Ketangguhan Kendali Sulaiman Harahap di Balik Gagasan Besar Bobby Nasution
Oleh Zulfikar Tanjung
Mitanews.co.id ||
Keberhasilan pemerintahan tidak semata diukur dari seberapa besar gagasan seorang kepala daerah, melainkan sejauh mana gagasan itu mampu diterjemahkan secara sistematis dan dijalankan konsisten oleh seluruh organisasi perangkat daerah.
Dalam konteks Pemerintah Provinsi Sumatera Utara hari ini, relasi antara Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution dan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Sulaiman Harahap, SH., M.SP., CGCAE menjadi contoh menarik bagaimana visi besar menemukan jalur eksekusinya.
Bobby Nasution dikenal sebagai pemimpin dengan ide-ide besar dan berani. Mulai dari penguatan Universal Health Coverage (UHC), penataan ulang perencanaan pembangunan berbasis blue print di Bappelitbang, pendidikan gratis, hingga percepatan infrastruktur melalui Dinas PUPR.
Namun, gagasan sebesar apa pun akan berisiko menjadi slogan jika tidak berada dalam satu rentang kendali administrasi yang rapi, tenang, dan disiplin.
Di titik inilah peran Sulaiman Harahap menjadi krusial. Sebagai Sekdaprov, ia berdiri di ruang yang jarang disorot, tetapi menentukan: ruang kendali. Ia memastikan arus administrasi, pengawasan, dan koordinasi lintas OPD bergerak dalam satu irama kebijakan gubernur.
*(Sistem Terarah)*
Kompleksitas birokrasi yang sering kali menjadi sumber perlambatan justru dikelola Sulaiman menjadi sistem yang terkendali dan terarah.
Pengalaman panjangnya sebagai Inspektur Provinsi Sumatera Utara, ditopang kompetensi profesional Certified Government Chief Audit Executive (CGCAE), membentuk gaya kepemimpinan yang khas: tenang, presisi, dan berbasis sistem.
Ia memahami bahwa pengendalian bukan soal intervensi berlebihan, melainkan memastikan setiap OPD memahami porsinya, taat prosedur, dan fokus pada tujuan besar.
Hasilnya mulai terlihat.
Program UHC berjalan dengan kepastian administrasi. Perencanaan pembangunan tidak terjebak pada rutinitas tahunan, tetapi disusun dalam kerangka blue print yang jelas.
Pendidikan gratis dan kebijakan kesehatan dapat dievaluasi secara terbuka, sementara proyek infrastruktur bergerak dengan disiplin perencanaan dan pengawasan.
Semua itu bukan terjadi secara kebetulan, melainkan buah dari kendali birokrasi yang solid.
(*Arsitek Balik Layar)*
Sulaiman Harahap dengan demikian adalah arsitek di balik layar yang menjembatani visi politik Bobby Nasution dengan pelaksanaan teknokratis di lapangan.
Ia memastikan gagasan besar tidak tercerai-berai di meja OPD, melainkan mengalir sebagai kebijakan yang bisa diukur dan dipertanggungjawabkan.
Jika Bobby Nasution adalah pemimpin dengan visi dan keberanian mengambil terobosan, maka Sulaiman Harahap adalah penjaga ritme pemerintahan. Dalam kombinasi keduanya,
Sumatera Utara menunjukkan bahwa kepemimpinan yang kuat membutuhkan satu hal yang sering terlupakan: kendali yang tenang, cerdas, dan konsisten.(Penulis bersertifikat Wartawan Utama Dewan Pers)***
Baca Juga :
Dana Bos SMPN3 Pangkalan Kerinci Menimbulkan Pertanyaan

















