oleh

‎Marwan Dasopang Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan dan Perkuat Ukhuwah Islamiyah di Pondok Pesantren Al-Yusufiyah

-Daerah-244 views

‎Marwan Dasopang Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan dan Perkuat Ukhuwah Islamiyah di Pondok Pesantren Al-Yusufiyah

‎TAPSEL.Mitanews.co.id ||


Marwan Dasopang, Anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sekaligus Ketua Komisi VIII DPR RI, menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan pada Senin, 15 Desember 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Al-Yusufiyah, Kabupaten Tapanuli Selatan.

‎Politisi PKB itu dalam Paparannya, menyampaikan bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang dibangun di atas fondasi keberagaman. Dengan ratusan suku bangsa, ribuan pulau, berbagai bahasa, serta beragam agama dan aliran kepercayaan, Indonesia justru mampu bertahan dan tumbuh sebagai negara yang bersatu dalam semangat kebangsaan serta komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

‎Marwan menjelaskan, nilai-nilai kebangsaan tersebut sejalan dengan tradisi pemikiran Nahdlatul Ulama (NU) yang menekankan pentingnya persaudaraan sebagai pilar utama kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, terdapat tiga prinsip fundamental yang relevan dalam memperkuat persatuan bangsa.

‎Pertama, Ukhuwah Islamiyah, yakni persaudaraan yang berlandaskan keimanan. Prinsip ini mengajarkan umat beragama untuk menumbuhkan sikap saling menghormati dan menghargai, tidak hanya kepada sesama manusia, tetapi juga kepada seluruh ciptaan Tuhan, termasuk alam dan lingkungan. Menghargai ciptaan, tegas Marwan, merupakan wujud penghormatan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

‎Kedua, Ukhuwah Basyariyah atau Insaniyah, yaitu persaudaraan atas dasar kemanusiaan. Dalam konteks ini, kepedulian sosial dan semangat tolong-menolong harus melampaui sekat perbedaan agama, suku, maupun latar belakang sosial. Setiap manusia memiliki martabat yang sama dan wajib dijunjung tinggi.

‎Ketiga, Ukhuwah Wathaniyah, yakni persaudaraan kebangsaan. Marwan menekankan bahwa dalam kehidupan berbangsa, penderitaan yang dialami oleh satu anak bangsa sejatinya merupakan penderitaan seluruh rakyat Indonesia. Ketidakadilan terhadap satu kelompok, lanjutnya, adalah ancaman bagi persatuan nasional.

‎“Nilai-nilai persaudaraan inilah yang melahirkan konsensus kebangsaan dan menjadi fondasi berdirinya Indonesia sebagai negara yang berdaulat. Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 hadir sebagai dasar negara sekaligus payung hukum bagi seluruh peraturan perundang-undangan di Indonesia,” ujar Marwan.

‎Kegiatan yang mengusung tema “Sosialisasi Empat Pilar: Merawat NKRI” ini terselenggara melalui kerja sama antara Anggota DPR RI dengan masyarakat serta para santri Pondok Pesantren Al-Yusufiyah. Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Selatan, organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen lainnya.

‎Sosialisasi yang berlangsung selama satu hari penuh ini mendapat respons positif dari para peserta. Mereka menilai bahwa penguatan wawasan kebangsaan perlu terus digelorakan, khususnya di kalangan generasi muda, agar tidak terjerumus dalam gaya hidup hedonis, paham radikalisme, maupun pengaruh negatif arus globalisasi.

‎“Generasi muda harus memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat. NKRI adalah rumah bersama yang wajib kita jaga, rawat, dan pertahankan demi masa depan bangsa,” ungkap Marwan Dasopang dalam sesi diskusi.(MN.02)***

Baca Juga :
Dua Dekade Lebih di Samosir: Formalitas Birokrasi vs Kehidupan Rakyat

News Feed