oleh

Pembangunan Jalan Rp 2.7 Triliun Bukti Gubsu Siap Pertaruhkan Jabatan Demi Rakyat

-Advertorial-496 views

Oleh Ir Zulfikar Tanjung

Mitanews.co.id |
Kemarin, Senin 27 Juni 2022 Desa Suka Makmur Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deli Serdang menjadi saksi titik awal komitmen Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi untuk memulai pembangunan jalan dan jembatan sepanjang 450 km tersebar di 33 kabupaten dan kota senilai Rp 2.7 triliun selesai 2023.

Di tengah masih adanya gonjang-ganjing sementara pihak tentang polemik pembangunan untuk kepentingan rakyat Sumut ini, tampaknya Gubsu Edy Rahmayadi tetap pada komitmen untuk melaksanakan pembangunan ini.

Beliau berprinsip selama untuk rakyat apapun dikerjakannya. Dia menegaskan dirinya ada untuk rakyat. Begitu mantan Pangkostrad ini selalu bersikap dan itu kembali ditegaskannya pada acara ‘groundbreaking’ yang merupakan pertanda dimulainya pembangunan ini.

Pada ‘groundbreaking’ ini dia sengaja mengajak Bupati Deli Serdang Ashari Tambunan, Bupati Karo Corry S Sebayang, Wakajati Sumut, Irwas Poldasu, Wakil Ketua DPRD Sumut Rahmat Sibarani, para tokoh masyarakat menyaksikan komitmen ini yang diungkapnya sebagai komitmen bersama,

Komitmen ini tampaknya bukan main-main. Tersirat bahwa demi kepentingan rakyat yang sudah lama mendambakan jalan yang baik Gubsu siap mempertaruhkan jabatannya.

Untuk itu dia meminta semua komponen terutama rakyat untuk mengawasi jalannya pekerjaan. Kehadiran lengkap para pimpinan daerah Sumut dan dua bupati sebagai bukti besar dukungan mereka terhadap pembangunan jalan jembatan ini.

Hanya saja tetap diingatkan agar Gubsu dan semua pihak terlibat hendaklah selalu berpedoman kepada ketentuan dan peraturan berlaku dan dalam hal ini Gubsu mengatakan bahwa proses lahirnya program ini telah memenuhi ketentuan hukum dan taat azas.

Agaknya bisa dikatakan pihak-pihak yang bersama menggagasi dan memprakarsai pembangunan ini kemudian mereka yang mendukung akan memiliki nilai tersendiri di hati rakyat karena mereka yang mengawali mendukung pembangunan jalan dan jembatan ini bisa dibilang peka terhadap kebutuhan rakyat.

Tekad Gubsu Edy Rahmayadi patut diapresiasi sebab niatan membangun jalan dan jembatan yang rusak puluhan tahun ini tidak kunjung terwujud.

Tercatat niatan itu dimulai masa Gubsu Raja Inal Siregar, T Rizal Nurdin, Rudolf Pardede, Syamsul Arifin, Gatot Pujo Nugroho dan T Erry Nuradi. Mereka semua sangat menyadari bahwa jalan provinsi terpanjang di Indonesia ada di Sumut. Namun jumlah kerusakan tidak sebanding dengan dana yg tersedia baik dari APBD Provinsi maupun Pusat.

Perjuangan panjang ini sempat juga memunculkan aemacam sentimen sementara masyarakat kepada pusat karena dianggap abai terhadap Sumut. Bahkan upaya untuk menuntut bagi hasil perkebunan yang bila berhasil diperjuangkan menjadi solusi untuk memperoleh dana bagi pembanguna jalan dan jembatan ini.

Tuntutan inipun sudah diperjuangan oleh Asosiasi Pemerintah Provinsi dihadapan Presiden SBY (waktu itu di NTB) juga tidak kunjung berhasil.

Akhirnya dengan terseok seok Pemprovsu lewat APBDnya membangun jalan tidak maksimal dan tidak nampak hasilnya.

(Janji Politik)

Ketika Edy Rahmayadi terpilih menjadi Gubsu salah satu agenda prioritas janji politiknya adalah membangun infrastruktur jalan dan jembatan yang merupakan urat nadi perekonomian rakyat Sumut.

Dia mencoba untuk mencari dukungan dana dari tahun ke tahun bahkan mencoba mencari pinjaman sebagai.komitmennya untuk rakyat namun tidak kunjung berhasil. Mencoba memulai tahun kedua Sumut juga mengalami imbasan pandemi covid yang melanda seluruh dunia selama 2 tahun, membuat pekerjaan ini terhambat.

Pola pembangunan ini akhirnya terjawab dengan pembangunan multiyears selama 3 tahun ( 2022,2023,2024 ), dimana pekerjaan dimulai Juni 2022 dan selesai September 2023. Sedangkan pemeliharaan hingga tahun 2024. Tender sekaligus dan pemenangnya BUMN Waskita Karya.

Total kegiatan pekerjaan adalah sebagai berikut pembangunan jalan 450 km, Pembangunan jembatan 20 unit dan Drainase 71 Km.

Pembangunan tersebar dimulai titik Kecamatan Kutalimbaru tembus ke Bumi Perkemahan Sibolangit hingga ke Kabanjahe dan terus melintasi Dataran Tinggi, Pantai Barat, Pantai Timur dan Kepulauan Nias.

Bila terwujud sebuah legacy yang ditorehkan oleh Gubsu Edy Rahmayadi, ujar Mayjen TNI Purn M Hasyim Ketua Umum DHD 45 Sumut.

Role model ini dibenarkan oleh Menteri Bappenas Manoarfa pada satu kesempatan memberi statemen atas pembamguna infrastruktur ini. Apalagi pembangunan ini bagian dari kepentingan strategis daerah

(Terima kasih Rakyat)

Masyarakat Kutalimbaru yang menyaksikan kegiatann Ground Braking ini menyampaikan terima kasih kepada Gubsu Edy Rahmayadi dan pemerintah atas pembangunan jalan ini.

Mereka menyampaikan terima kasih sembari meminta kepada Gubsu supaya dibangun juga sekolah SMA atau SMK karena anak2 mereka sekolah harus menempuh jarak 25 Km.

Masyarakat hendaklah engawasi bahkan nantinya ikut merawat jalan ini karena pembangunan jalan ini memberi dampak antara lain membantu peningkatan perekonomian rakyat, meningkatkan keselamatan pengguna jalan dan mengurangi biaya masyarakat terutama mengangkut hasil bumi. Hasil bumi akan semakin lancar didistribusikan.

Sesungguhnya komitmen membangun jalan mantap di seluruh Sumut kata Gubsu butuh dana Rp 5 triliun. Bila ini terwujud Sumut akan menikmati jalan bermartabat. Dan ini perlu direalisasikan. Saat ini Pemprovsu bisa mengerjkannya dengan Rp 2.7 T dan diharaokan akan dilanjutkan di tahun 2024 mendatang.

Baca juga : 288 Cakades Tanda Tangani Pilkades Damai

News Feed