oleh

PIC SDN 104284 Panombean Pastikan Kelancaran MBG

-Daerah-174 views

PIC SDN 104284 Panombean Pastikan Kelancaran MBG

SERGAI.Mitanews.co.id ||


Person in Charge Makan Bergizi Gratis (PIC MBG) SD Negeri 104284 Panombean Kecamatan Bintang Bayu Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), terus melakukan peran aktif dalam pendistribusian makan bergizi gratis.

Pihak PIC sekolah yang menerima manfaat MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ujung Negeri Kahan (Uneka) tersebut menjalankan fungsinya
dalam koordinasi antara sekolah dengan vendor makanan dan Badan Gizi Nasional.

Wahyuni L Tobing, Friska, S.Pd.I dan Ari Hayati Purba adalah penanggung jawab yang ditunjuk untuk mengelola, mengawasi, dan memastikan kelancaran distribusi makanan bergizi di sekolah yang dipimpin Rati Triwidari, S.Pd.

" Tugas kami itu mengawasi kualitas makanan, distribusi makanan dari pihak Dapur MBG sampai ke 87 siswa selaku penerima manfaat, menuangkan laporan dalam formulir uji organeleptik termasuk memberikan saran dan kritik," terang Friska didampingi Wahyuni, Selasa 21 April 2026.

Keduanya mengatakan, tanggung jawab mereka bukan saja menghitung jumlah ompreng , juga memastikan makanan sehat, aman, dan sesuai menu standar tapi mencicipi makanan terlebih dahulu sebelum siswa.

" Tenaga pendidik yang sembilan orang juga dapat pak, jadi kami selaku PIC MBG terbiasa lebih dahulu mencicipi makanan," ujar Friska dibenarkan Wahyuni.

Selain itu, PIC MBG SD 104284 Panombean juga memberikan masukan atau kritikan kepada SPPG Uneka lewat lembaran formulir uji organeleptik yang berjumlah empat lembar.

Lebih jauh disampaikan, sejak program MBG hadir disana pada akhir Nopember 2025, tidak ada ditemukan kasus makanan diluar dalam batas kelayakan seperti basi, berbau apalagi kasus temuan ulat.

" MBG yang kami terima bersih higienis, dan hebatnya lagi makanan pada umumnya habis, anak-anak suka pak," ucap Friska.
sembari mengatakan proses MBG mendapatkan perhatian serius Kepala Sekolah.

Dibagian lain, Friska dan kedua temannya yang menerima insentif rutin setiap 12 hari sebesar Rp240 ribu mengakui, kehadiran MBG punya efek yakni tingkat kehadiran berbeda saat program MBG belum ada.

" Sekarang ini dalam hati anak-anak ada rasa sayang kalau tidak sekolah, apalagi waktu ada makanan kering yang rapel saat liburan lalu," ucap Friska sembari tersenyum.

Ia juga menambahkan, dulu ada saja siswa yang sakit perut, mungkin karena tidak sarapan dari rumah, dengan adanya MBG maka anak-anak dipastikan sarapan karena disekolah tersebut proses MBG sudah dilakukan pukul 08.00 WIB.

" Kita akui program Bapak Presiden Prabowo Subianto ini sangat memberikan dampak positif terlebih kepada anak didik kita yang katagori kurang mampu, adanya MBG tentunya gizi anak-anak terbantu seperti daging dan buah," katanya.

Terakhir, Friska dan Wahyuni menyampaikan bahwa guru-guru yang lain juga ikut membantu mereka. Bagi mereka kebersamaan itu lebih penting bukan sekadar mengejar insentif yang diberikan.

" Insentif yang kami dapat kita buat untuk kebersamaan, seperti buka puasa bersama pada bulan Ramadan lalu, dan ini rencananya uang insentif kita kumpul untuk membeli baju seragam semua guru," tandas Friska.

Sementara beberapa siswa yang diminta pendapatnya terkait MBG menyampaikan hal yang sama. Menurut para siswa program MBG sangat membantu pemenuhan gizi mereka dan senang menerimanya.

Fahri dan Zikri siswa Kelas VI mengakui menu MBG yang mereka terima baik dan layak tidak pernah ditemukan makanan basi atau berulat

" Enak pak, mantap pak makanannya, " ujar keduanya sumringah.***

Baca Juga :
Di Tangan Zulkifli Sitorus, Nama Bobby Nasution Dipertaruhkan dari Embarkasi Medan