oleh

Sidimpuan Mengaji, Ustadz Husein : Bencana   Itu Akibat Keingkaran Makin Marak

PADANGSIDIMPUAN, Mitanews.co.id |  Pembina Pondok Pesantren Anas Bin Malik Bagan Batu, Provinsi Riau, Ustadz Husein Ibnu Awza’i mengatakan, merajalelanya kerusakan di muka bumi, itu terjadi akibat kejahatan dan kedurhakaan, bahkan kesyirikan manusia terhadap Allah terlihat semakin marak.

“Ironisnya, kaum mukmin yang berusaha istiqomah mengamalkan Sunnah Nabi, Rosululloh Muhammad Sholloohu ‘Alaihi wa Sallam justru disebut orang sudah menjadi pengikut wahabi – sesat,” kata Ustadz Husein Ibnu Awza’i saat menjadi pemateri pada pengajian rutin dalam rangka “Sidimpuan Mengaji” di Masjid Abdullah Bin Umar jalan Ompu Toga Langit, Kelurahan Sabungan Jae, Kota Padangsidimpuan, Provinsi Sumatera Utara atau Sumut, Ahad (27/08/2021) siang.

Seorang muslim yang memakai celana setengah betis atau biasa disebut cingkrang, tambah Ustadz Husein, itu selalu dicaci dan dicibir dengan sebutan wahabi, anehnya yang mencaci dan mencibir itu orang yang mengaku muslim pula. 

Dikatakan, demikian juga keluarga yang memilih ikut kajian Sunnah yang menyebarkan ilmu terkait amalan dan ibadah yang tidak dilakukan Rosululloh, berarti tidak ada pedoman syar’inya, itu tidak perlu dilakukan, keluarga tersebut dikucilkan warga dari kehidupan bermasyarakat, bisa jadi orangtuanya meninggal di kampung halaman, warga di tempat tinggal keluarga tersebut tidak ada yang melayat, seakan tidak turut berduka dengan musibah yang dihadapi salah seorang warganya.

“Makanya, kerusakan yang terjadi di muka bumi seperti bencana alam berupa tanah longsor, tsunami, angin putung beliung, itu terjadi karena sudah banyaknya kedurhakaan terhadap Allah dan RasulNYA, karena tidak tegaknya sunnah Rosul di tengah-tengah umat belakangan ini,” katanya di depan hampir ratusan jemaah baik akhwat (kaum ibu serta anak gadis), maupun ikhwan (jemaah kaum Bapak dan anak muda) lainnya.

Da’i lulusan Pondok Pesantren Tadribud Du’ad Al-Mujahadah Medan pada tahun 1996 itu lebih lanjut mengatakan, sebagai kader muslim, dia sangat berkeinginan agar ajaran Islam yang lurus ini makin melekat dan memasyarakat di tengah khalayak ramai atau kaum muslimin.

Amatan Mitanews, kegiatan “Sidimpuan Mengaji” Yayasan Al-Umm Masjid Abdullah Bin Umar semakin diminati kaum muslimin akhir-akhir ini. Itu tidak saja dikalangan kaum Bapak dan Lanjut Usia, kalangan anak muda dan remaja juga sudah semakin ramai berdatangan setiap hari Ahad menjelang siang hari.

Yang menarik dalam setiap momen pengajian terutama hari Ahad, selama berada di kawasan sentral jemaah Yayasan Al-Umm Masjid Abdullah Bin Umar tidak pernah ada tercium bau rokok, karena pada hakekatnya seorang yang merokok, itu sudah termasuk prilaku mendzalimi orang lain yang tidak suka ada asap rokok, lagi pula apa sebenarnya manfaat dan untungnya merokok ?

Selain itu keutamaan gabung dengan jemaah yang taat sunnah, peserta kajian juga akan berteman atau bersahabat dengan orang baik-baik. Apalagi, Yayasan Al-Umm juga mengasuh Ma’had (Pesantren) Tahfizh Qur’an, setiap bulan Ramadhan, Tarwih berjemaahnya menyelesaikan bacaan ayat Al-Qur’an satu juz setiap malam. (MN.03).

Baca juga : DPW GIAN Sumut Yasin dan Tahlil Malam Ke 7 Wafatnya Tokoh Nasional H. Anif Shah

Komentar

News Feed