oleh

Oloan Simbolon Soroti Serius Kinerja Perencanaan Daerah di Samosir

-Daerah-223 views

Oloan Simbolon Soroti Serius Kinerja Perencanaan Daerah di Samosir

SAMOSIR.Mitanews.co.id ||
Dorongan evaluasi terhadap kualitas perencanaan pembangunan di Kabupaten Samosir semakin menguat. Selain pandangan fraksi-fraksi di DPRD Samosir, pemerhati pembangunan sekaligus mantan anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, Oloan Simbolon, menyampaikan kritik tegas terkait pentingnya pembenahan Bappeda sebagai garda terdepan dalam penyusunan arah pembangunan daerah.

Dalam pernyataannya di Pangururan, Minggu (30/11/2025), Oloan menegaskan bahwa Bappeda memegang peran sentral dalam memastikan pembangunan berjalan sesuai prinsip akuntabel, strategis, dan berpihak kepada masyarakat.

“Perencanaan Tidak Boleh Dijalankan dengan Cara yang Biasa-Biasa Saja”

Menurut Oloan Simbolon, perencanaan daerah tidak boleh berhenti pada pemenuhan prosedur administratif. Ia menegaskan bahwa pembangunan membutuhkan keberanian untuk berpikir mendalam, bukan sekadar memproses usulan.

“Bappeda adalah otak perencanaan. Kalau otaknya tidak bekerja tajam, maka seluruh tubuh pemerintahan ikut bergerak tanpa arah. Perencanaan itu bukan formalitas, itu fondasi masa depan daerah,” ujarnya tegas.

Oloan menambahkan bahwa setiap usulan program harus diuji secara ketat, baik dari segi manfaat, efektivitas anggaran, maupun keterkaitannya dengan visi pembangunan daerah.

Kritik Tegas: “Perencanaan Harus Berpihak, Bukan Mengalir Apa Adanya”

Oloan menyoroti pentingnya Bappeda untuk memiliki keberanian memilih, memilah, dan menegaskan prioritas pembangunan.

“Perencanaan tidak boleh mengalir seperti air tanpa arah. Setiap program harus punya alasan kuat mengapa ia lahir. Kalau tidak, itu bukan perencanaan—itu hanya rutinitas.”

Ia menilai bahwa perencanaan yang tidak disaring secara analitis akan membuat pembangunan daerah bergerak tetapi tidak maju.

“Samosir tidak butuh banyak kegiatan. Samosir butuh kegiatan yang tepat, berdampak, dan menyentuh kebutuhan nyata masyarakat.”

Tekanan pada Integritas Anggaran

Oloan menekankan bahwa Bappeda harus menjadi penjaga kualitas dan integritas dalam penganggaran.

“Bappeda harus berani menolak program yang tidak rasional, tidak relevan, atau tidak memberikan manfaat jelas. Keberanian itu penting untuk menjaga uang rakyat tetap digunakan secara tepat.”

Ia menegaskan bahwa menjaga kualitas perencanaan adalah bentuk tanggung jawab terhadap masyarakat yang mengharapkan perubahan nyata, bukan hanya laporan di atas kertas.

Koordinasi Antarsektor Jadi Sorotan

Selain aspek teknis perencanaan, Oloan juga menyoroti perlunya harmoni lintas sektor.

“Tidak boleh ada OPD yang berjalan sendiri-sendiri. Kalau koordinasi tidak dipimpin dengan kuat, pembangunan kehilangan orkestrasi dan Samosir kehilangan arah.”

Oloan menegaskan bahwa Bappeda harus menjadi pemimpin dialog pembangunan antarsektor, bukan sekadar penerima berkas program.

RPJMD Harus Kembali Menjadi Kompas Utama

Menurut Oloan, arah pembangunan harus kembali mengacu pada RPJMD sebagai dokumen visi pembangunan daerah.

“RPJMD itu cahaya yang menuntun pembangunan. Kalau dokumen itu tidak diikuti, maka daerah berjalan dalam gelap. Bappeda harus memastikan setiap langkah pembangunan tetap berada di jalurnya.”

Sikap DPRD Samosir Memperkuat Seruan Perbaikan

Pandangan tegas Oloan Simbolon sejalan dengan sikap tiga fraksi di DPRD Samosir—Golkar, PDIR, dan PDIP—yang pada Rapat Paripurna penyampaian pandangan fraksi terhadap Ranperda APBD 2026 (28/11/2025) menyatakan perlunya evaluasi agar Bappeda bekerja lebih efektif, komunikatif, dan selaras dengan dokumen perencanaan daerah.

Melihat kenyataan selama ini, saatnya bupati mengevaluasi kinerja kepala bappeda kita yang sekarang dengan serius. Mumpung bupati masih punya waktu 4 tahun lagi mewujudkan visi misi nya yang barangkali sudah dalam bentuk RPJMD, tutupnya.

Fraksi PDIR melalui Renaldi Naibaho menilai komunikasi dengan Bappeda masih sering terhambat. Fraksi Golkar menekankan perlunya langkah strategis memperbaiki kualitas perencanaan. Fraksi PDIP meminta pembangunan lebih terukur dan selaras dengan RPJMD.

“Pembangunan itu Harus Menghasilkan Perubahan Nyata”

Menutup pernyataannya, Oloan Simbolon memberikan pesan tegas:

“Selama perencanaan tidak diperbaiki, pembangunan hanya akan berjalan tetapi tidak maju. Bappeda harus kembali menjadi motor strategis yang memikirkan masa depan, bukan hanya memproses dokumen hari ini,”.(HS)***

Baca Juga :
Pemkab Asahan Gelar Apel Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Bencana Hidrometeorologi