oleh

Tanah Galian C Proyek Sekolah Rakyat Serdang Bedagai Disorot, Diduga Disalahgunakan

-Daerah-104 views

Tanah Galian C Proyek Sekolah Rakyat Serdang Bedagai Disorot, Diduga Disalahgunakan

SERGAI.Mitanews.co.id ||


Proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, yang memiliki nilai anggaran sekitar Rp217 miliar, kini menjadi sorotan.

Pasalnya, Proyek yang disebut sebagai bagian dari gagasan Presiden Prabowo Subianto
itu diduga mulai adanya penyimpangan dalam pengelolaan material tanah urug galian C.

Dugaan tersebut mencuat setelah adanya aktivitas pengangkutan tanah urug dari lokasi proyek Pembangunan sekolah rakyat yang dinilai adanya mencari keuntungan dalam pekerjaan tersebut.

Dimana tanah yang semestinya digunakan untuk penimbunan lahan Pembangunan Sekolah Rakyat di Serdang Bedagai justru diduga diperjualbelikan kembali kepada pihak lain.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Rabu 15 April 2026, terlihat puluhan truk cold diesel keluar masuk area poyek pembangunan Sekolah Rakyat dengan membawa muatan tanah urug galian C menuju wilayah Kecamatan Sei Rampah.

Tidak hanya itu, informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa tanah urug galian C tersebut
diduga dijual kepada pihak lain.

Sejumlah warga setempat mengaku melihat aktivitas bongkar muat tanah urug yang diduga berasal dari proyek pembangunan Sekolah Rakyat tersebut.

Bahkan aktivitas ini menimbulkan tanda tanya besar terkait pengawasan dan pengelolaan material proyek berupa tanah urug milik negara tersebut, namun ditemukan malah terbaliknya diperjualbelikan.

" Tanah urug yang sudah dibeli dengan uang negara masak bisa di jual belikan kepada pihak lain yang bukan hak mereka, karna ini sudah melanggar aturan, "ucap Warga.

Saat dikonfirmasi di lokasi
proyek, pihak keamanan setempat (Satpam) tidak memberikan keterangan lebih lanjut. Mereka menyebut tidak memiliki kewenangan untuk memberikan informasi kepada media.

“Silakan hubungi pihak humas proyek, Pak Rahmad namanya
yang bertugas di Koramil Sei Rampah,” ujar salah seorang petugas keamanan kepada wartawan dilokasi, Rabu 15 April 2025.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, Rahmad selaku Humas Proyek Pembangunan Sekolah Rakyat belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang telah disampaikan. (mn.44)***

Baca Juga :
Div Propam Mabes Polri Periksa Senpi Organik Polres Sergai