oleh

Ketua BKPRMI Sidimpuan Sebut ‘Marpangir’ Sambut Ramadhan Bukan Ajaran Islam

PADANGSIDIMPUAN – mitanews.co.id | Marpangir (berlimau)  digelar menyambut bulan Ramadhan bukan bagian dari ajaran Islam maka sangat lebih baik umat Islam tidak melakukannya, bahkan jika dilakukan juga nilai kemuliaan Ramadhan bisa ternoda karena acara marpangir bersama di tempat terbuka pasti laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim saling pamer aurat, kapan saja itu dilarang dalam Islam.

Pernyataan itu diungkapkan Ketua Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Padangsidimpuan, Ustadz H. M. Asroi Saputra Hasibuan, MA kepada Mitanews di Markas Dakwah BKPRMI Kota Padangsidimpuan, jalan Durian nomor 5 Kampung Jawa, Kota Padangsidimpuan berkaitan dengan makin dekatnya bulan Ramadhan 1442 H yang menurut kalender Insyaa Allah mulai Selasa (13/04/2021) mendatang.

Pada tahun-tahun sebelumnya budaya marpangir yang disebut-sebut sebagai ritual menyambut Ramadhan akan digelar pada hari terakhir sebelum hari pertama Ramadhan. Acara itu dibuat secara beramai-ramai di sungai (tempat terbuka), laki-laki dan perempuan dewasa mandi dan marpangir bersama sehingga pamer aurat sudah dianggap biasa.

“Mandi bersama laki-laki dan perempuan dewasa yang bukan muhrim di tempat terbuka itu dilarang keras dalam Islam. Mereka akan saling pamer aurat antara satu dengan lainnya tanpa rasa malu,” kata da’i muda yang juga Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Padangsidimpuan Utara itu.

Menurutnya karena acara marpangir yang katanya menyambut Ramadhan dengan membudayakan mandi bersama laki-laki dan perempuan muslim yang dewasa serta pamer aurat itulah makanya sangat bertentangan dengan ajaran Islam. Bukan berpahala, malah acara marpangir seperti itu justru menambah dosa bagi kaum muslim yang melakukannya.

“Untuk itu dengan amat sangat, kami dari BKPRMI Kota Padangsidimpuan memohon dan menghimbau agar kita kaum muslimin terutama kalangan pemuda serta remaja muslim di Kota Padangsidimpuan untuk tidak melaksanakan acara marpangir menyambut Ramadhan karena hal itu sebenarnya bukan ajaran Islam,” kata Ustad Asroi yang juga dikenal sebagai Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Padangsidimpuan tersebut.

Yang justru perlu dilakukan ketika menyambut bulan Ramadhan, kata Ustad Asroi adalah mempersiapkan diri baik mental, menyiapkan ilmu pengetahuan yang cukup terkait ibadah-ibadah wajib, yakni ibadah puasa dan yang sunnah seperti menghidupkan malam-malam Ramadhan nantinya.

Siapkan diri untuk lebih fokus pada ibadah karena Ramadhan itu merupakan bulan ibadah serta bulan maghfiroh (pengampunan terhadap dosa-dosa) yang dilakukan selama ini. Sudah waktunya para individu muslim mengutamakan waktu beribadah di atas waktu urusan dunia.

“Menyiapkan waktu untuk mendengar kajian atau ikut di Majelis Ilmu (Majelis Ta’lim) guna menambah ilmu-ilmu agama sebagai persiapan kita bukan saja terkait Ramadhan tetapi menghadapi hari akhir yang menurut hadits-hadits shohih, itu sudah semakin dekat,” kata Ustadz Asroi di akhir himbauannya. (balyan kd).

Baca Juga : Ombudsman Dorong Kota Padangsidimpuan Mendapatkan Predikat Zona Hijau

Komentar

News Feed