oleh

Masyarakat Tionghoa dan Pemuka 13 Etnis Apresiasi Bupati Batu Bara Jaga Kebersamaan

-Daerah-397 views

Masyarakat Tionghoa dan Pemuka 13 Etnis Apresiasi Bupati Batu Bara Jaga Kebersamaan

BATU BARA.Mitanews.co.id ||


Pagelaran barongsai dan kolaborasi kesenian dari 13 etnis dalam rangkaian Pesta Tapai Kabupaten Batu Bara 2026, Jumat malam (30/1) menjadi penegasan bahwa tradisi dan keberagaman dapat berjalan seiring dalam suasana kebersamaan yang utuh.

Sejumlah perwakilan masyarakat Tionghoa dan tokoh lintas etnis menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih kepada Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian atas komitmennya merawat kerukunan dan persatuan masyarakat.

Apresiasi tersebut disampaikan pada acara yang berlangsung meriah di Desa Dahari Selebar, Kecamatan Talawi, Jumat malam (30/1/2026).

Ribuan masyarakat memadati lokasi kegiatan, tidak hanya warga Kabupaten Batu Bara, tetapi juga pengunjung dari berbagai daerah serta para perantau asal Batu Bara yang pulang kampung untuk menyaksikan rangkaian Pesta Tapai.

Pagelaran barongsai tampil memukau dan berpadu dengan berbagai kesenian daerah yang dibawakan oleh perwakilan 13 etnis lokal dan nusantara.

Plt Kadisporabudpar Batu Bara Widaruna, SE menyampaikan syukur Bupati kolaborasi lintas budaya itu disambut antusias oleh masyarakat dan menjadi simbol kuat harmoni dalam keberagaman.

Perwakilan masyarakat Tionghoa menyampaikan bahwa kehadiran barongsai dalam Pesta Tapai mencerminkan keterbukaan dan semangat kebersamaan yang terus dirawat di Batu Bara.

Mereka menilai Pesta Tapai bukan hanya sekadar agenda budaya tahunan, melainkan ruang perjumpaan yang menyatukan berbagai latar belakang dalam satu ikatan kebangsaan.

Hal senada disampaikan tokoh dari perwakilan 13 etnis yang terlibat dalam pagelaran. Menurut mereka, Pesta Tapai telah menjelma menjadi simbol kesatuan masyarakat Batu Bara, tempat nilai-nilai toleransi, saling menghormati, dan kebersamaan diwujudkan secara nyata, bukan sekadar slogan.

“Kami berterima kasih kepada Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian yang telah memberi ruang kebersamaan bagi seluruh etnis. Pesta Tapai membuktikan bahwa perbedaan dapat dirangkai menjadi kekuatan,” ujar salah satu tokoh etnis di sela kegiatan.

Nama Bupati Baharuddin Siagian pun dielu-elukan masyarakat saat menyaksikan pagelaran seni.

Bagi banyak warga, komitmen kepala daerah dalam acara lintas budaya tersebut menjadi penanda kepemimpinan yang tidak berjarak dan berkomitmen menjaga harmoni sosial.

Pesta Tapai Kabupaten Batu Bara selama ini dikenal sebagai tradisi budaya masyarakat Melayu pesisir dalam menyambut bulan suci Ramadan.

Namun dalam perkembangannya, kegiatan ini tidak hanya memelihara warisan budaya, tetapi juga menjadi ruang inklusif yang mempertemukan berbagai unsur masyarakat.

Kolaborasi kesenian lintas etnis pada Pesta Tapai 2026 memperlihatkan bagaimana kebudayaan dapat menjadi sarana efektif memperkuat persatuan.

Di tengah dinamika masyarakat yang majemuk, Batu Bara menunjukkan bahwa harmoni sosial dapat tumbuh ketika kebudayaan dirawat bersama.

Para tokoh etnis berharap semangat kebersamaan yang terbangun dalam Pesta Tapai dapat terus dilanjutkan dan dijaga. Mereka meyakini, nilai persatuan dan toleransi yang tumbuh dari kegiatan budaya akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan cita-cita Batu Bara Bahagia, sebagaimana diharapkan seluruh masyarakat.***

Baca Juga :
Wakil Wali Kota Sibolga Hadiri RKPD Sumut Tahun 2027, Fokus Peningkatan SDM dan Transformasi Ekonomi