oleh

Musa Idishah Ikut Berbuka Bersama, Yuslin Siregar Perkenalkan Donatur Utama Ramadan Masjid Agung Medan

-Daerah-274 views

Musa Idishah Ikut Berbuka Bersama, Yuslin Siregar Perkenalkan Donatur Utama Ramadan Masjid Agung Medan

MEDAN.Mitanews.co.id ||


Suasana berbuka puasa bersama di Masjid Agung Medan pada hari ke-17 Ramadan 1447 H, Sabtu (7/3/2026), terasa berbeda.

Sejak sore, lebih dari seribu jamaah telah memadati lantai dasar masjid kebanggaan masyarakat Sumatera Utara itu, menanti saat berbuka dalam suasana religius yang khusyuk.

Setelah Sekretaris Badan Kenaziran dan Wakaf Masjid Agung Medan H. Yuslin Siregar menyapa jamaah dan doa dipimpin Imam Ustadz Dr (C) Syu’aib Daulay, suasana tiba-tiba berubah hangat.

Seorang tokoh dermawan, H. Musa Idishah—yang akrab disapa Dodi Haji Anif—memasuki ruangan.

Yuslin Siregar yang melihat kedatangannya segera menyambut dan memperkenalkan putra dari tokoh legendaris Sumatera Utara, almarhum H. Anif, kepada para jamaah.

Spontan, ribuan jamaah yang hadir menyambut dengan penuh semangat. Salam yang disampaikan Musa Idishah disahut gema suara jamaah yang memenuhi ruangan luas Masjid Agung Medan, menghadirkan suasana haru sekaligus kebersamaan yang terasa begitu kuat menjelang azan Magrib.

Kehadiran Musa Idishah menambah nuansa istimewa pada berbuka puasa bersama hari itu.

Sejumlah donatur yang selama ini mendukung kegiatan Ramadan di Masjid Agung Medan juga tampak hadir, di antaranya H. Indra Utama, H. Yuslin Siregar, H Chandra Lubis, dan H. Azis Balatif.

Donatur lainnya yang turut berkontribusi antara lain H. Teuku Soelaiman, H. Suhardi SE (Aroma), H. Tengku Dzulmi Eldin, dan H. Aldi Subartono. Sementara itu, keluarga almarhum H. Raja Inal Siregar juga memberikan dukungan berupa donasi air mineral dalam jumlah signifikan bagi jamaah berbuka.

Pada kesempatan tersebut, doa yang dipimpin Imam Ustadz Dr (C) Syu’aib Daulay turut memanjatkan harapan agar almarhum H. Anif—yang dikenal sebagai salah satu dermawan besar dalam pembangunan Masjid Agung Medan—ditempatkan oleh Allah SWT di sisi-Nya dengan sebaik-baiknya.

Saat ditemui wartawan, Musa Idishah mengaku terharu atas sambutan jamaah. Ia merasa bersyukur dan berbesar hati, terlebih ketika mengetahui bahwa sejak awal Ramadan nama dirinya dan almarhum ayahandanya kerap disebut dalam doa para imam dan jamaah di Masjid Agung Medan.

“Saya sangat terharu. Terima kasih kepada jamaah yang telah mendoakan ayahanda kami. Semoga semua ini menjadi kebaikan bagi beliau di sisi Allah SWT,” ujarnya.

Di hadapan jamaah, Yuslin Siregar kembali menegaskan komitmen kenaziran untuk terus menyelenggarakan kegiatan berbuka puasa bersama hingga akhir Ramadan.

Ia juga mengingatkan bahwa Masjid Agung Medan akan melaksanakan iktikaf pada malam-malam ganjil sepuluh hari terakhir Ramadan, yakni malam ke-21, 23, 25, dan 27, dengan penyediaan nasi bungkus untuk makan sahur bagi para jamaah.

Menjelang azan Magrib, suasana masjid kembali hening. Ribuan jamaah bersiap berbuka dalam kebersamaan yang terasa semakin hangat—sebuah momen yang memperlihatkan bagaimana Ramadan di Masjid Agung Medan tidak hanya menghadirkan ibadah, tetapi juga mempererat ukhuwah dan semangat berbagi di tengah masyarakat.***

Baca Juga :
Target Menang di Pemilu 2029, PDIP Sergai Gelar Fit and Proper Test Ketua PAC