oleh

Rekam Jejak Syahrul Pasaribu di Sejarah UIN Syahada Padangsidimpuan

-Daerah-165 views

Rekam Jejak Syahrul Pasaribu di Sejarah UIN Syahada Padangsidimpuan

PADANGSDIMPUAN.Mitanews.co.id ||


H, Syahrul M.Pasaribu, SH, dikenal sebagai tokoh masyarakat Sumatera Utara dan Bupati Tapanuli Selatan dua periode (2010-2015 dan 2016-2021). Banyak karya visioner dan monumental yang ditorehkannya yang hingga kini dinikmati umat secara luas.'

Seperti dorongan penuh dalam peningkatan status Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Padangsidimouan menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) hingga kini menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Ali Hasan Ahmad Addary (Syahada) Padangsidimpuan.

Kisah dan rekam jejak sejarah ini kembali terungkap di saat Rektor UIN Syahada, Prof. Dr. Muhammad Darwis Dasopangn, M.Ag, dan segenap civitas akademika meminta Syahrul M. Pasaribu menyampaikan sambutan di hadapan ratusan wisudawan S1 dan S2, Sabtu (24/1/2026).

STAIN Padangsidimpuan berdiri 21 Maret 1997 di Kelurahan Sihitang, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara. Sekira 16 tahun kemudian atau di penghujung 2013, perguruan tinggi negeri satu satunya di kawasan Pantai Barat Sumatera Utara itu naik status menjadi IAIN

Pada saat itu Ketua STAIN dijabat Dr. Ibrahim Siregar, sedangkan Syahrul Pasaribu belum genap tiga tahun menjabat Bupati Tapanuli Selatan untuk periode pertama. Koordinasi antara keduanya banyak menghasilkan kelengkapan persyaratan STAIN menjadi IAIN.

Selain rekomendasi Bupati untuk peningkatan status STAIN Padangsidimpuan, Syahrul Pasaribu juga menghibahkan lahan perluasan kampus seluas 4 hektare di areal pusat perkantoran Pemkab Tapanuli Selatan di Sipirok yang ketika itu dimaksudkan antara lain untuk gedung pasca sarjana atau jurusan fakultas yang sesuai alam Sipirok sebagai ibukota Tapanuli Selatan.

"Pada suatu hari di tahun 2012 Saya harus pulang balik Medan-Jakarta untuk menyatakan kesanggupan mendukung peningkatan status STAIN di hadapan pejabat Kementerian Agama. Ketika itu Ketua STAIN pak Ibrahim bersama Rektor dan wakil Rektor yang sekarang atau saat itu mereka yang juga pejabat STAIN sudah lebih awal menunggu di Jakarta," ujar Syahrul.

Peresmian IAIN Padangsidimpuan sekaligus pelantikan Rektor pertama Prof. Dr. Ibrahim Siregar di gedung ini langsung dilakukan Menteri Agama pada masa itu, Surya Dharma Ali. Didampingi rombongan yang antara lain Anggota DPR RI, Ketika itu acaranya diawali pengguntingan pita di depan gedung auditorium oleh Menag RI.

Sama halnya juga dengan kenaikan staus IAIN Padangsidimpuan menjadi UIN Syahada yang telah mulai mereka gagas di tahun 2017. Saat itu Prof. Ibrahim Siregar menjabat Rektor IAIN dan Syahrul Pasaribu menjabat Bupati Tapsel periode kedua.

Kolaborasi dan sinergitas perjuangan keduanya bersama civitas akademika menempuh waktu yang cukup panjang juga. Segala kekurangan dipenuhi sehingga pada 8 Juni 2022 IAIN Padangsidimpuan naik status dan bertransformasi menjadi UIN Syahada.

"Dalam rangka peningkatan kualitas generasi muda, kita berfokus pada pendidikan generasi bangsa. Murni atas kepentingan bangsa dan agama serta daerah," ujar Syahrul Pasaribu mengenang rekam jejak di sejarah UIN Syahada Padangsidimpuan.

Terhadap wisudawan dan wisudawati S1 dan S2, Syahrul mengucapkan selamat sekaligus berharap ilmu yang didapat bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kepada Rektor Prof. Darwis Dasopang yang tinggal berapa bulan lagi akan mengakhiri masa jabatannya, Syahrul mengapresiasi kinerjanya yang berhasil meningkatkan kualitas dan nama baik UIN Syahada di tengah-tengah masyarakat.
Sedangkan kepada kandidat calon Rektor dia meminta agar berkontestasi secara sehat, apalagi calon-calon rektor yang saat ini berjumlah lima orang hampir semuanya adalah orang yang turut berjuang sejak STAIN naik status menjadi IAIN sampai UIN.

Sebelumnya Wakil Walikota Padangsidimpuan Harry Pahlevi Harahap dalam sambutannya, mengatakan agar yang diwisuda hari ini sebagai sarjana atau S1 untuk berupaya dapat melanjutkan pendidikannya ke jenjang pasca sarjana atau S2.***

Baca Juga :
Wali Kota Sibolga Dampingi Mendagri Kunker ke Wilayah Terdampak Bencana Banjir dan Longsor di Tapteng