Musrenbang RKPD 2027 Samosir: Bupati Tegaskan Usulan Program Harus Menjawab Kebutuhan Nyata Warga
SAMOSIR.Mitanews.co.id ||
Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom menegaskan bahwa Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tidak boleh berhenti sebagai agenda rutin tahunan tanpa arah yang jelas. Setiap usulan program pembangunan harus berangkat dari kebutuhan riil masyarakat dan mampu memberi dampak nyata bagi kehidupan warga.
Penegasan tersebut disampaikan Vandiko saat membuka Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Samosir Tahun Anggaran 2027 di Sopo Bolon HKBP Pangururan, Rabu (11/3/2026). Musrenbang ini mengangkat tema “Akselerasi Pembangunan Sumber Daya Manusia, Penguatan Ekonomi, dan Inklusi Sosial Berbasis Pemberdayaan Masyarakat.”
Kegiatan tersebut dibuka Bupati Vandiko didampingi Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), perwakilan pemerintah provinsi, hingga berbagai unsur masyarakat.
Dalam arahannya, Vandiko mengingatkan seluruh pemangku kepentingan agar tidak mengajukan program pembangunan sekadar untuk memenuhi prosedur perencanaan tahunan.
“Musrenbang ini jangan hanya menjadi formalitas. Usulan kegiatan untuk tahun anggaran 2027 harus benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, bukan sekadar daftar program tanpa manfaat nyata,” tegas Vandiko.
Menurutnya, perencanaan pembangunan daerah harus berpijak pada persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat. Salah satu kebutuhan yang paling sering disampaikan warga adalah ketersediaan air bersih, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun sektor pertanian.
Vandiko menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah mulai mengembangkan sistem pompanisasi air berbasis energi surya sebagai salah satu solusi penyediaan air bersih yang lebih efisien dan berkelanjutan.
“Kita sudah mulai membangun pompanisasi menggunakan tenaga surya. Skema ini penting karena selain membantu penyediaan air, juga dapat menekan biaya operasional dalam jangka panjang,” ujarnya.
Selain pembangunan pompanisasi, Vandiko juga menyoroti pentingnya pengembangan jaringan pipanisasi untuk mendistribusikan air kepada masyarakat. Namun ia mengingatkan bahwa pembangunan jaringan pipa sering menghadapi kendala sosial, khususnya terkait lintasan pipa yang melewati lahan milik warga.
Karena itu, pemerintah daerah menilai perlu adanya pendekatan dan komunikasi yang baik dengan masyarakat agar pembangunan infrastruktur tidak terhambat oleh persoalan lahan.
“Lintasan pipa sering melewati lahan masyarakat. Ini perlu disikapi dengan pendekatan yang baik agar ketika pembangunan dilakukan tidak menimbulkan persoalan di lapangan,” katanya.
Selain membangun jaringan baru, pemerintah daerah juga akan mengoptimalkan berbagai sumber air yang tersedia di wilayah Samosir sebagai bagian dari strategi pemenuhan kebutuhan air masyarakat.
Vandiko menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Samosir akan terus berupaya mencari dukungan anggaran dari pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan berbagai infrastruktur yang menjadi kebutuhan masyarakat.
“Kami dari pemerintah daerah akan terus berupaya mendapatkan dukungan anggaran dari pusat. Kami siap mengetuk pintu-pintu kementerian demi memperjuangkan kebutuhan masyarakat Samosir,” ujarnya.
Di luar persoalan air bersih, Bupati juga menegaskan bahwa prioritas pembangunan Kabupaten Samosir tetap diarahkan pada sektor kesehatan, pendidikan, dan pertanian sebagai fondasi utama peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, berbagai persoalan sosial yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat harus segera ditangani agar pembangunan daerah dapat berjalan lebih efektif dan memberi dampak nyata bagi kehidupan warga.
“Kesehatan, pendidikan, dan pertanian tetap menjadi prioritas utama untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Sementara kebutuhan mendesak seperti air bersih harus segera ditangani,” tegas Vandiko.
Musrenbang RKPD Kabupaten Samosir Tahun 2027 turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Samosir. Mewakili Gubsu Ir. Efendi Pohan, MA, unsur TNI dan Polri, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Hadir pula Laila Jamilah Lubis dari Sekretariat Bappeda Provinsi Sumatera Utara, Devialcitra Chandra selaku Kepala Satuan Kerja BBPJN Wilayah II Sumatera Utara, Devita Norani Saragi dari Badan Pusat Statistik (BPS), serta Manihar Tumanggor, Staf Ahli Bupati Pakpak Barat.
Melalui forum Musrenbang tersebut, Pemerintah Kabupaten Samosir berharap arah pembangunan daerah ke depan dapat dirumuskan secara lebih terukur, tepat sasaran, serta benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai sektor pembangunan.***




















