oleh

Pemprov Sumut dan Pemda Pastikan Kesiapan Pembangunan Mastran BRT Mebidang

-Daerah-193 views


Pemprov Sumut dan Pemda Pastikan Kesiapan Pembangunan Mastran BRT Mebidang

MEDAN.Mitanews.co.id ||


Pemprov Sumut dan Pemda Medan, Binjai dan Deliserdang (Mebidang) memastikan kesiapan pembangunan Mastran Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang.

Bahkan, Kemenhub RI juga memastikan kesiapan pihaknya dalam pembangunan proyek Mastran BRT Mebidang itu.

Apalagi, proyek ini diyakini sebagai solusi transportasi publik yang lebih nyaman, aman, efektif dan efisien di kawasan Mebidang.

Mewakili Pj Gubernur Sumut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumut, Agustinus Panjaitan, mengungkapkan bahwa pihaknya bersama dengan Pemda di kawasan Mebidang telah mempersiapkan dengan matang untuk melaksanakan proyek ini.

"Kami bersama Pemerintah Daerah wilayah Mebidang telah menyiapkan segala aspek yang diperlukan melalui pembentukan PIU (Project Implementation Unit) Daerah, untuk memastikan pembangunan proyek Mastran BRT Mebidang berjalan lancar," kata Agustinus yang juga sebagai Ketua PIU (Project Implementasi Unit) Mastran BRT Mebidang, dalam sambutannya pada peluncuran proyek Masstran BRT Mebidang di eks Terminal Amplas, Medan, Jumat 19 April 2024.

Melalui dukungan dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah, serta anggaran yang telah disiapkan, proyek Mastran BRT Mebidang diharapkan dapat segera dimulai pembangunannya dan menjadi solusi yang efektif bagi permasalahan transportasi di kawasan Mebidang.

Agustinus Panjaitan mengungkapkan bahwa Mebidang memiliki pergerakan populasi mencapai 4,7 juta per hari dengan biaya transportasi rata-rata sebesar 12.000 rupiah per orang per hari.

"Kami berkomitmen meningkatkan penggunaan transportasi publik dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi," kata Agustinus.

Dalam grand design pembangunan transportasi Mebidang, Dishub Sumut tengah mengevaluasi berbagai opsi, mulai dari BRT, LRT line, MRT, hingga Tramway.

Selain itu, pihaknya telah menandatangani MoU dengan pemerintah daerah dan Kementerian Perhubungan untuk mengelola 17 koridor angkutan massal terintegrasi.

MoU tersebut juga telah ditindaklanjuti dengan penandatanganan Working Level Agreement (WLA) yang berisikan tanggung jawab masing-masing pihak.

Walikota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution yang juga turut hadir dalam acara peluncuran sekaligus peresmian proyek Mastrans BRT Mebidang dengan anggaran sebesar 1,9 triliun yang didukung oleh World Bank mengatakan bahwa proyek ini akan membantu melancarkan aktivutas masyarakat.

"Solusi transportasi ini akan membantu kelancaran aktivitas masyarakat dan menjadi alternatif yang layak bagi kendaraan pribadi," ungkap Bobby.

Proyek ini direncanakan akan dimulai operasionalnya pada Agustus 2024 dengan menyediakan 60 bus listrik untuk 5 rute dengan total panjang rute mencapai 176,50 km.

Targetnya, proyek ini akan beroperasi penuh pada tahun 2027 dengan 515 bus listrik yang melayani 17 rute dan 32 halte besar di seluruh Medan, Binjai dan Deliserdang.

Meski mengalami keterlambatan peluncuran karena masalah administrasi, Direktur Angkutan Jalan, Kementerian Perhubungan, Suharto, menegaskan komitmen penuh untuk melanjutkan proyek ini.

"Dukungan dari pemerintah daerah sangat penting bagi kami. Program ini akan membawa perubahan signifikan dalam mobilitas masyarakat Sumut," tutur Suharto.

Dengan dukungan dari berbagai pihak dan anggaran yang telah disiapkan untuk, proyek Mastran BRT Mebidang diharapkan dapat menjadi solusi efektif untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memajukan kultur pembangunan di Kota Medan.(mn.09)***

Baca Juga :
Putra Mahkota Lepas Ribuan Bibit Ikan Mas di Lubuk Larangan Sungai Sibuhuan

News Feed