oleh

Tanam Ribuan Pohon di Lereng Gunung Pusuk Buhit, Wabup Samosir Tegaskan Komitmen Jaga Masa Depan Danau Toba

-Daerah-186 views

Tanam Ribuan Pohon di Lereng Gunung Pusuk Buhit, Wabup Samosir Tegaskan Komitmen Jaga Masa Depan Danau Toba

SAMOSIR.Mitanews.co.id ||


Upaya menjaga keberlanjutan kawasan Danau Toba kembali ditegaskan melalui aksi nyata penanaman ribuan pohon di lereng Gunung Pusuk Buhit, Minggu (16/2/2026).

Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk memimpin langsung kegiatan rehabilitasi hutan di kawasan Lombang Nabagas, Desa Huta Ginjang, sebagai bagian dari strategi jangka panjang menjaga keseimbangan ekosistem dan memperkuat status geopark kelas dunia.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi multipihak antara Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark, Komite II Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, dunia usaha, lembaga masyarakat, akademisi, serta Pemerintah Kabupaten Samosir. Dukungan juga datang dari PT Indonesia Asahan Aluminium melalui program CSR, Perum Jasa Tirta I, dan berbagai organisasi peduli lingkungan.

Sebanyak 3.450 bibit pohon ditanam di kawasan yang memiliki fungsi penting sebagai daerah tangkapan air Danau Toba. Kawasan ini dinilai strategis karena berpengaruh langsung terhadap keberlanjutan ekosistem, stabilitas tanah, serta kualitas lingkungan kawasan wisata unggulan nasional tersebut.

Dalam keterangannya, Ariston menegaskan bahwa pelestarian lingkungan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan investasi masa depan daerah. Ia menilai keberhasilan menjaga hutan akan berdampak pada kualitas hidup masyarakat, ketahanan lingkungan, serta pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata berkelanjutan.

> “Menjaga alam berarti menjaga masa depan. Kolaborasi seperti ini menjadi bukti bahwa tanggung jawab lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Anggota Komite II DPD RI Badikenita Br. Sitepu menekankan pentingnya pendekatan pembangunan berbasis kelestarian alam. Ia menyebut kawasan Samosir sebagai aset ekologis nasional yang harus dijaga melalui kebijakan berkelanjutan, termasuk penguatan konsep desa hijau (green village).

Sementara itu, Ketua Lembaga Perdamaian dan Keadilan Ciptaan Ordo Kapusin Medan Walden Sitanggang mengingatkan bahwa hubungan manusia dan alam bersifat timbal balik. Menurutnya, menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab moral sekaligus spiritual.

General Manager Badan Pengelola TCUGGp Azizul Kholis menegaskan bahwa status geopark dunia tidak hanya ditentukan oleh dokumen administratif, tetapi oleh komitmen nyata menjaga warisan geologi, biodiversitas, serta budaya masyarakat di kawasan Danau Toba.

Ia menyebutkan bahwa saat ini terdapat 16 geosite yang dikelola, dengan rencana pengembangan tambahan seperti Bonan Dolok dan Onan Runggu guna memperkuat ekonomi masyarakat berbasis geowisata.

Ketua Pergerakan Penyelamatan Kawasan Danau Toba Wilmar Simanjorang, sebagai penggagas kegiatan, menekankan pentingnya keberlanjutan program rehabilitasi hutan. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan penghijauan sangat bergantung pada perawatan jangka panjang, bukan hanya penanaman awal.

Kegiatan ini sekaligus mencerminkan kesadaran kolektif bahwa keberlanjutan kawasan Danau Toba tidak hanya berkaitan dengan sektor pariwisata, tetapi juga menyangkut ketahanan ekologi, ketersediaan air, serta masa depan generasi mendatang.

Dengan kolaborasi lintas sektor yang semakin kuat, rehabilitasi kawasan hutan di lereng Gunung Pusuk Buhit diharapkan menjadi langkah strategis menjaga keseimbangan alam sekaligus memperkuat posisi Danau Toba sebagai kawasan geopark berkelas dunia.***

Baca Juga :
AdMedika dan TelkoMedika Bersinergi Pemulihan Kesehatan Korban Bencana

News Feed