun.

Kata Aman,perlakukan bejat sang dukun terhadap kedua korban dilakukan  Kamis(22/4/2021)lalu,dikamar penginapan sekira pukul 17.00 WIB 

“Modus sang dukun melakukan pencabulan terhadap kakak beradik ini dengan alasan untuk kesembuhan ayah mereka  yang sedang sakit,” ujar Aman,Jumat(25/6/2021).

Untuk syarat penyembuhan ayah mereka,kata Aman,sang dukun meminta kedua korban untuk melakukan hubungan badan sehingga terbuka aura agar ayah mereka yang sedang sakit dapat sembuh.

Awalnya kedua kakak adik ini menolak, lanjut dia,tetapi sang dukun mengancam tidak mau menyembuhkan ayah mereka sebagai syaratnya harus melalui hubungan intim agar  orangtua mereka bisa sembuh dari penyakit yang dideritanya.

“Dengan sangat terpaksa,kami melayani sang dukun melampiaskan hasrat birahinya agar orang tua kami sembuh,” tutur Aman mengutip pengakuan Melati dan Mawar kepada polisi saat membuat laporan di Polres Palas.

“Kami dipaksa untuk melayani nafsu birahi sang dukun agar ayah kami bisa sembuh dari penyakit,” tambah kedua kakak adik ini 

Dihadapan petugas,keduanya menceritakan,bahwa jika menolak permintaan sang dukun untuk hubungan badan,dirinya tidak akan mau menyembuhkan ayah kami dan mengancam akan dibuat mati.

Lebih jauh Melati dan Mawar menuturkan, setelah kami berdua disetubuhi pelaku.lalu sang dukun melontarkan ancaman bahwa perbuatan ini tidak boleh diceritakan kepada siapapun 

“Apabila kami menceritakan kepada orang lain atas perbuatan cabulnya,diancam akan dibunuh,”ungkap Aman menirukan pengajuan kakak adik yang menjadi korban kasus pemerkosaan sang dukun.

Dihadapan juru periksa,pelaku cabul AH mengakui semua perbuatannya telah melakukan pencabulan terhadap dua kakak beradik disebuah penginapan dengan dalil untuk penyembuhan orangtua mereka.

Aman menambahkan,tersangka melakukan tindak pidana pemerkosaan dengan kekerasan serta memaksa seseorang melakukan atau membiarkan dilakukan pada dirinya perbuatan cabul.( MN.02 ).

Baca Juga :Oknum TNI dan Calon Walikota Siantar Pembunuh Marsal

Komentar

News Feed