oleh

Oknum TNI dan Calon Walikota Siantar Pembunuh Marsal

SIANTAR-mitanews.co.id | Ternyata calon Walikota Siantar dan oknum TNI penembak mati Mara Salem Harahap alias Marsal, wartawan di Kabupaten Simalungun.

Hal tersebut terungkap dalam konfrensi pers yang dipimpin langsung oleh Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak di Mapolres Siantar, Kamis, (24/6/2021).

Sedangkan mantan Calon Walikota Siantar pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Siantar Tahun 2015 dimaksud ialah S pemilik diskotek Ferari yang kerap diberitakan oleh Almarhum Marsal Harahap.

Selain itu, Kapolda Sumut juga menyebut bahwa dalam kasus pembunuhan ini melibatkan oknum TNI berinisial A dan YFP, humas diskotek Ferrari.

“A adalah oknum TNI. Makanya Pangdam hadir di sini. Perhatikan, saya sudah sampaikan siapapun yang bersalah, kita tindak tegas. Enggak usah dibawa kemana-mana,” ujar Panca.

Lebih lanjut Kapolda menjelaskan, untuk senjata api yang digunakan oknum TNI itu merupakan buatan pabrikan Amerika.
Namun senjata api itu disebut bukan berasal dari institusi TNI.

“Senjata itu diduga berasal dari perdagangan ilegal. Itu senjata pabrikan. Nomor registernya jelas, buatan Amerika. Senjata pabrikan belum tentu masuk dengan benar dan milik kesatuan. Tolong dicatat baik-baik, bisa saja ini masuk dari penggelapan dan perdagangan ilegal. Ini tidak teregister di kesatuan. Nomor registernya ada dan ini akan kami dalami terus,” jelas Kapolda.

Pembunuhan tersebut dilatarbelakangi sakit hati terhadap korban. Di situ, tersangka S meradang karena korban sering memberitakan peredaran narkotika di tempat hiburan malam milik S.

Kemudian, S meminta A dan YFP memberi pelajaran kepada korban. Ia kemudian mengirim uang sebesar Rp 15 juta untuk membeli senjata api jenis pistol pabrikan USA.

Selanjutnya tersangka A dan YFP menuju warung tuak untuk membuntuti korban. Kemudian kedua tersangka menuju rumah korban di Desa Karang Anyer, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun pada malam sebelum korban ditemukan meninggal dunia.

Namun saat itu, korban diketahui belum kembali ke rumah, melainkan pergi ke salah satu hotel yang ada di Kota Siantar.

Mengetahui korban tidak berada di rumah, kedua tersangka berniat kembali ke Kota Siantar. Namun tak berselang lama, para tersangka dan korban berpapasan di tempat kejadian perkara.

Kedua tersangka pun memutar balik sepeda motornya dan kemudian membuntuti korban dari belakang. Hingga di tempat kejadian perkara, tersangka A langsung menembak korban.

Usai mengeksekusi korban, dua tersangka kembali ke Kota Siantar. Mereka menuju Tempat Hiburan Malam (THM) Ferrari dan mabuk-mabukan.

Sedangkan korban tewas karena peluru mengenai tulang paha korban dan pecah menjadi 3 bagian. Pecahan peluru mengenai pembuluh arteri korban dan menyebabkan pendarahan yang cukup parah.

Atas perbuatannya, kata Kapolda, Sujito dan oknum TNI ini dijerat Pasal 338 dan Pasal 340 KUHPidana.

“Ancaman hukumannya itu mati dan seumur hidup. Ini pasal cukup berat,” pungkas Kapolda. (mn.09).

Baca juga : Polsek Medan Helvetia Ringkus Bandit Jalanan

Komentar

News Feed