Ratusan Warga Serbu Gerakan Pangan Murah di Samosir
SAMOSIR.Mitanews.co.id ||
Menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, ratusan warga memadati Gedung Food Court Lantai 1 Waterfront Pangururan, Selasa (3/3), dalam pelaksanaan Gerakan Pangan Murah yang digelar Pemerintah Kabupaten Samosir.
Program ini menjadi langkah konkret pemerintah daerah menekan lonjakan harga bahan pokok sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan.
Sejak pagi, masyarakat tampak antre untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran. Komoditas yang dijual meliputi beras SPHP 5 kilogram seharga Rp60.000 per kemasan, minyak goreng Rp15.500 per kilogram, telur ayam ras Rp50.000 per papan, gula pasir Rp17.500 per kilogram, bawang merah Rp28.000 per kilogram, cabai merah Rp20.000 per kilogram, tomat Rp9.000 per kilogram, dan kentang Rp8.000 per kilogram.
Asisten II Setdakab Samosir, Hotraja Sitanggang, yang mewakili Bupati Samosir, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan hasil sinergi dengan Badan Pangan Nasional dan Bulog Pematang Siantar dalam rangka pengendalian inflasi daerah menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN).
“Semua daerah sedang berupaya menahan gejolak harga. Pemerintah hadir untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok penting. Di sini, harga yang dijual lebih rendah dibandingkan harga pasar,” ujar Hotraja.
Ia menambahkan, sebagai daerah tujuan wisata, Samosir memiliki tantangan tersendiri dalam menjaga stabilitas harga, terutama ketika mobilitas dan permintaan meningkat saat momentum hari besar. Karena itu, pengendalian inflasi menjadi agenda prioritas.
Selain operasi pasar, pemerintah daerah juga mendorong strategi jangka menengah melalui perluasan areal tanam lewat program “Pangula Nature”, guna memperkuat ketahanan pangan berbasis produksi lokal.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, Tumiur Gultom, menjelaskan bahwa ini merupakan kali kedua Gerakan Pangan Murah digelar setelah pelaksanaan sebelumnya pada Februari lalu. Ia menyebutkan, sumber bahan pangan yang dipasarkan mengutamakan hasil pertanian masyarakat setempat guna mendukung perputaran ekonomi lokal.
Gerakan Pangan Murah dijadwalkan berlangsung di tiga kecamatan: Pangururan (3 Maret), Simanindo (10 Maret 2026), dan Nainggolan (13 Maret 2026). Pemerintah mengimbau warga berbelanja secara bijak dan sesuai kebutuhan agar distribusi dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Silakan berbelanja secukupnya, utamakan kebutuhan pokok keluarga,” kata Tumiur.
Salah seorang warga, Op. Meta Boru Naibaho, mengaku terbantu dengan adanya program tersebut. Ia membeli beras, minyak goreng, cabai, dan telur untuk kebutuhan rumah tangga.
“Saya merasa sangat terbantu. Semoga kegiatan seperti ini semakin sering dilaksanakan,” ujarnya.
Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu instrumen stabilisasi yang diandalkan pemerintah daerah untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menahan laju inflasi musiman yang kerap meningkat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.***
Baca Juga :
Wabup Sergai Motivasi Santri Ponpes Darul Mukhlisin Jadi Pemimpin Masa Depan
