oleh

Puslitbang Polri Penelitian Optimalisasi Almatsus di Polres Sergai

-Daerah-61 views

Puslitbang Polri Penelitian Optimalisasi Almatsus di Polres Sergai

SERGAI.Mitanews.co.id ||


Puslitbang Polri melaksanakan penelitian optimalisasi Alat Material Khusus (Almatsus) Pengendalian Massa di Polres Serdang Bedagai (Sergai), Selasa 3 Maret 2026 pagi.

Almatsus Dalmas yang berguna dalam penanganan unjuk rasa berpotensi konflik dalam rangka mewujudkan Harkamtibmas.

Tim peneliti yang dipimpin Kombes Pol Adi Savart Panataran Simanjuntak, S.H.,S.I.K, bertujuan mengevaluasi dan mengoptimalisasi Almatsus Dalmas di tingkat pusat dan kewilayahan guna mendukung penanganan unjuk rasa secara efektif, humanis, dan aman.

Dipaparkan, Almatsus Dalmas dirancang khusus untuk mendukung pengendalian massa secara bertahap, dengan fokus pada pendekatan preemptif, preventif, persuasif, dan humanis.

Dilengkapi dengan peralatan seperti helm, tameng, tongkat, body protector, kendaraan taktis (seperti AWC, APC, dan security barrier), senjata non-mematikan (seperti gas air mata dan megaphone), serta peralatan pendukung (seperti kamera perekam dan APAR portable)," jelas Kombes Pol Adi Savart.

Dihadapan Kapolres Sergai, AKBP Jhon Hery Rakutta Sitepu, S.I.K, M.H, Kombes Adi mengatakan, Almatsus ini memastikan keamanan personel Dalmas sambil menjaga hak asasi manusia dan ketertiban masyarakat selama unjuk rasa.

Dengan desain ergonomis dan adaptif terhadap dinamika aksi massa modern, peralatan ini menjadi instrumen vital dalam memelihara Harkamtibmas sebagai simbol profesionalisme Polri.

Namun, lanjutnya sejumlah permasalahan masih dihadapi dalam pengoperasian Almatsus ini, diantaranya keterbatasan jumlah peralatan, kondisi peralatan yang tidak optimal atau rusak dan ketidaksesuaian dengan kebutuhan lapangan dan eskalasi situasi.

Masalah lain, kurangnya pemeliharaan dan harwat rutin,
kurangnya pelatihan personel dalam penggunaan, ketidakadaptifan terhadap perubahan karakteristik unjuk rasa dan potensi pelanggaran HAM jika tidak sesuai standar.

Selain hal tersebut , Puslitbang Polri juga mendapat tugas dari Wakapolri untuk melaksanakan penelitian tentang peran Polri dalam mendukung program ketahanan pangan guna mewujudkan swasembada pangan.

Program ketahanan pangan Polri, lanjutnya merupakan inisiatif strategis Polri dalam mendukung Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, khususnya dalam memperkuat produksi dan distribusi jagung sebagai komoditas pangan utama.

Polri menjalankan program ini melalui empat kegiatan utama,
pemanfaatan pekarangan bergizi (budidaya ikan pekarangan dan peternakan ayam), optimalisasi lahan produktif untuk tanaman jagung, pengawasan distribusi pangan, dan rekrutmen dan penempatan Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) Pertanian.

Peran Polri tidak lagi hanya pengamanan, melainkan fasilitasi, koordinasi lintas sektor, pendampingan petani, serta menjamin stabilitas wilayah produksi dan distribusi jagung agar swasembada pangan dapat terwujud.

Melalui pendekatan secara kuantitatif dan kualitatif, tim dengan anggota dari Puslitbang Polri serta didampingi narasumber dari BRIN melakukan pengumpulan data melalui pengisian kuesioner secara online.

Pengumpulan data dilakukan kepada responden Internal Polri yang menggunakan Almatsus Dalmas diiringi dengan wawancara mendalam (indepth interview) kepada informan yang pernah menggunakan peralatan tersebut.***

Baca Juga :
Safari Ramadan 1447 H Dibuka, Bupati Sergai Beri Motivasi Bagi Santri di Pesantren