oleh

SK Baru Terbit, TPP Tapsel Apresiasi Peran Syahrul Pasaribu

-Daerah-2,162 views

SK Baru Terbit, TPP Tapsel Apresiasi Peran Syahrul Pasaribu

PADANGSIDIMPUAN.Mitanews.co.id ||


Puluhan Tenaga Pendamping Profesional (TPP) atau pendamping desa di Kabupaten Tapanuli Selatan menggelar pertemuan yang dirangkai dengan buka puasa bersama tokoh pembangunan Tapanuli Selatan, H. Syahrul M. Pasaribu, di Aula Natama Hotel, Padangsidimpuan, Rabu (4/3/2026).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana haru dan penuh sukacita itu menjadi momen bagi para pendamping desa untuk menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Syahrul Pasaribu sehingga perpanjangan kontrak Tenaga Pendamping Profesional dapat terwujud melalui terbitnya Keputusan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Nomor 127 tertanggal 19 Februari 2026.

Pendamping Kecamatan, Syakti Azhari Siregar, mengungkapkan bahwa pada awal Januari 2026 dirinya bersama rekan-rekan pendamping desa sempat melakukan koordinasi intens dengan Syahrul Pasaribu.

Hal itu, katanya, dilakukan setelah sebagian besar dari mereka tidak lagi tercantum sebagai pendamping desa dalam Surat Keputusan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Nomor 733 Tahun 2025 tertanggal 24 Desember 2025.

Menurut Syakti, melalui arahan dan komunikasi yang difasilitasi Syahrul dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan serta pihak-pihak terkait, para pendamping desa akhirnya kembali diterima setelah terbitnya SK baru dari kementerian pada 19 Februari 2026.

“Karena itu kami sangat mengapresiasi Pak Syahrul yang telah menjembatani komunikasi kami dengan pemerintah daerah dan pihak terkait hingga SK baru itu terbit,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Pendamping Kecamatan lainnya, Dody Togar Alfonso. Ia mengaku bersyukur atas perpanjangan kontrak TPP yang menjadi kabar baik bagi para pendamping desa.

Menurut Dody, perpanjangan itu memberikan semangat baru bagi para pendamping desa untuk terus menjalankan tugas dalam mendampingi pembangunan desa.

Ia juga mengajak seluruh TPP untuk tetap menjaga kekompakan karena tantangan ke depan dinilai semakin kompleks, termasuk upaya memperjuangkan status pendamping desa agar tidak lagi berbasis kontrak.

Sementara itu, Tenaga Ahli (TA) Kabupaten, Siti Saroh, menyampaikan bahwa dirinya baru menerima Surat Keputusan (SK) pada Senin lalu. Karena itu ia menginisiasi pertemuan dengan Syahrul Pasaribu sebagai bentuk ucapan terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada para pendamping desa.

“Jasa Pak Syahrul tidak bisa kami balas. Biarlah Allah yang membalas semua kebaikan tersebut,” ucapnya dengan haru.

Menanggapi hal itu, Syahrul M. Pasaribu menegaskan bahwa apresiasi seharusnya juga disampaikan kepada Bupati Gus Irawan Pasaribu serta Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan yang telah memberikan rekomendasi atas perpanjangan masa bakti para pendamping desa.

Ia menekankan bahwa pengangkatan Tenaga Pendamping Desa merupakan kewenangan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, sementara dirinya hanya berperan sebagai penghubung.

“Saya hanya menjadi jembatan saja,” katanya.

Syahrul menjelaskan, berdasarkan SK yang terbit pada 24 Desember 2025, sekitar 58 orang pendamping desa sempat tereliminasi, sementara 35 orang lainnya masih bertahan.

Ia juga mengungkapkan bahwa hubungan kebersamaan dengan para pendamping desa telah terjalin sejak lama, yakni sejak tahun 2016 saat dirinya menjabat sebagai Bupati Tapanuli Selatan.

Dalam kesempatan itu, Syahrul mengingatkan para pendamping desa agar bekerja tidak hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga dilandasi niat tulus membantu pembangunan desa.

“Jangan bekerja seratus persen hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi harus dibarengi niat tulus untuk membantu Pemerintah Desa dengan pendampingan yang baik agar kesejahteraan masyarakat dapat meningkat,” pesannya.

Ia juga mengucapkan selamat kepada para pendamping desa yang berhasil memperjuangkan terbitnya SK perpanjangan tersebut dan berharap mereka terus meningkatkan pemahaman terhadap tugas pokok dan fungsi dalam mendampingi desa, termasuk dalam mendukung program Koperasi Merah Putih di setiap desa.

Selain itu, Syahrul mengingatkan para pendamping desa yang merupakan aparatur kementerian yang bertugas di Tapanuli Selatan agar tetap bersinergi dengan pemerintah daerah dalam membangun daerah.

Menurutnya, saat ini Tapanuli Selatan masih berada dalam masa pemulihan dan rehabilitasi pascabencana banjir dan tanah longsor yang terjadi pada November 2025 lalu.

“Semua ini kita lakukan demi Tapanuli Selatan kembali bangkit,” pungkasnya.***

Baca Juga :
Penanganan Kasus Dugaan Pemerasan Oknum Polisi Mandek, Pejabat di Polda Sumut Bungkam